15 49.0138 8.38624 1 4000 1 https://nazwaproduction.com 200 true 0
Sampah Organik

Mengenal Sampah Organik dan Sampah Anorganik

0 Comments

Sampah merupakan material hasil buangan suatu produk atau barang yang sudah tidak digunakan lagi dari proses produksi baik itu industri atau domestik(rumah tangga). Begitu juga dengan Sampah Organik.

Berdasarkan sifatnya, sampah dibagi menjadi dua jenis, yakni sampah organik dan sampah anorganik.

Dalam artikel ini, kita akan mengenal apa itu sampah organik dan sampah anorganik.

 

Pengertian Sampah Organik dan Sampah Anorganik

Sampah Organik

Source : i.ytimg.com

Sampah organik adalah sampah yang berasal dari makhluk hidup yang ada di dunia seperti tumbuhan, hewan, sisa aktivitas manusia, atau hasil olahan dari hal-hal tersebut.

Sampah organik ini memiliki sifat yang mudah membusuk dan mudah terurai secara alami oleh bakteri tanpa adanya campur tangan manusia.

Sampah ini disebut juga sebagai sampah yang ramah lingkungan karena jenis sampah ini dapat di daur ulang untuk dijadikan barang yang bermanfaat.

Sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang dihasilkan dari bahan-bahan non-hayati  dan sulit terurai.

Jenis sampah ini tergolong sampah yang dapat mencemari lingkungan karena memiliki zat yang sulit terurai dan akan tertimbun dalam tanah untuk waktu yang lama.

Sehingga sampah anorganik akan menyebabkan rusaknya lapisan tanah.

Jenis-Jenis Sampah Organik dan Contohnya

Sampah Organik

Source : usaharumahan.id

Berdasarkan jenisnya, sampah organik terbagi menjadi dua yakni sampah organic basah dan sampah organic kering.

1. Sampah Organik Basah

Sampah organik basah adalah sampah organik yang mempunyai banyak kandungan air di dalamnya.

Contohnya adalah  sisa sayuran dan buah-buahan seperti kulit bawang, kulit pisang, buah yang sudah busuk, kotoran hewan dan manusia, dan sejenisnya.

Kandungan air yang cukup tinggi inilah yang membuat sampah ini akan lebih cepat membusuk dan menimbulkan bau busuk yang menyengat.

2. Sampah Organik Kering

Sampah organik kering adalah sampah organik yang memiliki sedikit kandungan air di dalamnya.

Proses penguraian sampah organic kering pada umumnya lebih lama dibandingkan dengan sampah organic basah.

Contoh sampah organic kering  adalah kertas, ranting pohon, daun kering, dan sejenisnya.

Sementara sampah anorganik contohnya adalah sisa pengolahan industri seperti limbah pabrik atau proses pengolahan rumahan seperti botol kaca, bungkus makanan ringan, kain, dan sejenisnya.

Dampak Negatif Sampah Organik dan Sampah Anorganik

Sampah Organik

Source : 99.co/id

Jika dibiarkan menumpuk tanpa pengolahan yang baik, sampah akan menimbulkan dampak negative yang dapat membahayakan.

Lalu apa saja dampak negatif tersebut ?

Berikut beberapa dampak negatif dari sampah organic dan sampah anorganik.

1. Dapat menimbulkan gangguan kesehatan

Sampah yang menumpuk akan membuat tumbuhnya berbagai jenis bakteri, jamur, virus, maupun parasit lainnya yang dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.

Gangguan kesehatan yang dapat ditimbulkan seperti diare, demam berdarah, diare, tipus, dan berbagai penyakit lainnya.

2. Pencemaran bau

Sampah terutama sampah organic akan menimbulkan bau yang menyengat.

Hal ini disebabkan karena adanya unsur Nitrogen dan senyawa amonia dalam sampah organic.

Senyawa ini biasanya berupa gas yang dapat menimbulkan bau yang menyengat.

3. Menyebabkan eutrofikasi

Bila sampah masuk ke perairan secara berlebihan akan menyebabkan  eutrofikasi.

Eutrofikasi adalah masalah lingkungan hidup yang disebabkan karena pencemaran air oleh mikroorganisme yang tumbuh di air akibat sampah yang menumpuk.

4. Penurunan kualitas lingkungan

Sampah seperti limbah yang berbentuk cair jika meresap ke saluran air akan mencemari berbagai sumber air seperti tanah, sungai, hingga laut.

Kondisi ini tentu akan sangat berbahaya bagi makhluk hidup.

Selain itu, sampah cair yang dibuang ke air akan berubah menjadi asam dan gas cair organic yang akan menimbulkan bau serta jika dalam konsentrasi yang tinggi bahkan bisa meledak.

5. Menyebabkan polusi udara

Sampah yang dibakar akan menimbulkan asap yang dapat menyebabkan polusi udara.

Asap tersebut mengandung CO2, metan, dan polycyclik aromatik hidrocarbin yang dapat menyebabkan berbagai penyakit infeksi saluran pernafasan, gangguan syaraf dan jantung, hingga kanker.

Selain itu, sampah yang dibakar di tanah bahkan bisa menyebabkan tanah menjadi tidak subur.

6. Menyebabkan bencana alam

Sampah yang dibiarkan menumpuk juga akan menyebabkan bencana alam seperti banjir.

Sampah yang menumpuk di sungai misalnya, akan menghambat aliran air sehingga menyebabkan meluapnya air yang biasa kita sebut banjir.

7. Merusak keindahan lingkungan

Sampah yang menumpuk tentunya akan mengurangi keindahan lingkungan.

8. Menyebabkan terjadinya hujan asam

Sampah hasil kegiatan industrI pabrik berupa SO2 dan NO2  yang ikut larut dalam air hujan akan menyebabkan terjadinya hujan asam.

Hujan asam akan merusak bangunan-bangunan yang menggunakan logam karena bersifat korosif.

9. Mengurangi kualitas makanan manusia

Sampah plastic yang di buang ke perairan, akan sangat berbahaya bagi biota air.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Ecoton yang mencoba membedah 168 lambung ikan ada di sungai Surabaya, ditemukan mikroplastik pada semua ikan tersebut.

Mikroplastik ini adalah potongan plastik berukuran sangat kecil yang tidak akan hancur ketika dicerna dan sangat berbahaya bagi pencernaan karena mengandung racun.

Dampak Positif Sampah Organik dan Sampah Anorganik

Meskipun memiliki banyak dapak negatif, namun sampah juga memiliki banyak dampak positif yang dapat dimanfaatkan jika diolah dengan cara yang baik.

Inilah beberapa dampak positif sampah organic dan sampah anorganik.

1. Dapat di daur ulang

Sampah Organik dan Anorganik

Source : pertamina.com

Sampah anorganik dapat di daur ulang menjadi bahan baru yang lebih bermanfaat.

2. Dapat dijadikan kerajinan tangan

Sampah Organik dan Anorganik

Source : mesinpencacahplastik.id

Sampah anorganik seperti botol, kaleng, dan sejenisnya dapat dijadikan sebagai kerajinan tangan.

Selain dapat mengasah kreatifitas, kerajinan tangan ini juga menghasilkan barang yang lebih bernilai.

Sampah organic seperti batok kelapa juga dapat dijadikan berbagai barang bermanfaat seperti centong, dan peralatan masak lainnya.

3. Sebagai pakan ternak

Pakan Ternak dari sampah

Source : c2penyuluhan2016.files.wordpress.com

Sampah organic seperti daun pisang dapat dimanfaatkan sebagai tambahan untuk pakan ternak seperti domba, kambing, dan sapi.

Bahkan saat ini, sampah organik juga banyak dijadikan sebagai pellet untuk ayam maupun ikan.

4. Dapat diolah menjadi kompos dan pupuk sederhana

Sampah Organik dan Anorganik

Source : bisnisukm.com

Sampah organic seperti buah-buahan dan sayuran busuk dapat dijadikan sebagai kompos dan pupuk sederhana yang dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman.

5. Dapat dijadikan biogas dan listrik

Sampah Organik dan Anorganik

Source : risetcdn.jatimtimes.com

Sampah organic seperti tempe, tahu, kotoran hewan maupun kotoran manusia dapat dijadikan sebagai bahan utama untuk membuat biogas dan dapat menjadi sumber listrik.

Prinsip Pengelolaan Sampah

sampah Organik dan Anorganik

Source : i.ytimg.com

Setiap harinya, produksi sampah di dunia terus mengalami peningkatan.

Menurut Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), produksi sampah yang dihasilkan Indonesia dalam sehari bisa mencapai hingga 175 ribu ton per hari.

Itu berarti rata-rata satu orang penduduk Indonesia bisa menghasilkan 0.7 kg sampah per harinya.

Produksi sampah yang terus mengalami peningkatan ini dapat menimbulkan ancaman yang serius bagi kesehatan lingkungan.

Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan sampah dengan cara pengolahan yang tepat sehingga memiliki nilai ekonomis.

Penglolaan sampah dapat dilakukan dengan prinsip 4R, yakni Reduce, Reuse, Replace, dan Recycle.

Prinsip 4R ini dapat dicoba oleh semua orang dan kapan saja untuk menangani banyaknya produksi sampah.

1. Reduce (Mengurangi)

Prinsip pengolahan sampah yang pertama adalah dengan mengurangi jumlah sampah.

Masyarakat dapat mengurangi jumlah sampah dengan menerapkan konsep gaya hidup zero waste lifestyle.

Zero waste lifestyle adalah prinsip bebas sampah yang dapat dilakukan masyarakat dengan melakukan hal-hal sederhana seperti mencoba mengurangi penggunaan barang-barang sekali pakai yang dapat menghasilkan banyak sampah dengan barang-barang yang dapat digunakan berulang kali.

Contohnya membawa tempat minum dan kotak makan sendiri ketika membeli makanan di luar, menggunakan sedotan dari logam alih-alih sedotan plastik, serta mengurangi pemakaian kantong  kresek digantikan dengan kantong dari kain.

2. Reuse (Menggunakan kembali)

Prinsip yang dapat kamu coba selanjutnya adalah dengan menggunakan kembali sampah secara langsung dengan fungsi yang masih sama ataupun berbeda.

Prinsip ini menekankan pemanfaatan kembali sampah untuk sesuatu yang dapat digunakan.

Sebagai contoh, botol air kemasan dan ban mobil dapat digunakan sebagai pengganti pot untuk tanaman, atau menggunakan kantong kresek berulang kali.

3. Replace (Menempatkan kembali)

Prinsip pengolahan sampah replace dapat dilakukan dengan menempatkan kembali fungsi dari sampah itu sendiri.

Misalnya sampah organik yang dapat dijadikan sebagai kompos dan pupuk, serta sumber listrik dan biogas dengan bantuan manusia dan teknologi.

4. Recycle (Mendaur ulang)

Prinsip pengolahan sampah yang terakhir adalah recycle, yakni mendaur ulang sampah melalui beberapa tahapan pengolahan agar menjadi barang yang lebih berguna.

Berikut beberapa jenis sampah yang dapat di daur ulang berdasarkan Kementrian Kesehatan RI :

a. Sampah kertas

Langkah paling sederhana yang dapat kamu lakukan dalam mengelola sampah kertas adalah dengan mengumpulkan kertas-kertas yang tidak terpakai lagi untuk diberikan kepada bank sampah.

Bank sampah adalah tempat mengumpulkan sampah yang sudah dipilah untuk diberikan kepada para pengrajin atau ke tempat pengepul sampah.

Nantinya, sampah kertas ini akan dijadikan berbagai kerajinan tangan yang menarik seperti dijadikan topeng, patung, atau diolah kembali menjadi kertas, dan kerajinan lainnya.

b. Sampah kaleng

Sampah kaleng adalah salah satu jenis sampah yang sulit untuk terurai.

Sampah kaleng bahkan membutuhkan waktu hingga ratusan tahun lamanya untuk terurai di dalam tanah.

Oleh karena itu, sebisa mungkin kita harus bisa memanfaatkan sampah ini dengan mendaur ulangnya.

Sampah kaleng bekas minuman atau cat dapat dijadikan sebagai pengganti pot tanaman, atau digunakan kembal menjadi wadah untuk menyimpan barang.

c. Sampah botol kaca

Sama seperti sampah kaleng, sampah ini juga sulit untuk terurai di tanah.

Bahkan sampah botol kaca memerlukan waktu yeng lebih lama untuk terurai dibandingkan dengan sampah kaleng.

Namun, daripada membuangnya, sampah botol kaca dapat diberikan kepada bank sampah untuk di oalah kembali menjadi botol kaca yang baru.

d. Sampah plastik

Jika kamu menemukan sampah plasik di sekitar rumah, sebaiknya tidak membuangnya.

Kamu dapat mendaur ulang sampah plastik menjadi barang yang lebih berharga.

Misalnya sampah plastik bekas kemasan makanan dan minuman menjadi kerajinan tangan seperti membuat tas atau dompet dari bungkus kopi, ataupun membuat tikar dari anyaman plastic detergen.

e. Sampah kain

Salah satu sampah yang sering kita abaikan adalah sampah kain.

Pakaian-pakaian yang sudah tidak layak pakai bisa beralih fungsi menjadi berbagai barang seperti lap dapur, atau kain untuk mengepel.

Sampah kain juga bisa dijadikan berbagai kerajinan tangan seperti taplak meja, tutup dispenser dan kulkas, bahkan selimut, serta kerajinan tangan lainnya.

Pentingnya Mengelola Sampah

Mengolah Sampah Organik dan Anorganik

Source : katadata.co.id

Setelah mengenal dan mempelajari prinsip pengelolaan sampah, sebenarnya apakah kita perlu melakukan hal tersebut ?

Dan apa pentingnya melakukan hal tersebut untuk kita ?

Berikut ini latar belakang pentingnya mengelola sampah :

1. Tujuan utama pengolahan sampah adalah untuk menghemat sumber daya alam.

Sumber daya alam yang secara terus terusan dikuras dapat dikurangi dengan mengolah sampah secara benar dan tepat.

2. Pengolahan sampah yang tepat guna dapat menghemat penggunaan energy sehingga lingkungan menjadi lebih asri.

3. Pengelolaan sampah yang benar dan tepat akan menghemat lahan untuk pembuangan akhir sampah. Sehingga keberadaan lalat dan bau busuk menjadi berkurang.

4. Banyaknya penyakit yang muncul jika sampah tidak diatasi dengan baik.

5. Sampah yang ada disuatu kawasan akan mencerminkan identitas suatu kawasan dan budaya masyarakat disekitar kawasan tersebut.

Jenis-Jenis Tempat Sampah

Sampah Organik dan sampah lainnya

Source : cdn1.productnation.co

Sampah yang berserakan tentu akan sangat mengganggu dan akan membuat kita merasa tidak nyaman.

Solusi agar sampah tidak berserakan adalah dengan membuangnya ke tempat sampah.

Namun jangan sembarangan dalam membuang sampah.

Membuang sampah haruslah dilakukan dengan tepat sehingga ketika sampah-sampah tersebut di sorting atau dipilah akan lebih memudahkan untuk dikelola.

Kegiatan memilah sampah ini selain mudah dilakukan namun juga dapat melatih diri kamu untuk terbiasa menerapkan gaya hidup sehat untuk menjaga kesehatan serta kebersihan lingkunganmu.

Sampah organic dan sampah anorganik memiliki manfaat dan kegunaan yang berbeda pula.

Maka alangkah baiknya kita tidak mencampurkan kedua jenis sampah tersebut.

Kamu juga  mungkin sering melihat berbagai jenis tempat sampah yang ada di jalanan.

Tempat sampah tersebut biasanya memiliki tiga sampai empat jenis dengan warna yang berbeda-beda pula.

Warma tempat sampah tersebut mempunyai fungsi untuk setiap jenis sampah yang berbeda-beda.

Lalu tahukah kamu apa perbedaan tempat-tempat sampah tersebut ?

Berikut penjelasan mengenai warna-warna pada tempat sampah yang perlu kamu ketahui :

1. Tempat sampah berwarna hijau

Sampah Organik

Source : res.cloudinary.com

Tempat sampah berwarna hijau digunakan untuk tempat sampah organic.

Sampah organic mencakup sampah-sampah alami seperti daun-daun yang berguguran, sisa-sisa makanan, dan sejenisnya dapat didaur ulang menjadi pupuk kompos, dan semacamnya.

2. Tempat sampah berwarna kuning

Sampah Organik dan yang lainnya

Source : res.cloudinary.com

Tempat sampah berwarna kuning digunakan sebagai tempat sampah anorganik.

Sampah anorganik mencakup sampah yang biasanya diciptakan oleh mesin dan sulit terurai seperti kaca, kaleng, botol kemasan air minum, dan sebagainya.

Sampah-sampah ini nantinya akan di daur ulang untuk dijadikan barang yang lebih berguna dan memiliki nilai jual.

3. Tempat sampah berwarna merah

Tempat sampah Organik dan Anorganik

Source : slatic.net

Tempat sampah berwarna merah biasa disebut juga dengan B3 yang merupakan singkatan dari Bahan Berhaya dan Beracun.

Sesuai dengan namanya, tempat sampah ini digunakan untuk sampah yang berbahaya seperti pecahan kaca atau sampah beracun seperti sampah yang mengandung bahan-bahan kimia berbahaya.

Dengan memilah sampah B3 ini, kita dapat mengurangi atau menghilangkan resiko berbahaya bagi makhluk hidup.

4. Tempat sampah berwarna biru

Tempat Sampah Organik dan Anorganik

Source : slatic.net

Tempat sampah berwarna biru biasanya ditiadakan di beberapa tempat.

Karena sampah untuk jenis tempat sampah ini adalah sampah kertas yang sebenarnya bisa juga dibuang ke tempat sampah berwarna hijau atau sampah organic.

Namun jika dipisahkan, hal tersebut akan memudahkan proses daur ulangnya.

Pantai Santolo
Previous Post
Keberadaan Pantai Santolo Yang Penuh Sejarah
lingkungan alami
Next Post
Memanfaatkan Daur Ulang Sampah Menjadi Berkah

0 Comments

Leave a Reply

error: Content is protected !!