15 49.0138 8.38624 1 4000 1 https://nazwaproduction.com 200 true 0
pernikahan dalam islam

Pernikahan dalam Islam : Ketahui Hal-Hal Berikut

0 Comments

Pernikahan dalam Islam merupakan salah satu bentuk ibadah yang memiliki kedudukan sangat penting dan sakral.

Dalam Al Quran, pernikahan bahkan disebut sebagai ‘mitsaqan ghaliza’ atau perjanjian agung yang berarti dalam bentuk apapun itu, harus dipertahankan dan dijaga keutuhannya.

Allah SWT telah berfirman dalam QS An-Nuur : 32 mengenai keutamaan menikah, yang berbunyi :

“Dan nikahkanlah orang-orang yang ada diantaramu yang belum menikah, serta orang-orang yang telah layak (menikah) baik laki-laki dan perempuan dari dari hamba-hamba sahayamu. Jika mereka kekurangan (hartanya), Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan seluruh karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.”

Tujuan Pernikahan dalam Islam

pernikahan dalam islam

Source : strgonelabsprod.blob.core.windows.net

Seperti yang dikutip dalam buku ‘Fiqh Keluarga Terlengkap’ karya Rizem Aizid, tujuan pernikahan dalam Islam adalah membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.

Berdasarkan QS Ar-Ruum : 21, dapat disimpulkan bahwa arti kata sakinah, mawaddah, wa rahmah ini adalah gambaran relasi antara suami istri yang dilandasi dengan kasih sayang.

Berikut beberapa tujuan pernikahan dalam Islam menurut Al-Quran dan Al-hadist :

1. Melaksanakan Sunnah Rasul

Sebagai seorang muslim, alangkah baiknya jika kita dapat meniru apa yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, termasuk pernikahan.

Hal ini telah tercantum dalam sabda Nabi Muhammad dalam HR Ibnu Majah berikut ini :

“Menikah adalah sunnahku, barangsiapa yang tidak mengamalkannya berarti ia bukan bagian dariku. Maka menikahlah kalian karena aku bangga dengan banyaknya umatku (di hari kiamat) kelak.”

2. Menguatkan Akhlaq Manusia

Pernikahan merupakan hal mulia yang dapat menjaga kehormatan diri serta dapat membentengi diri dari perbuatan keji yang dapat merendahkan martabat manusia seperti zina.

Hal ini sesuai dengan sabda Nabi dalam HR Bukhari berikut :

Wahai para pemuda! Menikahlah jika kalian telah mampu. Sesungguhnya menikah itu dapat menentramkan pandangan dan kemaluan. Bagi kamu yang belum mampu, maka berpuasalah karena dengan berpuasa dapat menjadi tameng bagimu.”

3. Menyempurnakan Agama

Berdasarkan hadist berikut ini, menikah merupakan ibadah yang dapat menyempurnakan separuh ibadah lainnya.

“Barangsiapa yang menikah, itu berarti ia telah menyempurnakan separuh ibadahnya (agamanya). Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah SWT dalam memelihara sebagian sisanya (ibadah).” (HR. Thabrani dan Hakim).

4. Mendapatkan Keturunan

pernikahan dalam islam

Source : d265bwk65zoq6.cloudfront.net

Setiap umat Muslim yang telah menikah, akan yang dapat melestarikan keturunan putra-putri Adam yang sholeh/sholehah.

Hal ini tercantum dalam QS An-Nahl : 72, yang artinya :

Dan Allah menjadikan bagimu pasangan dari jenismu sendiri dan menjadikan dari pasanganmu itu anak dan cucu bagimu, serta Ia memberimu rezeki yang baik. Maka mengapa mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat dari Allah?

5. Membangun Generasi Beriman

Dalam pernikahan akan dihasilkan keturunan yang akan menjadi generasi beriman dengan mendidik, mengasuh, dan merawatnya hingga ia telah cukup usia.

Anak cucu yang sholeh/sholehah  ini dapat menjadi penyelamat bagi orangtuanya di dunia serta di akhirat nanti sesuai dengan firman Allah SWT dlam QS At-Thur : 21 berikut ini :

“Dan orang-orang yang beriman, beserta anak cucunya yang mengikuti dalam keimanan, akan Kami hubungkan dengan mereka (di akhirat), dan Kami tidak mengurangi sedikitpun amal kebaikan mereka. Setiap manusia akan terikat dengan apa yang telah mereka kerjakan.”

Syarat Pernikahan dalam Islam

pernikahan dalam islam

Source : d265bwk65zoq6.cloudfront.net

Selain harus sama-sama beragama Islam, untuk melakukan pernikahan dalam Islam diperlukan pemenuhan syarat sah pernikahan berikut ini :

1. Adanya Calon Mempelai Laki-Laki dan Perempuan

Sudah jelas bahwa syarat sah pernikahan dalam Islam yang pertama adalah adanya calon mempelai laki-laki dan perempuan yang tidak bisa diwakilkan.

Perlu diperhatikan bahwa dalam rukun pernikahan, mempelai laki-laki ini bukanlah mahram bagi mempelai perempuan.

2. Adanya Wali Untuk Mempelai Perempuan

Orang-orang yang berhak menjadi wali nikah untuk mempelai perempuan diantaranya adalah ayah, kakek, dan saudara dari garis keturunan ayah.

Saudara dari keturunan ayah tersebut seperti saudara laki-laki seayah, saudara kandung ayah, dan anak laki-laki dari saudara kandung ayah.

3. Adanya Saksi dari Kedua Belah Pihak

Persyaratan untuk menjadi saksi adalah minimal dua orang lelaki yang beragama Islam, baligh, berakal, merdeka, dan adil.

Saksi pernikahan dapat berasal dari pihak keluarga, tetangga, atau orang yang dipercaya seperti sahabat.

4. Adanya Mahar

pernikahan dalam islam

Source : i.pinimg.com

Dalam Islam sendiri, mahar hukumnya adalah wajib untuk menyempurnakan pernikahan.

Mahar ini merupakan sejumlah harta yang diberikan dari mempelai laki-laki untuk mempelai perempuan sebagai bentuk ketulusan untuk terikat dalam hubungan pernikahan.

5. Adanya Ijab dan Qabul

Ijab dan qabul ini dimaknai sebagai janji suci kepada Allah SWT dihadapan penghulu, wali dan saksi dalam pernikahan.

Ijab adalah proses penyerahan mempelai perempuan ke mempelai laki-laki yang dilakukan oleh wali dari pihak perempuan, sedangkan qabul adalah proses menerimanya mempelai perempuan oleh mempelai pria.

Persiapan Pernikahan

pernikahan dalam islam

Source : cahayaislam.id

Selain melakukan sesi foto prewedding, berikut beberapa persiapan yang harus dilakukan oleh pasangan yang akan menikah.

1. Persiapan Umum

Persiapan ini diawali dengan penentuan budget untuk menggelar acara pernikahan atas kesepakatan dua belah pihak.

Persiapan selanjutnya adalah mas kawin, pemilihan lokasi, perhitungan jamuan makan dan souvenir untuk tamu undangan yang tentunya disesuaikan dengan budget yang telah disepakati tadi.

2. Undangan Pernikahan

pernikahan dalam islam

Source : 3.bp.blogspot.com

Dalam Islam, walimatul ‘ursy atau merayakan pernikahan hukumnya adalah sunnah mu’akad yang artinya sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Dalam perayaannya, pernikahan harus diketahui oleh banyak orang yang artinya harus mengundang karib kerabat agar dapat mendatangkan kebaikan yang umumnya dilakukan dengan undangan pernikahan.

Agar undangan tersampaikan dengan baik, kamu dapat menambahkan kata-kata berikut ini yang kami kutip dari Al-Quran dan hadist.

“Apabila ada manusia yang belum hidup dengan pasangannya, berarti selama ini hidupnya belum sesuai dengan ketetapan Allah SWT. Dan bagi orang yang telah menikah, berarti ia telah melengkapi dengan pernikahan tersebut agamanya”.

“Maha Suci Allah yang telah menciptakan makhluk-makhluk ke dunia secara berpasangan satu sama lain. Ya Allah izinkanlah kami untuk merangkai jalinan kasih di bawah ridho-Mu ini. Berikanlah kami kesempatan untuk menjalin kasih dan sayang yang Kau ciptakan diantara putra-putri kami”

“Sesungguhnya dua insan yang saling mencintai, kamar mereka akan terlihat seperti bintang yang bersinar terang dari arah Timur di surga kelak. Lalu, ketika ada yang bertanya, “kamar siapakah itu?”,” Maka jawabannya adalah : Kamar itu adalah milik insan-insan yang saling mencintai karena Allah SWT.” (HR. Ahmad)

3. Persiapan Administrasi

Dalam pengajuan pernikahan ke KUA, diperlukan administrasi yang harus dipersiapkan seperti surat keterangan belum menikah, KTP, KK, Akta Kelahiran, dan lain sebagainya.

Pastikan dokumen-dokumen ini dipersiapkan dengan lengkap.

4. Panitia Pernikahan

Persiapan pernikahan yang terakhir adalah panitia pernikahan yang membantu mengatur jalannya acara mulai dari awal hingga akhir.

Panitia ini dapat menggunakan jasa wedding organizer serta bantuan sanak sodara dalam penyelenggaraannya.

Previous Post
Inspirasi Foto Prewedding Yang Unik dan Menarik
gaun pengantin
Next Post
Inspirasi dan Tips Memilih Gaun Pengantin Yang Tepat

0 Comments

Leave a Reply

error: Content is protected !!