15 49.0138 8.38624 1 4000 1 https://nazwaproduction.com 200 true 0
takbiran

Hukum dan Keutamaan Takbiran

0 Comments

Gema takbiran terus berkumandang sepanjang malam menjelang Idul Fitri.

Bagi masyarakat Indonesia sendiri, takbiran ini menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu sebab momen takbiran hanya berlangsung untuk beberapa saat saja.

Selain merupakan sarana untuk mengagungkan kebesaran Allah SWT, takbiran juga dapat menjadi momen untuk bersilaturahmi, lho.

Namun, apa hukumnya mengumandangkan takbir pada malam sebelum hari raya ini?

Maksud Takbiran

takbiran

Source : bingar.id

Di Indonesia, takbiran ini merujuk pada kegiatan atau aktivitas yang dilakukan para pemeluk agama Islam untuk mengucapkan kalimat takbir (Allahu akbar) yang berarti Allah Maha Besar.

Takbiran ini dimaksudkan sebagai tanda bahwa telah berakhirnya ibadah puasa pada bulan Ramadhan serta untuk menyambut hari kemenangan yakni hari raya.

Umumnya, masyarakat akan berkumpul di masjid-masjid untuk mengumandangkan takbir dengan menggunakan mic pada malam hari raya, baik itu hari raya Idul Fitri maupun hari raya Idul Adha.

Terkadang, aktivitas ini juga biasa dilakukan sambil melakukan pawai di jalanan dengan membawa properti seperti beduk, dan obor.

Namun, untuk beberapa negara lainnya seperti Arab, takbiran ini memiliki cara praktek yang berbeda.

Dikutip dari situs aceh.tribunnews.com, di beberapa negara seperti Arab khususnya di Masjidil Haram tidak seluruh penduduknya mengumandangkan takbir.

Melainkan hanya imam-lah yang mengumandangkan takbir lalu yang lainnya cukup menyimaknya saja.

Hukum Takbiran

takbiran

Source : mmc.tirto.id

Terdapat perbedaan pendapat dalam mengumandangkan takbiran ini.

Ada yang memperbolehkan, ada pula yang melarangnya.

Lalu, manakah yang sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW?

Allah SWT berfifman dalam QS Al-Baqarah : 185, yang berbunyi:

takbiran

Source : assets.kompasiana.com

Kemudian, Imam Syafi’i menjelaskan maksud dari ayat tersebut dalam kitabnya yang berjudul Al-Umm.

Ia mengatakan bahwa menurut seorang ahli ilmu Al-Quran, yang dimaksud dari kalimat  “dan hendaklah kalian menyempurnakan bilangan” dalam ayat tersebut merupakan bilangan puasa Ramadhan.

Ia juga menyarankan untuk mengagungkan Allah (mengucapkan takbir) untuk menyempurnakan puasa Ramadhan atas petunjuk hidayah yang telah Allah berikan.

Hukum takbir ini sendiri adalah mustahab, yakni apabila dikerjakan akan mendapat pahala, dan apabila ditinggalkan tidak mendapat dosa.

Hukum ini berlaku bagi yang melaksanakan secara berjamaah ataupun sendiri-sendiri serta bagi seluruh orang mukmin pada segala kondisi dan disegala tempat.

Untuk waktu pelaksanaannya sendiri, pada hari kemenangan umat Muslim, yaitu hari raya Idul Fitri dan Idul Adha terdapat perbedaan waktu pelaksanaan.

Pada hari raya Idul Fitri, takbiran dikumandangkan sejak malam 1 syawal hingga selesai shalat Ied.

Sedangkan pada hari raya Idul Adha, dikutip dari buku berjudul Ensiklopedi Muslim Minhajul Muslim karya Abu Bakr Al-Jazairi, takbirannya dikumandangkan setelah shalat subuh pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Takbiran pada hari raya Idul Adha berakhir hingga akhir hari tasyrik (13 Dzulhijjah) sebab pada hari-hari tasyrik, umat Muslim masih diperbolehkan untuk berqurban.

Bacaan Takbiran

takbiran

Source : http://sentralberita.com/

Mengenai bacaan takbiran, kamu dapat mengucapkan beberapa bacaan tersebut ketika takbiran tiba.

Berdasarkan hadist riwayat Ibn Abi Syaibah, Mushannaf, tahqiq: Kamal Al-Hut, dan Ibn Al-Mundzir, Al-Awshat, kamu dapat membacakan bacaan berikut:

اَللهُ أًكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ اْلحَمْدُ.

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan segala puji hanya bagi Allah”.

Jelas menurut kutipan di atas, lafadz takbirnya sendiri (Allahu akbar) dibaca sebanyak dua kali bukan tiga kali.

takbiran

Source : komdok.tanjabbarkab.go.id

Beberapa juga membacakan bacaan ini ketika takbiran:

اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَر اَللَّهُ اَكْبَرْ ـ لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ ـ اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ
اَللَّهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً ـ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَلاَنَعْبُدُ اَلاَّ اِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْـدَهُ وَنَصَرَعَبِدَهُ وَاَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ . اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ

Artinya:

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan segala puji hanya bagi Allah.

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar,dengan segala kebesaran, segala puji hanya bagi Allah sebanyak-banyaknya, dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore.

Tiada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama Islam meskipun orang kafir, munafiq dan musyrik membencinya.

Tiada Tuhan selain Allah dengan ke Esaan-Nya. Dia menepati janji, menolong hamba dan memuliakan bala tentara-Nya serta melarikan musuh dengan ke Esaan-Nya. Tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar. Allah maha besar dan segala puji hanya bagi Allah”.

Baca juga Resep Membuat Ketupat dengan Sayur Padang dan Opor Ayam

Panduan Takbiran 2021

takbiran

Source :mmc.tirto.id

Lebaran 2021 atau hari raya Idul Fitri 1442 H ini, kita masih hidup dalam pandemi Covid-19 sehingga setiap pelaksaannya dilakukan agak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Tak terkecuali ketika melaksanakan kegiatan takbiran, kita juga masih harus mengikuti beberapa panduan yang dibuat pemerintah Indonesia agar tidak ada kenaikan kasus Covid-19 ini.

Berdasarkan Surat Edaran (SE) Nomor 07 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Shalat Idul Fitri Tahu 1442 H/2021 M disaat Pandemi Covid-19, pemerintah memberikan beberapa ketentuan takbiran.

Ketentuan-ketentuan tersebut diantaranya:

  1. Masyarakat boleh melakukan kegiatan takbiran di masjid-masjid atau mushala dengan maksimal 10% dari kapasitas masjid dengan memperhatikan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.
  2. Takbiran juga dapat dilakukan secara virtual menggunakan perangkat telekomunikasi yang tersedia di masjid atau mushala.
  3. Untuk mengantisipasi keramaian, takbir kelilingn kini ditiadakan.

Keutamaan Takbiran

takbiran

Source : 1.bp.blogspot.com

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, perintah mengumandangkan takbiran ini telah Allah sampaikan dalam QS Al-Baqarah ayat 185.

Ini berarti, takbiran ini memiliki beberapa keutamaan karena sejatinya segala perintah Allah SWT ini memiliki kebaikan.

Berikut beberapa keutamaan takbiran:

  1. Dihidupkan hatinya oleh Allah SWT

Nabi Muhammad SAW bersabda dalam HR Ibnu Majah:

“Barangsiapa yang ‘menghidupkan’ malam hari raya, Allah akan menghidupkan hatinya disaat hati-hati orang sedang mengalami kematian”.

  1. Dicintai Allah

Orang yang melakukan takbir khususnya pada tanggal 1-10 Dzulhijjah atau menjelang hari raya Idul Adha lebih dicintai oleh Allah SWT.

Hal ini sesuai dengan hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam musnadnya yang artinya:

“Tak ada amal yang dilakukan dihari yang lebih agung dan lebih dicintai oleh Allah SWT melebihi amal yang dilakukan pada tanggal 1 hingga 10 Dzulhijjah. Oleh karena itu, perbanyaklah membaca tahlil, takbir, dan tahmid pada hari-hari tersebut”.

Selain itu, mengumandangkan takbiran ini juga memiliki beberapa manfaat, diantaranya adalah:

  1. Mendapat ketenangan pikiran dan terhindar dari perasaan buruk yang dapat menimbulkan fitnah dan dosa.
  2. Terhindar ari perbuatan munkar dan keji serta hal-hal yang dapat menghapus amal ibadah.
  3. Diberikan kemudahan dalam mencari rejeki oleh SWT dan selalu terjaga di jalan kebenaran.
  4. dll
ketupat
Previous Post
Resep Membuat Ketupat dengan Sayur Padang dan Opor Ayam
resep masakan
Next Post
Cita Rasa Kuliner Nusantara dan Cara Berbisnis Darinya

0 Comments

Leave a Reply

error: Content is protected !!