15 49.0138 8.38624 1 4000 1 https://nazwaproduction.com 200 true 0
Pakaian Adat Jawa Tengah

Uniknya Pakaian Adat Jawa Tengah

0 Comments

Indonesia memiliki kekayaan seni dan budaya yang beragam, yang salah satunya adalah pakaian adat Jawa Tengah.

Menurut Kartiwa, bangsa Indonesia telah mengenal dan membuat pakaian adat sejak zaman neolitikum yang pada masa itu masih terbuat dari kulit binatang atau kulit kayu.

Saat ini, pakaian adat telah berkembang dan sering dijadikan sebagai alat untuk mengekspresikan suatu identitas seperti status sosial, perkawinan, atau agama.

Dari 34 Provinsi yang ada di Indonesia, semua provinsi tersebut memiliki pakaian adat dengan ciri khas dan keunikannya masing-masing, begitu juga dengan Jawa Tengah.

Sebagai salah satu provinsi yang memiliki kultur budaya dan unsur tradisional yang kental, Jawa Tengah tentunya juga memiliki pakaian adat dan Rumah Adat Yang Khas.

Terdapat beberapa jenis pakaian adat Provinsi Jawa Tengah dengan filosofi dan makna masing-masing yang terkandung di dalamnya.

Lalu apa sajakah jenis-jenis pakaian adat Provinsi Jawa Tengah tersebut ?

Simak penjelasan lengkapnya untuk menambah wawasanmu di bawah ini.

Pakaian Adat Jawa Tengah (Solo Basahan)

Pakaian Adat Jawa Tengah

Source : weddingku.com

Sesuai dengan namanya, pakaian adat Solo Basahan merupakan pakaian tradisional Jawa Tengah yang banyak ditemukan dan digunakan oleh para pengantin di daerah Solo.

Pakaian ini disebut juga sebagai dodot (kain kemben) karena biasa digunakan bersama dengan kain kemben panjang dan lebar.

Pakaian ini sebenarnya berasal dari Keraton Surakarta Hadiningrat yang merupakan bentuk tata rias tertinggi di keraton tersebut.

Oleh karena itu, pada zaman dahulu pakaian adat ini sering dipakai oleh putri-putri Sultan, Sunan, atau Raja yang bertahta.

Namun, pakaian adat ini kini dapat dipakai oleh siapa saja yang biasanya akan dikenakan pada saat akad nikah sampai acara ‘panggih’ atau acara pertemuan antara mempelai pria dan wanita yang telah resmi.

Pakaian solo basahan memiliki makna dan filosofi yang dalam, yaitu sebagai simbol berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Pada setiap bagian dalam pakaian ini juga memiliki makna harapan agar pengantin dapat menjalani hidup dan membangun keluarga yang harmonis, bahagia dan sejahtera.

Pakaian Adat Tengah (Jawi Jangkep)

Pakaian Adat Jawa Tengah

Source : goodnewsfromindonesia.id

Pakaian adat Jawi Jangkep merupakan pakaian adat Jawa Tengah yang biasa dikenakan oleh para kaum pria pada acara-acara resmi dalam adat Jawa.

Secara umum, pakaian ini terdiri dari baju atasan berupa beskap (jas tutup) dengan motif bunag-bunga pada bagian tengahnya.

Sedangkan untuk bawahannya biasa menggunakan kain jarik dengan corak batik yang dililitkan di atas pinggang.

Lalu ditambahkan blangkon beberapa aksesori lain sebagai pelengkap pakaian adat ini, seperti :

  • Blangkon sebagai penutup kepala yang terbuat dari kain polos atau yang memiliki corak seperti batik dengan monjolan di bagian belakangnya,
  • Keris untuk disematkan di bagian belakangnya,
  • Selop atau canilan yang berupa sandal (alas kaki) untuk melindungi kaki, serta
  • Untaian bunag melati yang dikalungkan di leher.

Selain dapat membuat pria-pria yang mengenakannya menjadi terlihat gagah dan santun, pakaian ini juga memiliki makna dan filosofi yang terkandung di dalamnya.

Dalam filosofi Jawa, pakaian adat ini dikenal dengan istilah piwulang sinandhi (ajaran tersamar) yang mengajarkan tuntunan untuk melakukan segala sesuatu secara harmonis.

Selain itu, kancing yang melengkapi bagian beskapnya (baju kemeja lipat dengan kerah) yang melambangkan semua tindakan harus diperhitungkan dengan cermat.

Pakaian Adat Jawa Tengah (Kebaya)

Pakaian Adat Jawa Tengah

Source : 1.bp.blogspot.com

Berbeda dengan Jawi Jangkep yang dikhususkan untuk pria, pakaian adat kebaya dikhususkan bagi para kaum wanita.

Kata kebaya itu sendiri berasal dari bahasa Arab, yaitu dari kata ‘abaya’ yang berarti pakaian.

Pakaian adat kebaya sebenarnya merupakan pakaian adat Jawa secara keseluruhan.

Namun, untuk daerah Jawa Tengah sendiri pakaian adat ini memiliki motif yang berbeda serta terbuat dari bahan-bahan yang beragam yang memiliki sifat adem saat dipakai.

Umumnya, kebaya Jawa Tengah terbuat dari bahan-bahan seperti beludru, sutra, katun, atau nilon.

Pada bagian atasnya, kebaya biasa digunakan bersama dengan kemben, kain tapih pinjung (kain bermotif batik), dan stagen serta beberapa aksesori seperti cincin, kalung, dan subang.

Serta untuk bagian bawahnya biasa menggunakan kain jarik yang dapat menambah keayuan dengan ditambahkan konde dengan bunga melati pada bagian kepala.

Pakaian adat kebaya memiliki makna kesabaran serta sifat lemah lembut dan penyabar.

Bentuk kebaya  biasanya dibuat dengan mengikuti bentuk tubuh, ini memiliki makna bahwa perempuan harus dapat menyesuaikan diri dengan keadaan serta harus bisa menjaga diri.

Pakaian Adat Jawa Tengah (Kanigaran)

Pakaian Adat Jawa Tengah

Source : i.pinimg.com

Sama seperti solo basahan, pakaian adat kanigaran juga biasa digunakan untuk acara pernikahan yang menggunakan adat Jawa Tengah.

Namun, pakaian ini hanya digunakan oleh golongan bangsawan karena memiliki nilai tinggi yang terkandung di dalam setiap unsurnya.

Pakaian adat ini terbuat dari kain beludru berwarna hitam yang dilengkapi dengan kain dodot atau kampuh pada bagian bawahannya.

Motif yang terdapat pada pakaian ini juga dirancang dengan banyak sekali pertimbangan baik itu dari segi estetika maupun budaya.

Pakaian Adat Jawa Tengah (Surjan)

Pakaian Adat Jawa Tengah

Source : shopee.co.id

Pakaian adat surjan merupakan pakaian yang berupa atasan kemeja tenun bermotif lurik atau bunga.

Motif lurik biasa disebut dengan surjan lurik, sedangkan surjan yang bermotif bunga disebut dengan surjan ontrokusuma.

Terdapat tiga motif lurik yaitu motif lajuran dengan corak garis-garis panjang searah helaian kain, motif pakan malang yang dengan garis lebar dan motif cacahan dengan corak kecil-kecil.

Pakaian ini biasa digunakan untuk kaum pria dengan lengan panjang dan kerah tegak sehingga membuat pria yang memakainya terlihat santun.

Pakaian ini juga biasa menggunakan kancing dibeberapa bagian serta jumlah yang berbeda-beda dan memiliki makna masing-masing, antara lain :

  • Terdapat 6 buah kancing pada kerah melambangkan 6 rukun iman,
  • Terdapat 2 buah kancing di dada kiri dan kanan yang melambangkan dua kalimat syahadat, serta
  • Terdapat 3 buah kancing di dekat perut yang memiliki makna bahwa manusia harus dapat mengendalikan nafsunya.

Pada zaman dahulu, surjan lurik biasa digunakan oleh para abdi keraton atau para aparat dan prajurit kerajaan, sedangkan sarjan ontroku digunakan oleh para bangsawan Kerajaan Mataram.

Penamaan pakaian adat surjan merupakan kepanjangan dari ‘suraksa dan janma’ yang memiliki arti manusia.

Baca Juga Artikel Yang Lainnya Seperti : Makanan Khas Jawa Tengah

Pakaian Adat Jawa Tengah (Batik)

Pakaian Adat Jawa Tengah

Source : Shopee.co.id

Batik merupakan salah satu pakaian adat yang paling populer yang telah diakui sebagai warisan budaya yang berasal dari Indonesia oleh UNESCO pada tahun 2019.

Batik sendiri memiliki berbagai macam motif yang dipengaruhi oleh kondisi geografis.

Jawa Tengah sendiri memiliki motif yang terbagi menjadi beberapa jenis dengan makna yang berbeda-beda seperti Batik Pekalongan, Batik Solo, Batik Lasem, dan Batik Yogyakarta.

Pada zaman dahulu, batik biasa dipergunakan sebagai bawahan untuk kebaya, namun sekarang ini batik sering dikreasikan dengan berbagai jenis model.

Makanan Khas Jawa Tengah
Previous Post
Makanan Khas Jawa Tengah Paling Mantul
Next Post
Beragam Makna Lagu Daerah Jawa Tengah

0 Comments

Leave a Reply

error: Content is protected !!