15 49.0138 8.38624 1 4000 1 https://nazwaproduction.com 200 true 0
selamat hari raya

Selamat Hari Raya : Hari Raya Keenam Agama di Indonesia

0 Comments

” Selamat hari raya ” ucapan tersebut memang sering kita ucapkan kepada saudara-saudara kita yang tengah merayakan hari besar agamanya masing-masing.

Bagaimana tidak, Indonesia memang dikenal dengan keberagaman agamanya.

Seluruh warga negara Indonesia memiliki hak untuk memilih atau menganut agama atau kepercayaannya masing-masing.

Hal ini sesuai dengan Pasal 28E ayat 1 UUD 1945 yang berbunyi, “setiap orang berhak memeluk dan beribadat menurut agamanya”.

Agama di Indonesia

selamat hari raya

Source : okeline.com

Sebelum membahas lebih jauh mengenai agama yang ada di Indonesia beserta dengan hari rayanya, alangkah lebih baik untuk membahas terlebih dahulu mengenai apa itu agama.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), agama adalah suatu sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan manusia kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Agama juga merupakan sebuah tata (aturan) kaidah yang berhubungan dengan pergaulan antara sesama manusia serta antara manusia dengan lingkungannya.

Istilah agama sendiri sebenarnya beraasal dari bahasa Snaskerta yang memiliki arti tradisi.

Terdapat istilah lain yang memiliki pengertian yang sama dengan agama, yaitu religi.

Religi sendiri berasal dari kata “religio” dalam bahasa latin yang berarti mengikat kembali.

Mengikat disini memiliki arti bahwa seseorang telah mengikat dirinya kepada Tuhan, yaitu untuk menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Indonesia sendiri merupakan negara yang demokratis yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kedaulatan rakyat.

Oleh karena itu, setiap penduduknya diberi kebebasan untuk menjalankan haknya selama haknya tersebut tidak bertentangan dengan norma, termasuk dalam memilih agama yang ingin dianutnya.

selamat hari raya

Source ; lh3.googleusercontent.com

Hal ini berkolerasi dengan nilai yang terkandung dalam ideology bangsa Indonesia yaitu Pancasila sila pertama yang berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

Di Indonesia, terdapat setidaknya 6 agama yang telah diakui, yaitu agama Islam, Kristen Katholik, Kristen Protestan, Hindu, Buddha, dan Kong hu chu.

Karena banyaknya perbedaan inilah yang membuat Indonesia semakin unik dan dikenal akan sifat toleransinya yang tinggi.

Hari Raya Agama di Indonesia

selamat hari raya

Source : mui.or.id

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, di Indonesia sendiri terdapat sekitar 6 agama resmi yang diakui yang telah dijamin untuk mendapat bantuan-bantuan berupa jaminan perlindungan.

Hal ini telah dituangkan dalam pasal 29 ayat 2 Undang Undang Dasar 1945.

Masing-masing agama setiap tahunnya memiliki hari khusus yang biasa kita sebut dengan hari raya, dimana setiap agama memiliki waktu dan cara perayaan yang berbeda pula.

Dalam kalender Indonesia, pada perayaan hari raya setiap agama tersebut menjadi menjadi hari libur nasional atau yang sering kita sebut dengan tanggal merah.

Berikut hari raya keenam agama yang ada di Indonesia.

Hari Raya Agama Islam

selamat hari raya

Source : cdn-brilio-net.akamaized.net

Dalam Islam sendiri, terdapat dua jenis hari raya.

Kedua jenis hari raya tersebut adalah hari raya Idul Fitri dan hari raya Idul Adha.

Uniknya, kedua hari raya tersebut dilaksanakan sesuai dengan kalender hijriah, sehingga kedua hari raya tersebut akan jatuh pada bulan dan tanggal yang berbeda pada kalender masehi.

Hari raya Idul Fitri dilaksanakan setiap tanggal 1 Syawal menurut kalender Islam.

Adapun hari raya Idul Adha dilakukan setiap tanggal 10 Dzulhijjah yang mana bulan tersebut merupakan bulan terakhir tahun hijriyah dalam penanggalan Islam.

Pada kedua hari raya tersebut, seluruh umat Islam akan melaksanakan ibadah berupa shalat ied di sebuah tanah yang lapang.

Sebelum melaksanakan hari raya Idul Fitri, seluruh umat Islam akan melaksanakan ibadah puasa yang dilakukan selama satu bulan penuh pada bulan Ramadhan.

Sedangkan hari raya Idul Adha jatuh pada 70 hari setelah perayaan hari raya Idul Fitri yang ditandai dengan penyembelihan hewan ternak seperti sapi ataupun domba.

Oleh karena itu, hari raya Idul Adha ini sering juga disebut sebagai hari kurban.

Hari raya Idul Adha ini diperingati ketika Nabi Ibrahim yang bersedia mengorbankan putranya sendiri yaitu Nabi Ismail untuk Allah SWT.

Hari Raya Agama Kristen

selamat hari raya

Source : jaringanprima.co.id

Hari raya agama Kristen adalah Natal yang setiap tahunnya diperingati pada tanggal 25 Desember.

Hari raya Natal ini berlaku untuk seluruh umat Kristen, baik itu umat Kristen Protestan atupun umat Kristen Katholik.

Istilah Natal sendiri berasal dari bahasa Latin “Dies Natalis” yang berarti hari lahir.

Ini karena, hari raya Natal ini merupakan sebuah peringatan atas lahirnya Tuhan Yesus Kristus oleh seorang perawan yang bernama Maria.

Pada malam natal yaitu tanggal 24 Desember malam, seluruh umat kristiani melaksanakan kebaktian malam.

Kemudian dilanjutkan dengan kebaktian pagi pada pagi hari tanggal 25 Desember.

Umumnya pada hari raya Natal ini, umat Kristiani melakukan beberapa tradisi seperti menghias pohon natal, kartu natal, bertukar hadiah dengan anggota keluarga, serta kisah mengenai Santa Klaus.

Tradisi-tradisi terasebut sebenarnya merupakan tradisi Natal yang berasal dari Barat.

Hari Raya Agama Buddha

selamat hari raya

Hari raya agama Buddha disebut dengan Waisak atau Waisaka.

Istilah ini sendiri berasal dari bahasa Sanskerta “Vaisakha”, sehingga hari raya Waisak ini dikenal pula dengan nama Visakah Puja.

Berbeda dengan hari raya umat Kristiani yang memiliki penanggalan tetap, hari raya umat agama Buddha tidak memiliki tanggal yang tepat.

Yang jelas, hari raya ini dilaksanakan pada bulan Mei ketika waktu terang bulan (purnama sidhi).

Hari raya Waisak ini dilakukan untuk memperingati tiga peristiwa penting yang dinamakan dengan “Trisuci Waisak”.

Yang mana ketiga peristiwa tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Lahirnya Siddharta Gautama pada tahun 625 Sebelum Masehi di Taman Lumbini.
  2. Siddharta Gautama mencapai Penerangan Agung dan kemudian menjadi Buddha-Gayapada tahun 588 Sebelum Masehi ketika ia berusia 35 tahun.
  3. Siddharta Gautama parinivvana atau wafat pada tahu 543 Sebelumk Masehi, ketika ia telah mencapai usia 80 tahun yang bertempat di Kusinara.

Keputusan merayakan Trisuci Waisak ini sendiri telah dinyatakan dalam World Fellowship of Buddhists (WFB) atau yang dikenal dengan Konferensi Persaudaraan Sedunia.

Konferensi ini dilakukan pertama kali di Sri Langka pada tahun 1950.

Umat agama Buddha merayakan hari raya Waisak ini dengan melakukan beberapa ritual termasuk semedi atau mediasi.

Di Indonesia sendiri, perayaan hari raya Waisak ini dipusatkan secara nasional di komplek Candi Borobudur, Jawa Tengah.

Hari Raya Agama Hindu

selamat hari raya

Source : i.ytimg.com

Sama halnya dengan agama lain yang memiliki kalender untuk penanggalan hari rayanya, umat Agama Hindu juga memiliki kalender untuk penanggalan hari raya mereka.

Hari raya umat agama Hindu didasarkan atas Kalender Saka (kalender nasional India) dan Kalender Bali (kalender yang digunakan orang Hindu di Bali).

Berdasarkan kedua kalender tersebut, hari raya umat agama Hindu dibagi kembali menjadi beberapa bagian.

· Berdasarkan Kalender Saka

selamat hari raya

Source : cdn.idntimes.com

Berdasarkan kalender Saka, hari raya umat agama Hindu dibagi menjadi dua, yaitu:

  1. Hari Raya Nyepi, hari raya yang dilaksanakan setiap tahun baru Saka tepatnya pada hitungan Tilem Kesanga (IX).

Penganut ajaran Hindu percaya bahwa pada hari tersebut merupakan hari penyucian dewa-dewa yang berada di pusat samudera.

Uniknya, pada perayaan hari raya Nyepi, umat agama Hindu tidak melakukan aktifitas apapun sehingga seluruh kegiatan pun ditiadakan.

  1. Hari Raya Siwaratri, hari raya yang dilaksanakan setiap tahunnya pada malam ke-14/hari ke-14 di bulan Magha pada penanggalan Hindu.

Pada hari tersebut, umat agama Hindu mengadakan sebuah festival dengan mempersembahkan daun Bael atau Bilwa kepada Siwa sebagai bentuk peringatan hari turunnya Siwa.

· Berdasarkan Kalender Bali

selamat hari raya

Source : lokerbali.info

Berdasarkan kalender Baku, hari raya umat agama Hindu dibagi menjadi lima, yaitu:

  1. Hari Raya Galungan, hari raya yang dirayakan oleh umat Hindu di Bali setiap 210 hari sekali dengan menggunakan kalender Bali (1 bulan dalam kalender Bali sama dengan 35 hari).

Hari raya galungan ini akan dilaksanakan pada hari Buddha Kliwon Dungulan atau rabu kliwon dugulan.

Pada hari itulah, seluruh umat agama Hindu memperingati hari kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kejahatan).

  1. Hari Raya Kuningan, hari raya yang dilaksanakan pada hari Saniscara (Sabtu), Kliwon, dan wuku kuningan, yaitu sepuluh hari setelah hari raya Galungan.

Perayaan hari raya Kuningan ini merupakan bentuk pemujaa n terhadap para Deva atau Pitara untuk turun melaksanakan pensucian serta mukti, dan untuk menikmati sesaji yang telah dipersembahkan.

  1. Hari Raya Saraswati, diperingati sebagai turunnya ilmu pengetahuan dimana umat agama Hindu akan melakukan pemujaan pada Dewi Saraswati yaitu Dewi Ilmu Pengetahuan dan Seni.

Pemujaannya dilaksanakan setiap 210 hari dengan menggunakan kalender Bali tepatnya pada Saniscara (Sabtu), Umanis (Legi), dan Watugunung.

selamat hari raya

Source : denpasartourism.com

  1. Hari Raya Banyu Pinaruh, hari dimana umat agama Hindu memohon sumber air pengetahuan yang bertujuan untuk pembersihan dan kesucian diri.

Pelaksanaannya sendiri dilakukan sehari setelah hari raya Saraswati.

  1. Hari Raya Pagerwesi, hari raya ini dilaksanakan setiap Rabu Kliwon wiku Sinta yang dilakukan dengan melakukan sembahyang mulai dari Sanggah hingga ke Pura.

Sembahyang ini bertujuan untuk memuliakan Ida Sanghyang Widhi Wasa yang merupakan manifestasi dari Sanghyang Pramesti Guru.

Hari Raya Agama Kong Hu Chu

selamat hari raya

Source : assets.pikiran-rakyat.com

Hari raya agama Kong Hu Chu adalah hari raya Imlek.

Sama seperti hari raya agama lainnya, agama Kong Hu Chu juga memiliki kalender khusus untuk penanggalan hari rayanya.

Penanggalan hari raya Imlek ini berdasarkan kepada kalender Suryacandra (kalender lunisolar), yaitu kalender yang menggunakan fase bulan sebagai acuan utama dengan menambahkan pergantian musim.

Umat agama Kong Hu Chu melaksanakan hari raya Imlek ini pada bulan pertama di penanggalan Tionghoa tepatnya dimulai pada hari pertama hingga hari ke-15 atau yang disebut sebagai Cap Go Meh.

Imlek ini juga dikenal sebagai tahun baru serta hari libur besar untuk orang Tionghoa.

selamat hari raya

Source : st3.depositphotos.com

Sedangkan menurut kalender Gregorian, tahun baru Imlek ini akan jatuh pada tanggal yang berbeda setiap  tahunnya, yaitu sekitar tanggal 21 Januari hingga 20 Februari.

Kalender Gregorian inilah yang memperkenalkan adanya ke-12 bio hewan, yaitu tikus, kerbau, macan, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam, anjing, dan babi.

Perayaan Tahun Baru Imlek ini dilakukan selama 15 hari, lalu selama 15 hari tersebut, penganut agama Kong Hu Chu melakukan beberapa tradisi keagamaan.

Yang mana pada hari pertama umat agama Kong Hu Chu melakukan berbagai ucapara keagaamaan.

Kemudian pada hari terakhir atau hari ke-15 yang dikenal sebagai hari Cap Go Meh, seluruh umat agama Kong Hu Chu akan turun kejalan untuk mengadakan Festival Lentera.

Ucapan Selamat Hari Raya Untuk Keenam Agama di Indonesia

selamat hari raya

Source : i2.wp.com

Mengucapkan selamat atas hari-hari besar agama lain seperti hari raya mereka dianggap sebagai salah satu bentuk toleransi beragama yang dapat mempererat tali persaudaraan antar sesama manusia.

Ucapan selamat tersebut bukan hanya sekedar basa basi belaka melainkan juga merupakan sebuah pengharagaan atas kebahagiaan yang dirasakan umat agama lain atas hari besar mereka.

Berikut beberapa ucapan selamat untuk setiap agama yang ada di Indonesia yang dapat kamu ungkapkan kepada saudara-saudara dari agama lain.

Ucapan Selamat Hari Raya Islam

selamat hari raya

Source : bersamadakwah.net

Umumnya masyarakat Indonesia mengucapkan “Minal Aidin wal Faidzin” sebagai ungkapan untuk hari raya Idul Fitri maupun Idul Adha.

Atau kadang menambahkannya menjadi “Minal Aidin wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin”.

Namun nyatanya, menurut sebagian besar ulama, ungkapan tersebut tidaklah berdasarkan atas sunnah Nabi Muhammad SAW.

Kita dapat mengucapkan “Taqabbalallahu minna wa minkum” sebagai ucapan selamat atas hari besar agama Islam.

Ungkapan tersebut bermakna “semoga Allah menerima amal kami dan kalian”.

Untuk non-muslim sendiri biasanya mengatakan “Selamat hari raya Idul Fitri / selamat hari raya Idul Adha”.

Ucapan Selamat Hari Raya Natal

selamat hari raya

Source : globenews247.com

Umumnya, ketika hari raya Natal tiba, kita dapat mengucapkan selamat natal dengan ungkapan “Merry Christmas” atau orang-orang biasa menyingkatnya dengan Merry X-mas.

Untuk mengucapkan selamat Natal, kamu dapat menggunakan ucapan berbahasa Inggris.

“Very merry Christmas. May your Christmas become a wonderful in every way”.

Ucapan Selamat Hari Raya Waisak

selamat hari raya

Source : loveindonesia.com

Pada hakikatnya, agama manapun ketika mengucapkan selamat atas hari besar mereka selalu dibarengai dengan doa-doa dan harapan mereka.

Tak terkecuali dengan agama Buddha, ketika mengucapkan selamat atas hari raya Waisak, kamu juga dapat menambahkan doa dan harapan seperti contoh berikut.

“Selamat hari raya Waisak. Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta (Semoga selutuh makhluk hidup bahagia)”.

“Selamat hari trisuci Waisak, semoga Tuhan Buddha selalu menerangi mu pada jalan kedamaian”.

Ucapan Selamat Hari Raya Nyepi

selamat hari raya

Source : lh3.googleusercontent.com

Umumnya, untuk ucapan selamat kamu dapat menggunakan ungkapan dengan Bahasa Bali sebab di Indonesia sendiri, penduduk Hindu terbanyak berada di Pulau Bali.

Kamu dapat mengucapkan selamat hari raya Nyepi dengan ucapan:

“Rahina nyanggra rahina Nyepi (Selamat menyambut hari Nyepi), dumogi iraga sareng sami pageh nglaksanayang Catur Brata Nyepi (Semoga kita tetap kukuh melaksanakan Catur Brata Nyepi)”.

“Selamat tahun baru Saka. Selamat melaksanakan Catur Brata penyepian”.

Ucapan Selamat Hari Raya Imlek

selamat hari raya

Source : i.ytimg.com

Umumnya, kita mengenal ungkapan “Gōngxǐ fācái” yang dalam Bahasa Mandarin berarti “selamat dan semoga banyak rejeki”.

Namun, kamu juga dapat menggunakan beberapa ungkapan berikut seperti:

“Kung hei fat choi” berasal dari Bahasa Kantonis.

“Kiong hi huat cai” berasal dari Bahasa Hokkien.

“Kiong hi fat choi” berasal dari Bahasa Hakka.

Namun, karena Imlek ini merupakan perayaan tahun baru jadi mereka juga sering mengucapkan beberapa kalimat berikut yang bermakna “selamat tahun baru”.

Ungkapan-ungkapan tersebut diantaranya seperti:

Xīnnián kuàilè” (新年快乐/新年快樂)

Guònián hǎo” (过年好)

Bàinián le” (拜年了)

Bàinián la” (拜年啦)

Atau “Chūnjié hǎo” (春节好/春節好) yang bermakna “bagus untuk festival musim semi”.

toleransi beragama
Previous Post
Pengertian Toleransi Beragama dan Contohnya
ibadah puasa
Next Post
Mengenal Ibadah Puasa di Bulan Ramadhan

0 Comments

Leave a Reply

error: Content is protected !!