15 49.0138 8.38624 1 4000 1 https://nazwaproduction.com 200 true 0
Tarian Tradisional Jawa Tengah

Terpopuler, Tarian Tradisional Jawa Tengah

0 Comments

Tarian Tradisional Jawa Tengah – Salah satu provinsi di Indonesia yaitu Jawa Tengah merupakan daerah yang memiliki beragam suku budaya seperti bahasa, pakaian adat, rumah adat, serta tarian tradisional.

Tarian Tradisional Jawa Tengah merupakan salah satu warisan peninggalan Kerajaan Mataram yang didirikan pada tahun 1587.

Tariannya memiliki berbagai fungsi seperti sebagai sarana upacara, sarana hiburan, serta sebagai sarana media pertunjukan.

Terdapat banyak jenis tarian tradisional Jawa Tengah yang memiliki ciri dan keunikannya serta makna yang terkandung di dalamnya.

Semua itu akan kami ulas dalam artikel ini.

Konsep Seni Tarian Tradisional Jawa Tengah

Konsep seni tari

Source : yuksinau.id

Menurut Pamadhi (1985), tarian tradisional dilandasi dengan tiga konsep berikut :

1. Konsep Filsafat

Seni diciptakan dari gagasan yang batiniah sehingga harus mengarah pada pralogis (logika) dan hal-hal yang metafisika.

Hal ini dapat disampaikan melalui sebuah simbol pada suatu objek.

2. Konsep Moral

Konsep moral memiliki bagian penting dalam penataan norma atau aturan mengenai suatu aktifitas khusus masyarakat Jawa Tengah.

3. Konsep Estetika

Konsep estetika merupakan keindahan yang dapat dilihat dari 4 unsur yaitu gerakan tari (wiraga), dinamika (wirama), ekspresi atau raut muka (wirasa), serta penampilan (wirupa).

Penampilan (wirupa) dapat emberikan kejelasan pada karakter tarian yang dapat ditunjukan melalui busana dan tata rias.

Macam-Macam Tarian Tradisional Jawa Tengah

1. Tari Bedhaya Ketawang

Tarian Tradisional Jawa Tengah

Source : potensijateng.com

Penamaan Tari Bedhaya Ketapang diambil dari gabungan dua kata yaitu ‘bedhaya’ yang berarti penari wanita Istana , sedangkan ketawang memiliki arti langit.

Ini karena tarian ini biasa dipertunjukan pada acara-acara khusus Keraton Surakarta seperti pada penobatan Raja atau saat hari penobatan kenaikan tahta.

Tarian ini biasa dimainkan oleh 9 orang wanita yang telah memenuhi beberapa syarat demi kesakralan tariannya.

Syarat-syarat tersebut adalah penarinya harus tidak dalam keadaan haid serta harus berpuasa terlebih dahulu beberapa hari sebelum pementasannya.

Jumlah penarinya melambangkan jumlah anggota Walisongo atau Sembilan arah mata angin yang dikuasai oleh Nawasanga atau sembilan dewa.

Para penari ini melambangkan dewi-dewi yang turun dari kayangan untuk menyambut penguasa untuk Keraton Kesusanan.

Para penarinya menggunakan pakaian dan tat arias khusus serta tariannya biasa diiringi dengan alat music tradisional Jawa seperti gamelan.

2. Tari Serimpi Sangupati

Tarian Tradisional Jawa Tengah

Source : i.ytimg.com

Tari serimpi merupakan tari yang lahir atau telah ada sejak zaman Kerajaan Mataram dan sering ditampilkan dalam lingkungan keraton untuk berbagai ritual kenegaraan.

Konon, jika menonton pertunjukan tari serimpi, kita seolah-olah akan seperti dibawa ke alam mimpi.

Tarian ini dimainkan oleh 4 orang wanita yang melambangkan 4 mata angin yang menyimbolkan beberapa elemen penting dalam kehidupan.

Mulai dari grama (api), angin (udara), toya (air), dan bumi (tanah) yang kemudian membentuk segi empat sebagai simbol tiang pendopo.

Tarian ini dimainkan dengan mengunakan pakaian pengantin putri keraton yang diiringi dengan alunan suara music dari gamelan.

Untuk tari serimpi sangupati sendiri menambahkan properti pistol sebagai lambang perjuangan bangsa Indonesia melawan jajahan Belanda.

3. Tari Gambyong

Tarian Tradisional Jawa Tengah

Source : akumaubelajar.com

Tari gambyong merupaan tarian tradisional Jawa Tengah yang berasal dari Kabupaten Surakarta.

Penamaannya sendiri diambil dari nama orang yang menciptakannya yaitu Mas Ajeng Gambyong.

Pada awalnya, tarian ini biasa dimainkan saat memasuki musim panen padi saja, namun sekarang tarian ini digunakan untuk penyambutan tamu.

Penarinya biasa menggunakan kebaya dari kain jarik (batik) dan menggunakan kemben dengan bahu terbuka serta dilengkapi dengan selendang.

Tarian ini terdiri dari tiga bagian awal (maju beksan), isi (beksan), dan akhir (mundur beksan) serta biasa diiringi dengan alunan musik dari suara gamelan.

4. Tari Bondan

Tarian Tradisional Jawa Tengah

Source : i.ytimg.com

Masih dari derah Surakarta, tari Bondan merupakan tarian yang melambangkan kasih saying seorang ibu yang tergambar dari gerakan serta gerakannya.

Hal ini dapat terlihat dari pementasannya yang dimainkan oleh kaum wanita yang sedang menggendong boneka yang disimbolkan dengan boneka.

Lalu membuka paying dengan hati-hati karena tariannya dilakukan di atas sebuah kendi dan tidak boleh sampai jatuh sebagai lambang kehati-hatian.

Tarian ini biasa dimainkan oleh para penari yang mengenakan pakaian adat khas Jawa dan diiringi dengan alat music tradisional gendhing.

Terdapat 3 jenis tari bondan, yaitu tari bondan mardisiwi, tari bondan tani, dan tari bondan cindogo.

5. Tari Beksan Wireng

Tarian Tradisional Jawa Tengah

Source : i.ytimg.com

Tari beksan wiring merupakantarian tertua yang ada di Jawa Tengah, dimana tarian ini telah ada sejak abad ke-11.

Tarian ini mengusung tema perang yang digunakan untuk menyemangati prajurit perang yang sedang berlatih untuk bertempur.

Tarian ini dimainkan oleh kaum pria dengan tambahan tariannya dari gerakan pencak silat yang dimainkan dengan gagah dan kuat.

Kostum yang digunakan merupakan kostum yang mirip dengan seorang prajurit serta ditambahkan beberapa properti seperti tameng, tombak, dan pedang.

Tari beksan wireng dibedakan menjadi 6 jenis yaitu panji sepuh, jemparing ageng, dhadap kanoman, dhadap kreta, panju anoman, dan lhawu ageng sera diiringi dengan dua jenis gendhing.

6. Tari Kethek Ogleng

Tarian Tradisional Jawa Tengah

Source : 1.bp.blogspot.com

Penamaan tari kethek ogleng diambil dari dua kata yaitu ‘kethek’ yang berarti kera dan ‘ogleng’ yang diambil dari suara latarnya yaitu ogleeeeeeeng.. ogleng.

Tarian ini menceritakan tokoh Raden Gunung Sari yang menyamar menjadi kera sebagai taktik perang untuk mengelabui musuh yang sedang dihadapi.

Tidak seperti tarian-tarian sebelumnya yang cukup kaku dan terikat, tarian ini terkesan lebih atraktif dan akrobatik karena pemainnya boleh melakukan improvisasi.

Penari menari dengan memakai topeng lalu menirukan gerakan kera sambil diiringi dengan alunan music dari duara gamelan.

7. Tari Ebeg atau Kuda Lumping

Tarian Tradisional Jawa Tengah

Source : facebumen.com

Tari ebeg atau yang biasa dikenal dengan nama tari ebeg merupakan tarian yang berasal dari Banyumas, Jawa Tengah.

Tari ini menggunakan property berbentuk kuda yang terbuat dari bambu dan diberi ijuk dibagian kepalanya sebagai rambut.

Tari ini menggambarkan para prajurit yang sedang menunggangi kuda yang diiringi dengan alat musik berupa calung dan gamelan.

Uniknya, dalam pelaksannannya tarian ini menggunakan sesajen serta menyan yang digunakan untuk persembahan kepada para arwah agar mendukung pementasan.

Ini dilakukan dengan cara memasukan arwah ke dalam tubuh penari yang kemudian akan memakan sesajen yang telah disediakan.

8. Tari Rongeng

Tarian Tradisional Jawa Tengah

Source : i.ytimg.com

Tari rongeng merupakan jenis tarian berpasangan yang menggabungkan beberapa unsur kesenian.

Dimana selain menari, para pemainnya juga saling bertukar ayat-ayat puitis yang diirngi dengan alunan musik dari rebab dan gong.

Yang menarik dari tarian ini adalah penarinya menari secara agresif dan dapat mengundang penonton untuk menari bersama secara berpasangan.

Baca Juga : Rumah Adat Jawa Tengah

9. Tari Ujungan

Tarian Tradisional Jawa Tengah

Source : i.ytimg.com

Tari ujungan adalah tarain yang biasa dimainkan saat musim kemarau sebagai bentuk permintaan hujan kepada sang pencipta.

Tarian ini biasa dilakukan oleh kaum pria sambil membawa tongkat dari bambu atau rotan.

Para pemainnya saling menunjukan kekuatan sehigga terlihat seperti sedang berkelahi.

Namun, setelah menari para pemainnya saling merangkul sebagai tanda kekeluargaan .

Alat Musik Tradisional Jawa Tengah
Previous Post
Belum Banyak Diketahui Orang,  Inilah Alat Musik Tradisional Jawa Tengah
Curug Indonesia
Next Post
Curug Indonesia Yang Paling Banyak Dicari

0 Comments

Leave a Reply

error: Content is protected !!