15 49.0138 8.38624 1 4000 1 https://nazwaproduction.com 200 true 0
Rumah Adat Jawa Tengah

Fakta & Keunikan Rumah Adat Jawa Tengah

0 Comments

Indonesia merupakan negara yang kaya akan  budayanya, Rumah Adat Jawa Tengah adalah salah satu dari sekian banyak budaya yang ada di negeri ini.

Menurut Presiden ke tujuh Republik Indonesia Bapak Joko Widodo, Indonesia memiliki hingga 714 suku yang tersebar dari ujung Sabang sampai ujung Merauke.

Salah satu budaya yang ada di Indonesia tersebut adalah rumah adat.

Terhitung ada sekitar 34 Provinsi di Indonesia dengan rumah adatnya yang memiliki beragam ciri dan keunikan masing-masing.

Dari banyaknya rumah adat tersebut, pada kesempatan kali ini kita akan membahas rumah adat dari salah satu provinsi di Indonesia yakni Provinsi Jawa Tengah.

Sekilas Info Tentang Jawa Tengah

Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang letaknya berada di bagian Tengah Pulau Jawa.

Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah adalah Kota Semarang.

Provinsi Jawa Tengah telah dibentuk sejak zaman Hindia Belanda.

Provinsi yang biasa disingkat dengan Jateng ini memiliki luas wilayah 32.800,69 km2, atau sekitar 28,94% dari luas Pulau Jawa.

Pada sebelah Barat, Provinsi ini berbatasan dengan Jawa Barat dan Samudera Hindia, di sebelah Selatan dengan Daerah Istimewa Yogyakarta, di sebelah Timur dengan Jawa Timur dan Laut Jawa pada sebelah Utara.

Apa itu Rumah Adat Jawa Tengah ?

Rumah Adat Jawa Tengah

Source : roomah.id

Rumah adat merupakan rumah tradisional yang dibangun dengan memperhatikan fungsi dan kegunaan sosial serta budaya dibalik corak atau gaya bangunannya.

Budaya yang khas mencerminkan jati diri sebuah wilayah tersebut, contoh nya selain rumah adat di jawa tengah ada juga juga makanan khas Jawa Tengah serta pakaian adat Jawa Tengah dan banyak lagi yang lainnya.

Kamu juga bisa membaca artikel lainya seperti : Lagu Daerah Jawa Tengah.

Rumah adat merupakan rumah yang memiliki unsur kebudayaan yang tumbuh berkembangnya bersamaan dengan kebudayaan masyarakat sekitarnya.

Rumah adat terbentuk dari komponen penting budaya dan tradisi masyarakatnya.

Rumah adat juga dapat melambangkan ekonomi, cara hidup, dan lain-lain.

Provinsi Jawa Tengah sendiri memiliki rumah adat yang menjadi salah satu ciri kebudayaannya.

Meskipun banyak orang menganal Rumah Joglo sebagai rumah adat Provinsi Jawa Tengah, namun tahukah kamu bahwa Provinsi Jawa Tengah juga memiliki rumah adat lain ?

Selain Rumah Joglo, Jawa Tengah juga memiliki 4 rumah adat lain, yakni Rumah Limasan, Rumah Tajug, Rumah Panggang Pe, dan Rumah Kampung yang masing-masing rumah adatnya memiliki keunikan dan ciri khasnya masing-masing.

Nah, dalam artikel ini semua jenis rumah adat yang dimiliki Jawa Tengah akan dibahas dengan tuntas.

Namun sebelum  itu, alangkah baiknya kita mengenal terlebih dahulu sejarah rumah adat Jawa Tengah ini.

Sejarah Rumah Adat Jawa Tengah

Sejarah Rumah Adat Jawa Tengah

Source : yuksinau.id

Seperti yang telah disinggung di bagian atas, Jawa Tengah telah ditetapkan sejak zaman Hindia Belanda tepatnya pada tahun 1905.

Pada masa itu, rumah adat masih sangat terbatas dan digunakan sebagai status sosial masyarakat.

Itu karena, bahan untuk membuat rumahnya masih relatif mahal sehingga hanya orang-orang dikalangan kerajaan dan bangsawan saja yang mampu membuatnya.

Namun, seiring berjalannya waktu dan kondisi masyarakat di Indonesia khusunya di daerah Jawa Tengah, kini rumah adat atau rumah tradisional ini dapat dibangun oleh kalangan mana saja.

Beberapa rumah adat Jawa Tengah ini kini telah mengalami modifikasi dan telah beralih fungsi.

Ada yang dipakai sebagai tempat perkantoran, gedung pertemuan, gedung pemerintah, dan sebagainya.

Secara umum terdapat lima jenis bangunan Rumah Adat Jawa Tengah yang memiliki ciri khas, kegunaan, dan desain arsitekturnya yang berbeda.

Apa saja  jenis-jenis bangunan rumah adat Jawa Tengah tersebut ?

Penasaran ? Berikut jenis-jenis rumah adat Jawa Tengah beserta keunikannya.

Jenis-Jenis Rumah Adat Jawa Tengah

Jawa Tengah memiliki 5 jenis rumah adat.

Berikut 5 jenis rumah adat Jawa Tengah.

1. Rumah Adat Jawa Tengah Joglo

Rumah Adat Jawa Tengah

Source : blogpictures.99.co

Rumah Adat Joglo adalah salah satu rumah adat Jawa Tengah yang paling banyak dikenal masyarakat Indonesia.

Rumah Joglo dikenal sebagai rumah atau tempat tinggal para bangsawan atau mereka yang memiliki status sosial tinggi.

Hal ini dikarenakan, Rumah Joglo berbahan utama kayu jati yang bahannya lebih berkualitas dan harganya yang mahal.

Nama Joglo sendiri merupakan gabungan dari dua kata yaitu “Tajug” dan “loro”, maksudnya Joglo ini memiliki dua atap gabungan berbentuk gunung atau ‘tajug’ dalam bahasa Jawa.

Masyarakat Jawa kuno percaya bahwa para dewa itu tinggal di gunung.

Oleh karena itu, bentuk rumah masyarakat kala itu menyerupai pegunungan yang menjadi simbol rumah dewa.

Rumah Joglo memiliki ciri-ciri atap dengan bentuk ruang yang tinggi yang disangga oleh empat tiang yang disebut “soko guru”

Rumah Joglo terbagi menjadi dua bagian, yaitu bagian yang disebut rumah induk dan rumah tambahan.

Di bagian rumah induknya terdapat beberapa ruangan seperti :

  • Pendopo

Rumah Adat Jawa Tengah

Source : rumahgrobogan.files.wordpress.com

Pendopo merupakan bangunan yang letaknya berada di paling depan.

Bangunan ini biasa digunakan untuk menyambut tamu, menggelar kegiatan adat atau kegiatan-kegiatan sosial lainnya.

Meskipun berfungsi sebagai tempat untuk menyambut tamu, namun di bagian ini tidak terdapat kursi ataupun meja melainkan hanya tikar.

Hal ini merupakan simbol kesetaraan antara tamu dan pemilik rumah.

Selain itu, bagian ini juga tidak memiliki dinding.

Hal ini mencerminkan sifat orang Jawa yang ramah dan terbuka.

  • Pringgitan

Rumah Adat Jawa Tengah

Source : rumahjoglo.net

Pringgitan merupakan bagian rumah yang menghubungkan antara bagian pendopo dengan bagian omah (bagian utama).

Pringgitan merupakan lorong yang berfungsi sebagai jalan masuk menuju ke bagian utama rumah.

Sesuai dengan namanya, pringgitan digunakan sebagai tempat ringgit atau tempat untuk bermain wayang.

Pringgitan memiliki bentuk seperti serambi dengan model limas an yang menghadap ke arah pendopo.

  • Emperan

Rumah Adat Jawa Tengah

Source : i.pinimg.com

Emperan adalah teras depan yang menjadi penghubung antara bagian pringgitan dan bagian omah.

Memiliki lebar sekitar 2 meter yang berfungsi sebagai sebagai tempat untuk menerima tamu (biasanya terdapat meja dan kursi) dan tempat untuk kegiatan-kegiatan publik.

  • Omah

Rumah Adat Jawa Tengah

Source : i0.wp.com

Omah berasal dari bahasa Austronesia yang berarti rumah.

Omah merupakan bagian utama atau bagian dalam rumah yang berfungsi sebagai tempat tinggal rumah.

Bagian rumah ini memiliki ruangan yang luas dan lebih tinggi dari bagian rumah lainnya serta atapnya berbentuk limas an.

  • Dalem

Rumah Adat Jawa Tengah

Source : rumahlia.com

Dalem merupakan bagian dalam dari bagian omah yang memiliki beberapa bagian seperti bagian depan, tengah, dan belakang.

Bagian depan terbuat dari bambu dan terdapat kasur yang fungsinya untuk aktifitas keluarga, bagain tengah digunakan tempat duduk pengantin saat upacara pernikahan, serta bagian belakang yang merupakan kamar.

  • Senthong kiwa

Rumah Adat Jawa Tengah

Source : nesabamedia.com

Senthong kiwa berada di bagian dalam bagian utama tepatnya di sebelah kanan yang memiliki beberapa ruangan dengan fungsi sebagai kamar, serta gudang tempat untuk menyimpan hasil panen dan alat pertanian.

  • Senthong tengah

Rumah Adat Jawa Tengah

Source : ijir.iain-tulungagung.ac.id

Senthong tengah adalah berada di sebelah kiri omah yang berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan harta keluarga dan pusaka.

  • Senthong tengen

Rumah Adat Jawa Tengah

Source : docplayer.info

Senthong tengen mempunyai bagian-bagian ruangan dan fungsi yang sama dengan senthong kiwa.

Selain rumah induk, di Rumah Joglo juga terdapat rumah tambahan yang diisi dengan ruangan yang disebut Gandhok.

Gandhok adalah bagian tambahan yang letaknya mengitari sisi belakang dan samping rumah induk dengan beberapa ruangan seperti dapur, kamar mandi, dan sumur.

2. Rumah Adat Jawa Tengah Limasan

Rumah Adat Jawa Tengah

Source : ruangarsitek.id

Rumah adat Jawa Tengah selanjutnya adalah Rumah Limasan.

Nama Limasan ini mengacu pada atapnya yang berbentuk limas dan memiliki 4 sisi.

Dua sisi atap berbentuk segitiga sama kaki yang disebut kejen atau cocor, sedangkan dua atap lainnya berbentuk jajaran genjang sama kaki yang disebut bronjong.

Rumah ini memiliki konsep sederhana yang digunakan sebagai hunian.

Bangunannya tidak ditembok melainkan hanya dibangun oleh batu bata kokoh yang juga tidak dicat.

Namun, bangunannya sangat kokoh dan memiliki ketahanan terhadap gempa karena sistem struktur rangkanya yang mengikuti sifat sambungan kayu sehingga mampu mengantisipasi daya tarik.

Sistem sendi tumpuan bangunannya mampu mengimbangi struktur atap yang bersipat jepit.

Sambungan antar kerangkanya juga tidak menggunakan paku melainkan dengan lidah alur yang dapat menambah toleransi gaya pada kayunya.

Seperti rumah adat lainnya, rumah limasan juga memiliki beberapa jenis, diantaranya adalah Limasan Sari, Lambang Gantung, Trajumas, Lambang Teplok, Semar Tinandhu, Gajah Ngombe, serta Lambang Gantung Rangka Kutuk Ngambang.

3. Rumah Adat Jawa Tengah Panggang Pe

Rumah Adat Jawa Tengah

Source : akutahu.com

Rumah Panggang Pe disebut juga sebagai Rumah Cakrik.

Nama Rumah Panggang Pe berasal dari dua kata dalam Bahasa Jawa, yaitu panggang dan ape yang berarti “dijemur”.

Penaman rumah ini karena pada zaman dahulu rumah ini difungsikan sebagai tempat untuk menjemur barang-barang komoditas hasil pertanian seperti daun the, singkong, dan sebagainya.

Dari segi arsitekturnya, Rumah Panggang Pe dianggap sebagai rumah yang paling sederhana.

Ini karena rumah ini lebih didominasi oleh tiang daripada tembok.

Dimana rumah ini memiliki empat atau enam tiang penyangga utama yang biasa disebut sebagai saka.

Beberapa tiang yang ada di bagian depannya dibuat lebih pendek daripada tiang di bagian belakangnya.

Ini karena sisi belakang Rumah Panggang Pe memang lebih tinggi daripada sisi bagian depan yang dibuat miring.

Rumah Panggang Pe biasanya berbentuk bujur sangkar atau persegi yang sebagian besar bangunannya terbuat dari kayu tanpa cat dengan atap genting.

Rumah Panggang Pe memiliki beberapa macam, diantaranya :

  • Rumah Panggang Pe Pokok, bentuk rumahnya berbentuk persegi dengan empat tiang utama pada setiap sudut rumahnya.
  • Rumah Panggang Pe Gedhang Salirang, terdiri dari dua rumah dimana salah satu rumahnya sengaja dibentuk lebih tinggi serta satu lagi dibentuk lebih rendah dengan satu tiang penyangga.
  • Rumah Panggang Pe Empyak Satangkep, terdiri dari dua rumah dengan bentuk dan ukuran yang sama persis dan dibangun secara berhadap-hadapan.

Kedua rumah tersebut direkatkan dan dikuatkan menggunakan tiang yang bila dilihat dari jauh akan terlihat seperti memiliki satu atap yang menyatu.

  • Rumah Panggang Pe Gedhang Satangkep, memiliki dua rumah yang salah satu rumahnya dibentuk menjadi lebih tinggi yang kemudian disatukan dan dikuatkan dengan tiang utama.
  • Rumah Panggang Pe Cere Gancet, terdiri dari dua rumah yang salah satunya dibentuk menjadi lebih tinggi serta bagian belakang bangunannya disatukan.
  • Rumah Panggang Pe Trajumas, jika Rumah Panggang Pe iasanya menggunakan lebih dari tiga tiang, jenis rumah ini hanya menggunakan tiga tiang.
  • Rumah Panggang Pe Barengan, dibangun dari banyak rumah yang saling berderet atau berbaris.

 

4. Rumah Adat Jawa Tengah Tajug

Rumah Adat Jawa Tengah

Source : wikimedia.org

Berbeda dengan rumah adat lainnya, rumah adat satu ini cukup special.

Jika biasanya rumah adat difungsikan sebagai tempat hunian, lain halnya dengan Rumah Tajug.

Rumah Tajug memiliki fungsi khusus yaitu sebagai tempat melaksanakan ibadah.

Karena kekhususannya ini, orang-orang tidak bisa membangun rumah adat ini secara sembarangan.

Rumah Tajug memiliki ciri yang dapat dilihat dari bentuk atapnya.

Bentuk atap Rumah Tajug berbentuk piramida atau limas bujur sangkar dengan ujung yang runcing yang melambangkan Keabadian dan Keesaan Tuhan.

Salah satu contoh Rumah Tajug yang paling populer yang masih sering dipakai adalah Masjid Agung Demak yang didirikan oleh para Walisongo pada zaman Kerajaan Demak.

Rumah Tajug juga memiliki beberapa macam, diantaranya Semar sinongsong, Lambang Sari, Mangkurat, dan Semar Tinandu.

5. Rumah Adat Jawa Tengah Kampung

Rumah Adat Jawa Tengah

Source : 1.bp.blogspot.com

Kebalikan dari Rumah Joglo, Rumah Kampung dahulunya merupakan tempat tinggal untuk para rakyat biasa atau rakyat dari kalangan menengah ke bawah seperti petani, peternak, dan pekerja pasar.

Hampir sama seperti Rumah Tajug, Rumah Kampung memiliki beberpa bagian seperti memiliki dua teras di bagian depan dan belakangnya, ruang tamu, dapur, serta kamar.

Keunikan Rumah Kampung adalah jumlah tiang yang dimiliki rumah adat ini harus berkelipatan 4.

Jumlahnya mulai dari 8, 12, 16, dan seterusnya.

Bangunan rumah ini berbentuk persegi panjang dan memiliki tiang yang menyangga atapnya sebanyak dua lapis.

Tiang-tiang penyangga ini terbuat dari usuk, balok, dan kayu reng yang memiliki sifat kuat.

Sama seperti rumah adat lainnya, Rumah Kampung juga memiliki beberapa jenis, diantaranya :

  • Rumah Kampung Pacul Gowang

Merupakan bentuk bangunan pokok yang ditambah dengan bangunan lain berbentuk seperti Rumah Panggang Pe yang sebagian bangunannya disebut emper atau serambi.

Bangunan empernya berada di satu sisi bangunan pokok, atap susun atau bertingkat di kedua sisinya, memiliki satu wuwungan, dan memiliki bagian yang disebut tutup keong.

  • Rumah Kampung Strotong

Merupakan bangunan pokok yang mempunyai dua bangunan emper yang berbentuk seperti Rumah Panggang Pe.

Memiliki atap dengan dua belah sisi bersusun atau bertingkat, satu wuwungan, dan dua tutup keong.

  • Rumah Kampung Dara Gepak

Merupakan bangunan pokok yang dikelilingi oleh empat bangunan emper.

Terdiri dari dua atap bersusun dua di kedua belah sisinya, dua atap bersusun lainnya di sisi kanan dan kiri bangunan pokok, satu wuwungan, dan dua tutup keong.

  • Rumah Kampung Klabang Nyander

Merupakan bentuk bangunan yang memiliki 4 hingga 6 pengeret, dua atap di kedua belah sisinya, satu wuwungan, dan dua tutup keong.

  • Rumah Kampung Lambang Teplok

Merupakan bangunan pokok yang atap bersusun dengan posisi merenggang antara kedua belah  sisinya, memiliki satu wuwungan, dan satu tutup keong.

  • Rumah Kampung Lambang Teplok Semar Tinandhu

Bentuk bangunannya merupakan bentuk Lambang Teplok, hanya saja tiang penyangga brunjung bertumpu diatas blandar atau penanggap yang ditopang 12 tiang penyangga di pinggirnya.

Selain beberapa jenis yang telah disebutkan di atas, terdapat beberapa jenis Rumah Kampung lainnya, diantaranya Rumah Kampung Gajah Njereum, Cere Gencet, Semar Pinondhong, Gotong Mayit, Apitan, dan Gajah Ngombe.

Dari sekian banyak jenis-jenis rumah adat yang di Jawa Tengah tersebut menunjukan bahwa Tanah Air Indonesia memiliki beragam pesona dan keunikan yang harus kita syukuri dan terus dijaga kelestariannya.

Makanan Untuk Diet
Previous Post
Cara Tepat Memilih Makanan Untuk Diet Yang Sehat
Makanan Khas Jawa Tengah
Next Post
Makanan Khas Jawa Tengah Paling Mantul

0 Comments

Leave a Reply

error: Content is protected !!