15 49.0138 8.38624 1 4000 1 https://nazwaproduction.com 200 true 0
Rumah Adat Sumatera Utara

10 Rumah Adat Sumatera Utara Beserta Penjelasannya

0 Comments

Rumah adat Sumatera Utara adalah salah satu ciri keragaman suku budaya di Indonesia.

Indonesia adalah negara kesatuan yang memiliki kekayaan suku bangsa, ras, agama, bahasa daerah, adat istiadat, serta kebudayaannya.

Salah satu kebudayaan yang dimiliki Indonesia adalah keragaman rumah adatnya.

Dari 1.905 km2 luas Indonesia yang kemudian dibagi menjadi 34 Provinsi, masing-masing provinsi tersebut memiliki rumah adat dengan keunikan yang dimilikinya.

Selain menjadi warisan budaya, rumah adat juga sekaligus menjadi identitas suatu suku atau etnis di berbagai wilayah di Indonesia.

Salah satu wilayah Indonesia yang memiliki keragaman etnis adalah Sumatera Utara.

Setelah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah, Sumatera Utara termasuk provinsi yang memiliki populasi jumlah penduduk terbesar keempat di Indonesia.

Hal tersebut membuat Sumatera Utara menjadi provinsi yang multietnis yang setidaknya ada 11 etnis dengan Batak, Nias, dan Melayu sebagai penduduk asli wilayahnya.

Dengan keanekaragaman etnis yang dimilikinya, membuat provinsi satu ini memiliki keragaman rumah adat dengan bentuk dan gaya arsitektur yang dipengaruhi oleh etnis-etnis tersebut.

Setidaknya ada 10 rumah adat di Sumatera Utara yang masih terjaga dengan ciri khas dan keunikannya masing-masing.

Penasaran ? Mari simak ulasan lengkap mengenai 10 Rumah Adat Sumatera Utara beserta penjelasannya di bawah ini.

1. Rumah Adat Sumatera Utara Karo

Rumah Adat Sumatera Utara

Source : 1.bp.blogspot.com

Rumah Adat Karo merupakan rumah adat Sumatera Utara yang paling besar.

Tinggi rumah adat ini bisa mencapai 12 meter serta panjang 10 sampai 20 meter dengan letak yang memanjang dari timur ke barat.

Rumah adat Karo sering disebut juga dengan nama rumah adat Siwaluh Jabu.

Siwaluh Jabu sendiri berasal dari bahasa Karo dengan “Waluh” yang berarti delapan, dan “Jabu” yang berarti rumah.

Jadi, rumah adat Siwaluh Jabu merupakan rumah adat Karo yang memiliki delapan ruangan yang dapat dihuni oleh delapan keluarga dengan masing-masing peran.

Inilah yang membuat rumah adat Karo menjadi rumah adat yang paling besar.

Delapan ruangan tersebut memiliki fungsi atau kegunaannya masing-masing, diantaranya  jabu bena kayu, jabu ujung kayu, jabu sedapur ujung kayu, jabu lepan bena kayu, jabu sedapur lepan bena kayu, jabu lepan ujung kayu, dan jabu sedapur lepan ujung kayu.

Jabu-jabu tersebut dibagi menjadi dua, yakni Jabu Jahe (hilir) dan Jabu Julu (hulu).

Rumah adat ini memiliki struktur bangunan yang tidak memerlukan penyambungan.

Semua komponen seperti balok, tiang, pemikul lantai, kocol, dan lain lainnya dililit menggunakan kayu dan diikat menyilang dengan ijuk untuk menjauhkan rayapan ular.

Rumah adat ini berbentuk panggung dengan bagian kaki rumahnya bertopang pada batu kali yang ditanam dengan kedalaman setengah meter.

Struktur bangunannya terbagi menjadi tiga, yaitu :

  • Bagian atap sebagai dunia atas yang menggambarkan tempat yang disucikan,
  • Bagian badan rumah sebagai dunia tengah yang menggambarkan tempat keduniawian,
  • Bagian kaki sebagai dunia bawah yang menggambarkan tempat kejahatan sehingga biasa digunakan untuk tempat hewan peliharaan.

Baca juga Alat Musik Tradisional Sumatera Utara dan Cara Memainkannya

2. Rumah Adat Sumatera Utara Bolon

Rumah Adat Sumatera Utara

Source : sejarah-negara.com

Rumah Adat Bolon adalah rumah adat yang telah diakui secara nasional sebagai rumah adat Sumatera Utara.

Dulunya, Rumah Adat Bolon digunakan sebagai tempat tinggal dari 13 raja.

13 Raja tersebut diantaranya adalah Raja Ranjinman, Raja Bakkaraja, Raja Baringin, Raja Bonabatu, Raja Raondop, Raja Nagaraja, Raja Batiran, Raja Rahalim, Raja Karel Tanjung, Raja Rajaulan, Raja Atian, Raja Hormabulan, dan Raja Mogam.

Rumah Bolon disebut juga sebagai Rumah Simalungun.

Rumah adat ini memiliki bentuk persegi empat dengan model rumah panggung dengan kolong mencapai tinggi 2 meter.

Kolong tersebut digunakan sebagai gudang atau tempat untuk memelihara hewan ternak.

Rumah ini memiliki tinggi sekitar 1,75 meter dari tanah dengan dilengkapi tangga di bagian tengah badan rumah sehingga tamu yang masuk akan menunduk yang dimaksudkan sebagai penghormatan kepada sang empunya rumah.

Di bagian kaki bangunannya dibuat dengan kayu utuh atau gelondongan yang disusun menyilang dari sudut ke sudut.

Ciri lain Rumah Bolon adalah atapnya berbentuk seperti pelana kuda yang terbuat dari ijuk atau daun rumbia serta diberi limasan berbentuk kepala kerbau lengkap dengan tanduknya.

Kepala kerbau ini menurut Kebudayaan Suku Batak Simalungun merupakan simbol dari kesabaran, keberanian, serta sebagai penolak bala.

Lantai dan dindingnya terbuat dari papan kayu yang tidak dipaku melainkan diikat dengan tali agar kuat dan tidak roboh.

Rumah Bolon terbagi menjadi beberapa bagian dengan fungsi masing-masing, diantaranya ;

  • Jabu bonauntuk kepala keluarga rumah,
  • Jabu soding untuk anak perempuan pemilik rumah, tempat istri para tamu, dan tempat upacara adat,
  • Jabu suhatuntuk anak laki-laki tertua yang telah menikah,
  • Tampar piringuntuk para tamu, dan
  • Jabu Tongatonga ni Jabu Bona untuk seluruh keluarga besar.

Rumah Bolon juga memiliki beberapa jenis, diantaranya adalah rumah Bolon Toba, rumah Bolon Simalungun, rumah Bolon Karo, rumah Bolon Mandailing, rumah Bolon Pakpak, hingga rumah Bolon Angkola.

 

3. Rumah Adat Sumatera Utara Nias

Rumah Adat Sumatera Utara

Source : theinsidemag.com

Rumah Adat Nias berasal dari Kepulauan Nias yang masih termasuk wilayah Sumatera Utara.

Rumah Nias ini terdiri dari dua macam yaitu Omo Hada dan Omo Sebua.

Omo Hada merupakan rumah adat bagi masyarakat Nias pada umumnya, sedangkan Omo Sebua merupakan rumah adat bagi para petinggi adat dan para bangsawan.

Rumah Nias berebentuk rumah panggung dengan tiang-tiang yang tinggi dan besar dari kayu pohon nibung serta beralaskan rumbia.

Bangunannya ada yang berbentuk lonjong seperti telur, dan adayang berbentuk persegi panjang.

Bangunannyapun tidak berpondasi yang tertanam ke dalam tanah, serta sambungannya tidak memakai paku sehingga sangat kuat dan tahan gempa.

Rumah adat ini terbagi menjadi dua ruangan yaitu ruangan depan untuk menerima tamu yang menginap dan bagian belakang untuk keluarga pemilik rumah.

Rumah Adat Nias ini juga terbagi menjadi beberapa seperti Rumah Adat Nias Utara, Rumah Adat Nias Tengah, dan Rumah Adat Nias Selatan.

4. Rumah Adat Sumatera Utara Pakpak

Rumah Adat Sumatera Utara

Source : 4.bp.blogspot.com

Berbeda dengan rumah adat Sumatera Utara lainnnya yang digunakan sebagai hunian, Rumah Pakpak digunakan sebagai tempat bermusyawarah atau tempat menggelar acara-acara adat.

Rumah Pakpak memiliki filosofi bangunan yang unik.

Atapnya terbuat dari bahan ijuk dengan bentuk yang melengkung yang memiliki arti berani memikul resiko dalam mempertahankan adat istiadat.

Terdapat tampuk bumbungan yang dihiasi tanduk kerbau yang memiliki arti semangat kepahlawanan.

Di bagian depannya terdapat dua tiang besar yang memiliki arti kerukunan dalam berumah tangga serta terdapat balok besar yang disebut Melmellon sebagai simbol kesatuan dan persatuan.

Pintu masuknya berada di bawah kolong rumah yang menunjukan kerendahan hati.

Bentuk-bentuk segitiga yang terdapat di Rumah Pakpak menyimbolkan susunan kekeluargaan adat istiadat Puak Pakpak yang terbagi menjadi tiga besar, yaitu :

  • Senani, yaitu saudara kandung laki-laki,
  • Berru, yaitu saudara kandung perempuan, dan
  • Puang, yaitu kemanakan.

 

5. Rumah Adat Sumatera Utara Mandailing

Rumah Adat Sumatera Utara

Source : 2.bp.blogspot.com

Rumah Mandailing disebut juga sebagai Rumah Bagas Godang yang berasal dari bahasa Suku Mandailing dengan Bagas yang berarti rumah dan Godang yang berarti banyak.

Rumah Mandailing memiliki bentuk rumah panggung persegi panjang yang disangga oleh tiang-tiang kayu yang berjumlah ganjil.

Keseluruhan rumah ini terbuat dari kayu, memiliki kolong di bagian bawahnya, serta dilengkapi dengan tangga yang berjumlah tujuh sampe Sembilan anak tangga.

Atapnya berbentuk tarup silengkung dolok dan bangunannya menghadap ke Alaman Bolak, yaitu sebuah halaman yang sangat luas dan datar.

Alaman Bolak ini digunakan sebagai tempat berkumpulnya masyarakat, tempat berbagai proses adat dilakukan, serta dipercaya akan dilindungi raja yang akan memberi keselamatan.

Terdiri dari beberapa ruangan, diantaranya ruang depan, ruang tengah, ruang tidur, dan dapur.

Rumah Mandailing terbagi menjadi beberapa bagian dengan fungsi dan kegunaan masing-masing, diantaranya :

  • Sopo Godang, adalah tempat yang digunakan untuk bermusyawarah, menerima tamu, tempat mengadakan pertunjukan adat istiadat, dan tempat bermalam para musafir.
  • Sopo Jago, adalah tempat duduknya naposo bulung yang akan menjaga desa.
  • Sopo Gondang, adalah tempat menyimpan alat-alat yang dianggap sakral seperti alat-alat seni kerajaan yang biasa disebut dengan Gorgang Sambilan.
  • Sopo Eme, disebut juga sebagai hopuk adalah tempat hasil panen seperti padi yang melambangkan kemakmuran bagi huta.

Sejak zaman dahulu, seluruh bangunan di kompleks Rumah Mandailing atau Bagas Godang ini memang tidak dipagari, sekalipun rumah yang ditempati Raja.

Ini dimaksudkan karena bangunan Rumah Mandailing ini dianggap sebagai milik seluruh masyarakatnya.

Baca juga Makanan Khas Sumatera Utara & Resep Masakannya

6. Rumah Adat Sumatera Utara Angkola

Rumah Adat Sumatera Utara

Source : disk.mediaindonesia.com

Rumah Adat Angkola ditinggali oleh Suku Batak Angkola yang masih satu suku yang sama dengan Suku Batak Mandailing.

Rumah adat Angkola juga disebut sebagai Bagas Godang namun tetap memiliki beberapa perbedaan.

Rumah Angkola menggunakan papan kayu untuk dinding dan lantainya.

Sedangkan untuk atapnya, menggunakan bahan ijuk.

Rumah adat ini juga berbentuk rumah panggung yang memiliki kolong yang tinggi serta tiang penyangga dari kayu yang kuat dan kokoh.

Keunikan rumah adat yang satu ini adalah bangunannya didominasi oleh warna hitam.

7. Rumah Adat Sumatera Utara Melayu

Rumah Adat Sumatera Utara

Source : yuksinau.id

Rumah Adat Melayu dihuni oleh Suku Melayu Deli yang memiliki peran besar terhadap perkembangan Provinsi Sumatera Utara.

Rumah Melayu memiliki desain dan gaya arsitektur yang khas.

Desain dan arsitekturnya memiliki ciri-ciri tradisi adat Melayu yang identik dengan warna hijau atau kuning terutama pada bagian pegangan tangga dan balkonnya.

Rumah melayu juga memiliki bentuk seperti rumah panggung dimana dinding dan lantainya terbuat dari kayu serta atapnya terbuat dari ijuk.

Tiang penyangganya memiliki tinggi 2 meter yang membuat bangunannya tampak kokoh dan megah.

Rumah Melayu memiliki banyak tangga, dua tangga di bagian depan yang terhubung dengan teras depan, serta tangga di samping kanan dan kiri yang tersambung dengan teras atau serambi.

8. Rumah Adat Sumatera Utara Batak Toba

Rumah Adat Sumatera Utara

Source : interaktif.kompas.id

Rumah Adat Batak Toba memiliki bentuk rumah panggung dengan tiang penyangga yang kokoh.

Dinding dan lantainya terbuat dari papan kayu dengan atap ijuk.

Atapnya berbentuk seperti perahu terbalik yang di bagian depannya dihiasi dengan kepala kerbau dan di bagian belakangnya dihiasi dengan ekor kerbau.

Rumah Adat Batak Toba memiliki fungsi utama sebagai tempat tinggal serta sebagai tempat upacara adat.

Di bagian bawah bangunannya terdapat kolong yang berfungsi sebagai tempat untuk memelihara hewan ternak.

Rumah Toba dibagi menjadi dua bagian yaitu Ruma yang digunakan sebagai tempat tinggal keluarga, dan Sopo yang digunakan sebagai tempat penyimpanan atau lumbung.

Rumah Batak Toba memiliki beberapa ruangan tanpa dilengkapi pembatas.

Ruangan-ruangan itu diantaranya adalah :

  • Jabu Bona, yaitu daerah sudut kanan di sebelah belakang dari pintu masuk rumah yang biasa di tempati oleh keluarga pemilik rumah.
  • Jabu Soding, yaitu daerah sudut kiri di belakang pintu rumah yang biasa di tempati oleh anak anak gadis yang belum
  • Jabu Suhat, yaitu daerah sudut kiri di depan dekat pintu masuk yang biasa di tempati oleh anak tertua yang sudah berkeluarga.
  • Jabu Tampar Piring atau Jabu Soding Jolo-Jolo, yaitu daerah sudut kanan di depan dekat dengan pintu masuk yang biasa disiapkan untuk para tamu.

 

9. Rumah Adat Sumatera Utara Nias Selatan

Rumah Adat Sumatera Utara

Source : gambarrumah.pro

Meskipun berada pada satu rumpun suku Nias, namun masing-masing kabupatennya memiliki rumah adat yang berbeda-beda.

Rumah Adat Nias Selatan diberi nama Omo Hada yang memiliki gaya arsitektur yang cukup rumit.

Arsitektur bangunannya memiliki penambahan ornament-ornamen megalitikum yang unik dan menarik sehingga akan sangat terasa kekentalan sisi tradisionalnya.

Di bagian depannya, terdapat dinding batu sebagai simbol kedudukan pemilik rumah.

Dinding batu tersebut biasa disebut dengan istilah Oli Batu.

Rumah Adat Nias Selatan dibagi menjadi dua bagian dengan fungsi atau kegunaan yang berbeda, diantaranya adalah :

  • Ruangan Tawalo, ruangan ini berfungsi sebagai ruang tamu, tempat tidur para jejaka, serta ruangan untuk melakukan musyawarah.

Pada ruangan ini biasanya sering dihiasi dengan ukiran-ukiran unik dan memiliki filosofi, seperti ukiran kera yang dapat melambangkan kejantanan.

  • Ruangan Forema, ruangan ini berada tepat di belakang ruangan Tawalo yang difungsikan sebagai ruang keluarga, ruang tidur, serta tempat untuk menerima tamu wanita.

Di ruangan ini juga terdapat dapur dan ruang makan untuk para tamu.

 

10. Rumah Adat Sumatera Utara Nias Utara

Rumah Adat Sumatera Utara

Source : selasar.com

Kabupaten para Suku Nias lainnya yang memiliki rumah adat adalah Nias Utara.

Rumah Adat Nias Utara memiliki bangunan yang juga dinamai dengan Omo Hada.

Bangunannya memiliki bentuk rumah panggung yang tiang-tiang penyangga terbuat dari kayu yang kuat.

Berbeda dengan bangunan panggung lain yang biasa menancapkan tiangnya ke dalam tanah, Rumah Nias Utara didirikan di atas pondasi batu.

Bangunannya sangat lebar dan berbentuk seperti anjungan dan dilengkapi dengan ventilasi di bagian sisi kiri dan kanannya.

Ventilasi ini digunakan sebagai tempat untuk mengatur keluar masuknya udara.

Atapnya yang lebar terbuat dari rumbia, serta terdapat kisi-kisi jendela yang besar yang dapat membuat masuknya cahaya matahari.

Terdapat beranda yang digunakan untuk menerima tamu dan sebagai tempat bersantai.

Sedangkan di bagian rumah utamanya, terdapat tiga bagian yaitu ruang tamu dan kamar tidur.

Lalu di bagian belakangnya terdapat bangunan terpisah yang digunakan sebagai dapur dan kamar mandi.

 

Itulah 10 rumah adat di Sumatera Utara yang dapat menunjukan keragaman suku dan budaya yang ada di Indonesia.

Baca juga Beragam Pakaian Adat Sumatera Utara

lingkungan alami
Previous Post
Sungai Terpanjang di Indonesia dan di Dunia
Makanan Khas Sumatera Utara
Next Post
Makanan Khas Sumatera Utara & Resep Masakannya

0 Comments

Leave a Reply

error: Content is protected !!