15 49.0138 8.38624 1 4000 1 https://nazwaproduction.com 200 true 0
Pakaian Adat Sumatera Utara

Beragam Pakaian Adat Sumatera Utara

0 Comments

Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di Indonesia, membuat Sumatera Utara memiliki beragam suku budaya dengan keberagaman pakaian adat Sumatera Utara.

Berbagai suku yang tinggal di Sumatera Utara diantaranya adalah Suku Batak Toba, Karo, Mandailing, Pakpak, Simalungun, Nias, Melayu, dan lain sebagainya.

Dengan keragaman budaya yang dibawa oleh etnis inilah yang membuat Sumatera Utara memiliki berbagai macam pakaian adat dengan keunikan dan kekhasan yang dimilikinya.

Simak selengkapnya pakaian adat Sumatera Utara dari berbagai suku atau etnis beserta penjelasannya di bawah ini.

Pakaian Adat Sumatera Utara Suku Batak Toba

Pakaian Adat Sumatera Utara

Source : rimbakita.com

Pakaian adat Sumatera Utara yang pertama adalah pakaian adat dari Suku Batak Toba.

Sesuai dengan namanya, Suku Batak Toba adalah suku yang tinggal di area sekitar Danau Toba.

Pakaian adat Suku Batak Toba merupakan kain hasil tenunan manual atau yang lebih dikenal dengan kain ulos.

Kain ulos memang sering disebut sebagai ciri khas Suku Batak, bahkan telah diakui menjadi bagian dari identitas nama pakaian adat Sumatera Utara secara nasional.

Kain ulos adalah kain tenun yang dibuat secara manual dengan menggunakan peralatan tenun tradisional dan dengan bahan dasar benang sutera.

Benang sutera yang digunakan pada umumnya menggunakan benang berwarna hitam, putih, merah, emas, dan perak.

Selain digunakan saat upacara adat, pakaian adat ulos ini juga sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Ulos yang dipakai oleh kaum laki-laki, disebut hande-hande sebagai atasannya dan singkot sebagai bawahannya, serta diberi penutup kepala yang disebut bulang-bulang, tali-tali atau detar.

Keunikan kain ulos terletak pada corak atau motifnya yang beragam dengan masing-masing filosofi yang dimilikinya.

Kain ulos dengan berbagai corak tersebut antara lain adalah Ulos Padang Ursa, Bintang Maratur, Antakantak, Lobo-lobu, Pinuncaan, dan Bolean.

Kain ulos biasa dijadikan selempang atau selendang saat upacara adat dengan menggunakan kain Ukia Ragihotang, Sadum, Runjat, dan Jugjaragidup.

Baca juga Tempat Wisata di Sumatera Utara Yang Wajib Dikunjungi

Pakaian Adat Sumatera Utara Suku Karo

Pakaian Adat Sumatera Utara

Source ; gurupendidikan.co.id

Pakaian adat Sumatera Utara Suku Karo merupakan pakaian dari Suku Karo yaitu suku yang mulanya tinggal di kawasan tinggi Karo, yaitu Brastagi dan Kabanjahe.

Suku Karo juga memiliki pakaian adat yang terbuat dari kain khusus berbahan dasar pintalan kapas yang disebut dengan Uis Gara.

Uis Gara sendiri memiliki makna, dimana “Uis” berarti kain dan “Gara” berarti merah.

Sehingga kain ini memiliki warna yang khas yaitu merah yang kemudian dipadukan dengan warna emas dan perak agar lebih menarik.

Awalnya benang dari pintalan kapas berwarna merah ditenun lalu ditambahkan motif dengan menggunakan kapas berwarna perak atau emas agar lebih menarik.

Pakaian adat uis gara tidak hanya dipakai dalam kegiatan sehari-hari melainkan juga sering dipakai dalam beberapa acara resmi seperti upacara adat.

Pakaian adat ini memiliki jenis dan cara penggunaan yang berbeda yang dapat membuat laki-laki terlihat berwibawa serta memiliki simbol-simbol tertentu.

Simbol tersebut misalnya uis beka buluh yang bermakna kebesaran, uis gatip yang bermakna keuletan dan keteguhan, dan simbol-simbol lainnya.

Pakaian Adat Sumatera Utara Suku Mandailing

Pakaian Adat Sumatera Utara

Source : gurupendidikan.co.id

Suku yang juga terdapat di Sumatera Utara adalah Suku Mandailing yang banyak tinggal di kawasan Mandailing, Tapanuli Selatan dan Padang Lawas.

Hampir sama dengan Suku Batak Toba, Suku Mandailing juga memiliki pakaian adat yang terbuat dari bahan kain ulos.

Hanya saja, pakaian adat Suku Mandailing memadukan kain ulos dengan berbagai aksesori untuk melengkapi penampilannya.

Aksesori ini menjadi ciri khas yang dimiliki pakaian adat suku mandailing, dimana kaum wanita mengenakan aksesori dikening kepalanya yang disebut dengan bulang.

Bulang pada awalnya terbuat dari bahan emas, namun saat ini banyak bulang yang bahannya diganti dengan logam.

Bulang merupakan simbol struktur kemasyarakatan yang memiliki arti sebagai lambang kemuliaan.

Untuk kaum lelaki, menggunakan penutup kepala yang disebut dengan Ampu dengan warna hitam yang memiliki fungsi magis dan warana emas sebagai simbol kebesaran.

Pakaian adat ini biasa digunakan saat upacara adat seperti saat upacara pernikahan.

Baca juga artikel 10 Rumah Adat Sumatera Utara Beserta Penjelasannya

Pakaian Adat Sumatera Utara Suku Nias

Pakaian Adat Sumatera Utara

Source : http://1.bp.blogspot.com/

Pakaian adat Sumatera Utara lainnya berasal dari Suku Nias.

Suku Nias adalah suku yang berasal dari suku yang banyak mendiami Pulau Nias, pulau yang berada di sebelah barat Pulau Sumatera.

Letaknya yang terpisah dari Pulau Sumatera ini, membuat Suku Nias memiliki adat dan tradisi ynang berbeda dengan suku-suku lainnya di Pulau Sumatera.

Pakaian adat Suku Nias didominasi oleh warna kuning dan emas.

Untuk kaum pria, biasanya menggunakan pakaian yang disebut dengan Baru yang bentuknya seperti rompi tanpa kancing berwarna cokelat dan hitam.

Lalu diberi ornament berwarna kuning dan merah serta ditambahkan kalung yang deisebut dengan kalabubu sebagai aksesorinya.

Sedangkan untuk kaum wanita, biasa menggunakan selembar kain dari bahan kulit kayu atau belacu berwarna hitam yang disebut dengan Oroba Si Oli.

Pakaian adat ini biasa dilengkapi dengan aksesori berupa anting besar yang disebut dengan Saro Delinga serta gelang yang terbuat dari kuningan dengan nama Aja Kola.

Yang menjadi keunikan adalah gelang ini memiliki berat mencapai satu kilogram.

Penampialan wanita disempurnakan dengan tatanan rambut yang disanggul tanpa disasak terlebih dahulu lalu dihiasi dengan mahkota.

Pakaian Adat Sumatera Utara Suku Pakpak

Pakaian Adat Sumatera Utara

Source : 4.bp.blogspot.com

Suku Pakpak adalah bagian dari etnis Suku Batak yang mendiami kawasan Kabupaten Pakpak dan Kabupaten Dairi.

Pakaian adatnya terbuat dari kain Oles yang ditenun.

Untuk kaum wanita, pakaian adatnya disebut dengan Cimata dengan model baju khas Melayu yang diberi aksesori berupa kalung yang terbuat dari emas dan bertahta permata.

Sedangkan untuk kaum laki-laki, pakaian adatnya disebut dengan Borgot yang kemudian dilengkapi dengan penutup kepala yang disebut bulang-bulang.

Kaum laki-laki juga diberi aksesori lain seperti ucang, rante abak dan tongket.

Baca juga

Pakaian Adat Sumatera Utara Suku Simalungun

Pakaian Adat Sumatera Utara

Source : pintarnesia.com

Suku Simalungun adalah suku yang menempati daerah Simalungun dan memiliki pakaian adat yang terbuat dari kain Ulos dan disebut dengan Hiou.

Pakaian adat ini dilengkapi dengan samping yang disebut dengan Suri-suri serta aksesori yang dipakai dikening yang disebut Bulang pada wanita dan Gotong pada laki-laki.

Pakaian Adat Sumatera Utara Suku Melayu

Pakaian Adat Sumatera Utara

Source : datawisata.com

Suku Melayu umumnya tinggal di Deli Serdang, Langakat, Bedagai, Teing Tinggi, dan lain lain.

Suku Melayu memiliki pakaian adat yang sekilas mirip dengan Suku Melayu yang ada di Riau namun memiliki beberapa perbedaan.

Untuk kaum wanita biasa menggunakan baju kurung yang terbuat dari kain sutera dan brukat yang diberi sematan peniti dari emas.

Untuk mempercantik penampilannya, ditambahkan pula beberapa aksesori berupa kalung bermotif rantai serati, sekar sukun, mentimun, tanggang, dan motif lainnya.

Sedangkan untuk kaum laki-laki umumnya ditambahkan dengan dua jenis penutup kepala yang disebut Tengkulok dan Destar.

Tengkulok terbuat dari songket yang memiliki simbol bermakna kebesaran dan kegagahan laki-laki, sedangkan Destar terbuat dari rotan yang dibalut dengan kain beludru.

Kemudian, pakaian ini juga dilengkapi dengan hiasan berupa rantai, sidat dan kilat bahu atau lengas sebagai simbol yang bermakna keteguhan hati laki-laki yang tidak mudah goyah.

Makanan Khas Sumatera Utara
Previous Post
Makanan Khas Sumatera Utara & Resep Masakannya
Alat Musik Tradisional Sumatera Utara
Next Post
10 Alat Musik Tradisional Sumatera Utara dan Cara Memainkannya

0 Comments

Leave a Reply

error: Content is protected !!