15 49.0138 8.38624 1 4000 1 https://nazwaproduction.com 200 true 0
suku dayak

Sejarah Suku Dayak : Ragam Adat Istiadat dan Kebudayaannya

0 Comments

Suku Dajak atau Dyak atau yang lebih kita kenal dengan suku dayak adalah suku di Indonesia yang mendiami wilayah pedalaman Kalimantan yang penamaannya diberikan oleh para penjajah.

Secara etimologi, istilah Suku Dayak sendiri masih diperdebatkan karena beragam penjelasan.

Menurut Lindblad, kata Dayak sendiri berasal dari bahasa Kenyah “daya” yang memiliki arti hulu sungai atau pedalaman.

Sedangkan menurut King, kata Dayak atau Dajak berasal dari bahasa Melayu “aja” yang memiliki arti asli atau pribumi.

Namun, setelah banyaknya orang yang menyimpulkan arti dari Dayak itu sendiri, Coomans menyimpulkan bahwa Dayak adalah orang-orang yang tinggal di hulu sungai atau pedalaman.

Orang Dayak itu sendiri sebenarnya bukan hanya sebutan untuk satu suku saja melainkan untuk beberapa suku, diantaranya Dayak Tunjung, Dayak Punan, Dayak Kenyah, dan Dayak lainnya.

Kini Suku Dayak dibagi menjadi enam rumpun, yaitu rumpun Kalimantan, Iban, Apokayan, Murut, Ot Danum-Ngaju, dan yang terakhir rumpun Punan.

Kehidupan Suku Dayak masih sangat primitif atau masih belum mengenal dunia luar atau jauh dari keramaian teknologi.

Hal inilah yang menarik untuk dibahas dan dipelajari, baik itu sejarahnya, adat istiadat, atau kebudayannya.

Sejarah Suku Dayak

suku dayak

Source : independensi.com

Menurut Coomans (1987) dan didukung oleh Inoue (1999), Suku Dayak adalah suku keturunan imigran dari Provinsi Yunan di Cina Selatan, tepatnya di Sungai Yangtze, Sungai Mekhong, dan Sungai Menan.

Mereka masih satu keturunan dari kerjaan Cina yang mengalami kekalahan dalam peperangan yang kemudian mencoba mengamankan diri dengan cara berpindah-pindah tempat.

Hal ini didukung oleh salah seorang Tokoh Kayan yang menyatakan bahwa Suku Dayak adalah ras Indo Cina yang bermograsi ke Indonesia pada abad ke-11.

Kelompok ini pada awalnya berpindah ke semenanjung Malaysia dan kemudian menyebrang ke bagian Utara Pulau Kalimantan.

Selanjutnya, kelompok ini merasa nyaman menempati pulau tersebut dan mulai tinggal di pulau tersebut namun masih enggan dan takut untuk bertemu dengan kelompok masyarakat manapun.

Hal ini dikarenakan mereka mengalami trauma berat akibat peperangan yang mereka alami sebelumnya sehingga masih ada kekhawatiran pada diri mereka akan terulangnya kejadian tersebut.

Mereka takut bahwa kelompok mereka atau Suku Dayak akan lenyap atau punah sehingga para leluhur mereka membuat pantangan untuk tidak bertemu dengan kelompok lain manapun.

Namun, seiring berjalannya waktu kelompok Suku Dayak telah mengalami beberapa perkembangan seperti beberapa anak dari Suku Dayak sudah mau menjalin komunikasi dengan kelompok lain.

Meskipun masih terdapat beberapa anak suku yang tetap memegang teguh ajaran yang diberikan oleh leluhur mereka dengan tidak menjalin komunikasi dengan kelompok lain manapun.

Adat Istiadat Suku Dayak

suku dayak

Source : rumahkahayan.com

Ciri Khas Suku Dayak

suku dayak

Source : 1.bp.blogspot.com

Suku Dayak  umumnya memakai perhiasan berupa manik-manik yang terbuat dari batu alam yang dibentuk dengan tangan.

Perhiasan tersebut diberi aksesoris lain yang berasal dari hewan hasil buruan, seperti gigi beruang, atau taring beruang atau babi.

Ciri khas Suku Dayak lainnya adalah tato pada kulit mereka yang memiliki makna yang sangat mendalam.

Tato ini merupakan bagian dari tradisi, religi, dan status sosial seseorang dalam masyarakat yang juga dijadikan sebagai bentuk penghargaan terhadap kemampuan seseorang.

Mereka percaya bahwa semakin banyak tato mereka, semakin lapang pula jalan menuju alam keabdian untuk mereka.

Meskipun begitu, tato ini tidak bisa dibuat sembarangan karena ada aturan-aturan adat istiadat yang harus dipatuhi.

Suku Dayak pada awalnya menggunakan Bahasa Austronesia yang masuk dari bagian sebelah utara Kalimantan, yang selanjutnya menyebar hingga ke area pedalaman.

Namun, seiring dengan datangnya kelompok-kelompok dari wilayah lain, Suku Dayak ini kini diperkirakan memiliki banyak bahasa.

Adat Istiadat Suku Dayak

suku dayak

Source : borneo24.com

Suku Dayak hidup dalam teritorial tertentu dengan nilai-nilai budaya, norma, kebiasaan, kelembagaan, dan hukum adat yang mengatur tingkah laku mereka atau yang disebut dengan adat istiadat.

Adat istiadat Suku Dayak, terdiri dari :

  1. Adat perkawinan dan berumah tangga, yang diatur oleh adat ini terdiri dari perkawinan normal, perkawinan dengan non Dayak, dan perkawinan bermasalah.
  2. Adat kehamilan, dalam menjalani masa kehamilan oleh ibu.
  3. Adat kelahiran, dari mulai persalinan hingga paska bayi lahir.
  4. Adat pengobatan, yang terdiri dari pengobatan normal, pengobatan khusus, dan pengobatan balint atau tabib Dayak.
  5. Adat tanda kedewasaan (bagi pria dan wanita).
  6. Adat kematian, dari mulai acara kematian, penguburan, hingga adat setelah penguburan.
  7. Adat warisan, mengatur tentang warisan perceraian, dan warisan meninggal dunia.
  8. Adat perladangan, mengatur tentang syarat-syarat berladang.
  9. Adat buah, yang mengatur dalam menjaga kampung buah dan acara panen buah.

Tradisi Suku Dayak

suku dayak

Source : kilascirebon.com

Adapun tradisi-tradisi unik Suku Dayak yang masih sering dijalankan hingga saat ini, anatara lain :

  • Tradisi Telinga Aru

    Suku dayak

    Source: avonturperjalanan.files.wordpress.com

Tradisi telinga aru merupakan sebuah tradisi dimana Suku Dayak memanjangkan daun telinga mereka.

Biasanya, mereka memanjangkan daun telinga mereka dengan menggunakan anting-anting berbentuk gelang yang terbuat dari tembaga, atau yang dalam Bahasa Kenyah disebut dengan Belaong.

Ada dua jenis anting-anting yang digunakan untuk memanjangkan daun telinga mereka.

Pertama, hisang semhaa yang dipasang di sekeliling lubang daun telinga dan hisang kavaat yang hanya dipakai pada bagian lubang daun telinganya saja..

  • Upacara Adat Suku Dayak

Sebagai masyarakat yang kental akan kebudayaannya, Suku Dayak memiliki beberapa upacara adat, antara lain :

  1. Upacara Tiwah
suku dayak

Source : kaltengtoday.com

Upacara tiwah adalah upacara sakral yang digunakan sebagai ritual mengantarkan tulang belulang orang yang telah meninggal ke Sandung atau rumah kecil yang dibuat khusus untuk mayat.

2. Ngehawa’k

suku dayak

Source : lh3.googleusercontent.com

Upacara ngehawa’k adalah upacara yang dilakukan dalam acara pernikahan dengan cara memperlihatkan benda-benda adat.

Hal ini dilakukan untuk melihat apakah kedua mempelai tersebut keturunan atau bukan dilihat dari banyaknya benda-benda adat yang diperlihatkan.

3. Ngugu Tahu

suku dayak

Source : infodesanews.com

Upacara ngugu tahu adalah upacara yang dilakukan sebagai ungkapan syukur kepada sang pencipta atas segala kenikmatan yang didapatkan.

4. Dahau

suku dayak

Source : 3.bp.blogspot.com

Upacara dahau adalah upacara yang hanya dilakukan oleh kaum bangsawan untuk memberi nama anak yang baru lahir dan dilakukan selama stau bulan penuh.

5. Belian Sentiyu dan Belian Bowo

sukuk dayak

Source : lh3.googleusercontent.com

Upacara ini adalah upacara yang dilakukan sebagai ritual penyembuhan yang dilakukan oleh seorang tabib selama 4 hari 4 malam.

Kebudayaan Suku Dayak

suku dayak

Source : kebudayaan.kemdikbud.go.id

Selain dikenal sebagai suku yang primitif, Suku Dayak juga memiliki beberapa kebudayaan yang unik yang masih berhubungan dengan sejarah Suku Dayak sendiri.

Beberapa kebudayaan Suku Dayak tersebut diantaranya :

  • Pakaian Adat Suku Dayak

    suku dayak

    Source : budayanesia.com

Pakaian adat yang dikenakan oleh Suku Dayak terbagi menjadi dua, yaitu pakaian adat untuk kaum laki-laki dan untuk kaum perempuan.

Pakaian adat ini menggunakan kain dengan motif yang biasanya merujuk pada alam, seperti flora atau fauna.

Motif-motif ini juga bisa menjadi simbol kelas sosial tertentu, seperti kaum bangsawan yang menggunakan motif harimau atau enggang, serta bagi rakyat jelata menggunakan motif flora.

Pakaian-pakaian ini tak jarang digunakan juga untuk acara penyambutan tamu.

Pakaian adat untuk kaum laki-laki disebut dengan Sapei Sadaq dimana untuk atasannya menggunakan rompi serta untuk bawahannya berupa cawat yang biasa disebut dengan Abed ko aq.

Pakaian adat kaum lelaki ini biasa dilengkapi dengan Mandau atau senjata tradisional yang diikatkan pada bagian pinggang.

Sementara untuk kaum perempuan, pakaian adatnya diberi nama Ta’a dimana menggunakan atasan bernama Sapeqi Inoq dengan rok yang dinamakan dengan Ta’a.

Pakaian adat kaum perempuan dilengkapi dengan aksesori berupa kalung manic-manik yang menjulur hingga dada bawah yang dinamai dengan uleng.

  • Rumah Adat Suku Dayak

    suku dayak

    Source : roomah.id

Rumah adat Suku Dayak dinamai dengan Rumah Betang atau Rumah Panjang yang banyak ditemui di wilayah penjuru Kalimantan, khusunya hulu sungai sebagai pusat tempat tinggalnya.

Pada umumnya, Rumah Betang dibuat dalam bentuk panggung dengan ketinggian sekitar 3 sampai 5 meter dari permukaan tanah.

Bentuk rumah panggung ini bertujuan untuk mencegah terjadinya banjir yang mengancam daerah hulu sungai.

Ukuran dari Rumah Betang ini berbeda-beda, ada yang panjangnya mencapai hingga 15 meter dengan lebar mencapai hingga 30 meter.

Ukuran yang besar ini dikarenakan Rumah Betang dihuni oleh suatu komunitas dengan beberapa keluarga yang setiap keluarga diberi satu ruangan dengan sekat-sekat sebagai pemisahnya.

Semua keluarga ini hidup bersama dan saling membantu satu sama lain dengan sistem aturan yang berlaku merujuk pada hokum adat yang telah disepakati bersama.

  • Tarian Adat Suku Dayak

Orang Dayak memiliki sejumlah tarian adat dengan fungsi dan makna tertentu.

Tarian-tarian adat tersebut diantaranya :

  1. Tari Kencet Papatai
suku dayak

Source : 3.bp.blogspot.com

Tari kencet papatai adalah bentuk seni tari bertema  peperangan yang mengisahkan tentang seorang pahlawan Dayak Kenyah yang bertempur melawan musuh hingga penobatan gelar.

Tarian adat ini menonjolkan kelincahan dan kegesitan gerakan tubuh yang ditunjukan dengan semangat para penari dari kaum pria yang berteriak.

Para penarinya menggunakan pakaian adat yang dilengkapi dengan properti perang seperti baju perang, perisai, dan Mandau.

Tarian ini juga diiringi dengan lagu daerah berjudul Sak Paku yang iringan alat musik Sampe.

2. Tari Hudoq

suku dayak

Source : setkab.go.id

Tari hudoq adalah tarian yang digunakan untuk upacara menanam padi oleh orang Dayak Modang atau Dayak Bahau serta bertujuan untuk mengingat jasa para leluhur yang dipercaya telah naik ke kayangan.

Orang Dayak percaya bahwa ketika masa penanaman padi, roh leluhur yang dinamai Jeliwan ToK Hudog ini akan datang untuk membawa kebaikan kepada keturunan mereka.

3. Tari Leleng

suku dayak

Source : pdbifiles.nos.jkt-1.neo.id

Tari leleng merupakan tarian yang mengisahkan percintaan tragis seorang wanita muda bernama Utan Along yang dijodohkan dengan pria yang tidak dicintainya lalu melarikan diri ke hutan.

Penari untuk tarian ini adalah gadis dari Dayak Kenyah yang diiringi dengan lagu Leleng saat pementasannya.

  • Alat Musik Suku Dayak

Suku Dayak juga memiliki alat musik yang biasa dipakai untuk mengiringi tarian-tarian adat, nyanyian lagu daerah, hingga untuk mengiringi upacara adat.

Beberapa alat musik tradisional tersebut diantaranya :

  1. Garantung
suku dayak

Source : i.ytimg.com

Garantung adalah alat musik sejenis gong yang terbuat dari logam seperti kuningan, perunggu, atau besi yang dimainkan dengan cara dipukul dengan alat pemukul khusus sesuai tempo dan ritme tertentu.

  1. Gandang
suku dayak

Source : i.pinimg.com

Gandang adalah alat musik yang memiliki fungsi dan bentuk yang mirip dengan gendang dan digunakan sebagai pengiring tarian adat serta nyanyian lagu daerah.

  1. Kalali
suku dayak

Source : 4.bp.blogspot.com

Kalali adalah alat musik tiup terbuat dari buluh rotan yang dikaitkan pada batang kalali dan diberi 5 buah lubang untuk ditiup sehingga menghasilkan melodi yang merdu.

  1. Tote
suku dayak

Source : gasbanter.com

Tote adalah alat musik tiup yang terbuat dari buluh kecil kering yang diberi 2 hingga 3 lubang untuk mengatur tinggi rendah nada serta pada bagian ujungnya ditambahkan sebuah lidah.

  1. Suling Balawang
suku dayak

Source : dictio.id

Alat musik suling balawung biasa dimainkan oleh wanita Dayak yang terbuat dari bambu berukuran kecil yang diberi 5 buah lubang pada bagian bawah serta 1 lubang pada bagian atasnya.

  • Makanan Khas Suku Dayak

Suku Dayak juga memiliki makanan khas sebagai kebutuhan pokok mereka.

Berikut beberapa diantaranya :

  1. Juhu Singkah / Umbut Rotan
suku dayak

Source : phinemo.com

Umbut rotan atau yang dalam bahasa Dayak Ngaju disebut dengan juhu singkah adalah makanan khas Suku Dayak yang terbuat dari batang rotan muda.

Bahan utama untuk masakan ini dapat dengan mudah ditemukan di hutan tanpa perlu menanamnya terlebih dahulu.

Batang rotan muda kemudian dimasak bersama ikan baung dan terong asam lalu disajikan dengan kuah yang memiliki rasa gurih, asam, dan kepahit-pahitan, dengan sedikit manis.

  1. Kalumpe / Karuang
suku dayak

Source : visitbartim.com

Kalumpe atau karuang adalah jenis makanan berbahan dasar daun singkong yang ditumbuk halus.

Dalam proses pembuatannya, daun singkong yang telah ditumbuk halus menggunakan lisung ini dicampur dengan terong kecil atau terong pipit dan diberi bumbu.

  1. Wadi
suku dayak

Source : asset-a.grid.id

Wadi adalah makanan yang terbuat dari ikan atau daging babi yang dilumuri dengan berbagai bumbu lalau difermentasi.

Lumuran bumbu tersebut terbuat dari tumbukan beras ketan putih atau biji jagung yang telah disangrai.

  • Senjata Tradisional Suku Dayak

Setidaknya, ada 4 jenis senjata asli Suku Dayak yang digunakan untuk berperang, ataupun berburu untuk kehidupan sehari-hari.

Senjata-senjata tersebut diantaranya adalah :

  1. Mandau
suku dayak

Source : matranews.id

Senjata tradisional Suku Dayak yang pertama adalah mandau yang merupakan senjata utama Suku Dayak yang paling sakral dan sering digunakan untuk berperang.

Senjata ini memiliki ciri khas berupa ornamen-ornamen yang cantik yang bahkan beberapa diantaranya dihiasi dengan emas dan perak.

Mandau dipercaya memiliki kesaktian semacam sihir yang konon dapat terbang sendiri mencari korbannya.

  1. Sumpit
suku dayak

Source : indonesiakaya.com

Sumpit merupakan senjata dengan bentuk panjang dengan lubang pada bagian tengahnya yang berfungsi untuk menembakkan jarum-jarum .

Cara menggunakannya adalah dengan ditiup pada bagian lubangnya lalu jarum-jarum yang terkadang diberi racun terlebih dahulu akan melesat seperti peluru.

  1. Lonjo
suku dayak

Source : merahputih.com

Lonjo adalah senjata yang memiliki bentuk seperti tombak panjang dengan besi tajam pada bagian ujungnya.

Selain digunakan untuk berburu, lonjo juga sering dipakai untuk berperang karena dipercaya memiliki nilai magis yang dapat membuat pemiliknya menjadi lebih kuat.

Senjata ini memiliki dua bagian, yaitu mata tombak yang terbuat dari besi yang dilancipkan pada bagian ujungnya, dan bagian gagang yang terbuat dari kayu khusus.

  1. Dohong
suku dayak

Source : photo.reqnews.com

Senjata Suku Dayak yang terakhir adalah dohong yang memiliki bentuk seperti pisau panjang dengan lekukan yang khas.

Senjata ini merupakan benda yang cukup sakral dimana tak sembarang orang dapat menggunakannya, namun sering digunakan juga untuk upacara adat.

perubahan iklim
Previous Post
Penyebab Perubahan Iklim dan Dampaknya
adat istiadat
Next Post
Mengenal Adat Istiadat dan Norma Adat

0 Comments

Leave a Reply

error: Content is protected !!