15 49.0138 8.38624 1 4000 1 https://nazwaproduction.com 200 true 0

Pengertian Norma Agama Lengkap Tujuan, Ciri, Fungsi, dan Sanksi

0 Comments

Dapat kamu sadari atau tidak, norma agama sangat penting untuk tatanan peraturan dalam kehidupan sehari-hari kita.

Norma agama ini dapat dikatakan merupakan  salah satu nilai atau bentuk tuntunan berperilaku dalam bermasyarakat.

Apalagi di Indonesia sendiri, agama telah menjadi bagian integral dari suatu kehidupan serta hampir seluruh masyarakatnya memeluk suatu kepercayaan yang disebut dengan agama.

Hal ini sesuai dengan pernyataan dalam ideologi bangsa Indonesia, yaitu Pancasila sila kesatu yang berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

Ini berarti Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa mengakui eksistensi norma agama sebagai salah satu bahan sumber hukum nasional.

Setidaknya di Indonesia ini, ada sekitar enam jenis agama yang telah diakui berdasarkan Penetapan Presiden No 1 Tahun 1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama.

Agama-agama tersebut diantaranya adalah Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.

Hal ini menunjukan bahwa norma agama telah menjadi salah satu realitas eksistensial yang hidup di kalangan bangsa  sehingga sangat berkaitan erat dengan tatanan hidup masyarakatnya.

Namun, apa yang dimaksud dengan norma agama itu? Dan apa tujuan dibuatnya?

Sebelum membahas lebih dalam mengenai norma agama, berikut sedikit penjelasan mengenai norma.

Sekilas Mengenai Norma

Norma merupakan aturan yang terdapat dalam masyarakat yang secara tidak tertulis diakui dan harus ditaati oleh seluruh anggota masyarakat.

Aturan-aturan tersebut dipercaya lalu diwariskan secara turun temurun, dan merupakan kesepakatan antara masyarakat sendiri, atau dipercaya sebagai aturan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Berdasarkan hal tersebut, dalam ilmu sosial dan kewarganegaraan, norma ini dibagi menjadi empat macam, yaitu norma hukum, norma kesopanan, norma agama, dan norma kesusilaan.

Keempat norma tersebut memiliki ciri dan cara penanganan tersendiri untuk setiap pelanggaran yang dilakukan.

Dalam artikel ini akan dijelaskan secara lengkap mengenai pengertian norma agama, tujuan, ciri, fungsi, dan sanksi jika melanggar norma ini.

Pengertian Norma Agama

norma agama

Source : okeline.com

Secara etimologi, kata norma berasal dari bahasa Belanda, yaitu “norm” yang memiliki arti patokan, pokok kaidah, atau pedoman.

Namun beberapa orang mengatakan, istilah norma ini berasal dari bahasa Latin, “mos” yang berarti kebiasaan, tata perilaku, atau adat istiadat.

Sedangkan kata agama, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah suatu ajaran atau sistem yang mengatur tata kepercayaan dan peribadatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Agama juga merupakan tata kaidah yang berhubungan dengan dengan budaya dan pandangan dunia yang menghubungkan manusia dengan tatana kehidupan.

Dari kedua pengertian tersebut dapat diambil makna bahwa norma agama adalah suatu bentuk aturan, kaidah, atau petunjuk hidup yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan.

Aturan yang terkandung di dalam norma ini meliputi perintah dan larangan yang akan menjadi panduan hidup bagi masyarakat.

Sebenarnya, norma agama ini berlaku bagi mereka yang memiliki keyakinan saja, namun jika telah terkeristal menjadi norma sosial, maka norma tersebut akan berlaku juga untuk masyarakat luas.

Sumber Norma Agama

norma agama

Source : islamidia.com

Di dalam norma agama ini terdapat perintah dan larangan yang  sifatnya wajib yang menuntut suatu ketaatan mutlak bagi setiap pemeluknya agama.

Dengan kata lain, semua umat beragama harus menaati perintah yang berasal dari Tuhan serta menjauhi segala larangan-Nya sesuai dengan yang ditetapkan oleh sebuah agama.

Aturan yang ditetapkan oleh sebuah agama tersebut biasanya sudah tertuang dalam kitab suci agama masing-masing lengkap dengan arahan dalam menjalani suatu kehidupan.

Di Indonesia sendiri aturan beragama bagi seluruh masyarakatnya telah dijamin dalam UUD RI 1945 pasal 29 ayat 2 yang berbunyi:

“Negara menjamin kemerdekaan bagi setiap penduduknya untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agama dan kepercayaannya tersebut.”

Adapun macam-macam sumber norma agama di Indonesia tergantung pada agama yang dianutnya antara lain :

  1. Norma agama Islam bersumber pada kitab suci Al Qur’an dan Al hadits Nabi Muhammad SAW.
  2. Norma agama Kristen Katolik dan Protestan bersumber pada Al-kitab.
  3. Norma agama Hindu bersumber dari kitab suci Weda.
  4. Norma agama Budha bersumber dari kitab suci Tripitaka.
  5. Norma agama Khonghucu bersumber dari kitab suci Si Shu dan Wu Jing.

Pelanggaran terhadap norma agama ini akan mendapatkan sanksi berupa dosa yang nantinya akan didapat siksaan di neraka.

Tujuan Norma Agama

norma agama

Source : cdnb.artstation.com

Adapun beberapa tujuan dari norma agama antara lain :

  1. Menyempurnakan manusia, karena setiap manusia beragama akan dituntun oleh norma agama yang akan menghubungkan manusia tersebut dengan penciptanya, Tuhan Yang Maha Esa.

Penyempurnaan tersebut lebih mengarah pada batin atau spiritual manusia.

  1. Melalui norma agama, setiap manusia juga mampu membedakan hal-hal yang baik dan yang uruk berdasarkan agama sehingga hidupnya akan menjadi tenang.

Hal ini juga memperkuat norma-norma yang lain karena biasanya akan saling berkaitan.

  1. Menjunjung nilai-nilai kemanusaiaan yang ada dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.

Ciri-Ciri Norma Agama

norma agama

Source : cdn.murianews.com

Berikut beberapa ciri utama dari norma agama, diantaranya yaitu:

  1. Bersumber langsung dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
  2. Bersifat menyeluruh (universal) serta abadi.
  3. Jika norma agama dilaksanakan, maka akan mendapat pahala, sebaliknya jika dilanggar maka akan mendapatkan dosa dan hukuman diakhirat.
  4. Bersifat luas dan berlaku untuk seluruh umat manusia beragama yang ada di dunia ini.

Fungsi Norma Agama

norma agama

Source : pbs.twimg.com

Norma agama ini memiliki beberapa fungsi antara lain :

  • Fungsi Pendidikan (Edukatif)

Baik secara hukum atau yuridis, ajaran agama berfungsi untuk memerintah dan mengajak kepada hal-hal yang bersifat baik.

Tentunya dengan hal ini seseorang dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi dengan terbiasa berperilaku baik sesuai ajaran agamanya masing-masing.

  • Fungsi Perdamaian

    norma agama

    Source : elearn.id

Dengan adanya tuntunan agama, maka seseorang akan memiliki perasaan bersalah atau berdosa saat ia melakukan kesalahan.

Dengan adanya agama, maka seseorang akan mencapai kedamaian batin untuk dirinya, kedamaian dengan semesta, kedamaian dengan sesama, dan kedamaian dengan Tuhan.

  • Fungsi Kreatif

    norma agama

    Source : assets-a1.kompasiana.com

Fungsi kreatif ini akan membantu menopang dan mendorong fungsi pembaharuan, dalam mengajak setiap umat beragama untuk dapat  bekerja dengan cara yang lebih produktif dan inovatif.

Hal tersebut bukan hanya dilakukan untuk diri sendiri saja, tapi juga untuk orang lain yang ada di sekitar kita.

  • Fungsi Penyelamat

Keselamatan yang ada dalam ajaran suatu agama ini diyakini akan menolong seseorang baik di dunia atau di akhirat tergantung dari ajaran dan kepercayaan masing-masing pemeluk agama.

  • Fungsi Kontrol Sosial

    norma agama

    Source :mandiriamalinsani.or.id

Ajaran agama membentuk penganutnya untuk peka terhadap setiap masalah di sekitarnya, seperti kemiskinan, keadilan, kemanusiaan, dan lain sebagainya.

Kepekaan ini juga mendorong seseorang untuk lebih sadar dan campur tangan saat terjadi kebatilan yang di kehidupan yang ada.

  • Fungsi Pembaharuan

Norma agama akan dapat mengubah kehidupan seseorang menjadi kehidupan yang baru.

Dengan fungsi ini, seharusnya agama terus-menerus menjadi agen perubahan basis-basis nilai dan moral untuk kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

  • Fungsi Sublimatif (Perubahan Emosi)

Ajaran agama kebanyakan tujuannya adalah untuk mensucikan umat manusia dari segala dosa-dosa dan kesalahan, bukan hanya yang bersifat agamawi tetapi juga duniawi.

Selama usaha untuk mensucikan diri tersebut, dilakukan dengan cara baik yang tidak bertentangan dengan norma agama, dan dilakukan dengan niat yang tulus karena Tuhan semata sebagai ibadah.

  • Fungsi Persatuan Solidaritas

    norma agama

    Source : blue.kumparan.com

Kesamaan rasa menjadikan setiap umat beragama harus terus memupuk rasa solidaritas atau persatuan.

Hal ini juga membantu mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang terhindar dari konflik dan masalah serta menjadi pilar tonggak kehidupan masyarakat yang baik.

Contoh Pelanggaran Norma Agama

Berikut beberapa contoh pelanggaran norma agama

  • Mencuri

    norma agama

    Source : balipuspanews.com

Semua agama di dunia pastinya melarang adanya tindak pencurian, seperti mengambil sesuatu milik orang lain tanpa izin dari pemiliknya secara sah.

Aturan mencuri ini juga telah dimasukkan ke dalam norma hukum yang sanksinya diberikan secara langsung di dunia.

Beberapa kegiatan yang termasuk mencuri adalah ; merampok, mencuri barang, korupsi harta maupun waktu, dan lain sebagainya.

Masing-masing agama memiliki sanksi yang berbeda kepada pencuri, misalnya dalam agama Islam, berdasarkan QS. Al-Maidah : 38 pencuri harus dipotong tangannya.

Namun pada umumnya aturan sanksi yang diikuti untuk pelanggaranya adalah sanksi berdasarkan dalam norma hukum.

  • Berzina

    norma agama

    Source :awsimages.detik.net.id

Berzina adalah dosa yang paling besar yang dolarang oleh semua agama.

Seperti yang kita tahu, semua agama melarang sesuatu yang akan berdampak buruk bagi kita tak terkecuali dengan berzina.

Perbuatan tidak terpuji ini selain akan mendapatkan dosa, juga akan memberikan banyak sekali dampak buruk bagi kesehatan, seperti beresiko tinggi terkena infeksi menular seksual (IMS). 

  • Tidak Melaksanakan Ibadah Wajib

    norma agama

    Source : media.suara.com

Setiap agama mewajibkan umatnya untuk melaksanakan suatu ibadah yang sifatnya wajib untuk dilaksanakan.

Ibadah wajib yang dimaksud seperti sembahyang atau sholat dalam agama Islam yang merupakan sarana penghubung antara umat dan Tuhannya.

Ibadah wajib ini juga merupakan wujud rasa syukur atas segala sesuatu yang telah ia terima dari Tuhannya.

Meskipun tidak ada sanksi tegas yang diterima selama di dunia, orang yang tidak melaksanakan ibadah wajib dianggap telah melakukan dosa.

  • Mengonsumsi Makanan dan Minuman Keras

    norma agama

    Source : img.okezone.com

Narkoba dan minuman yang mengandung alkohol adalah dua jenis makanan yang memiliki zat-zat berbahaya di dalamnya yang dapat mengganggu fungsi otak orang yang mengonsumsinya.

Mengonsumsi makanan dan minuman tersebut dilarang oleh agama serta termasuk pelanggaran norma hukum dimana pelakunya akan dikenakan sanksi.

  • Melakukan Perjudian

    norma agama

    Source : cdn-2.tstatic.net

Seperti yang kita tahu, perjudian adalah sesuatu hal yang buruk yang dapat menimbulkan kerugian serta dilarang oleh agama.

Perjudian ini adalah cara mencari keuntungan yang tidak benar dapat membuat hubungan seseorang menjadi tidak baik.

Di Indonesia sendiri, berjudi merupakan tindakan melawan hukum dimana hal ini telah tercantum dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)Pasal 303 ayat 3 yang tentunya memiliki sanksi.

  • Berbohong

    norma agama

    Source : statik.tempo.co

Berbohong termasuk ke dalam salah satu dosa yang harus dihindari, yang tentunya tidak direkomendasikan oleh agama.

Tidak ada pembenaran untuk kebohongan kecuali itu murni sebagai keharusan dalam kebaikan.

Berbohong ini juga termasuk norma kesusilaan dimana orang yang melanggarnya akan dikenakan sanksi berupa diasingkan dan tidak dapat dipercaya oleh orang lain.

  • Tidak Menghormati Orangtua

    norma agama

    Source : ibudanbalita.com

Setiap agama memerintahkan umatnya untuk menghormati orang yang lebih tua dengan selalu bersikap baik.

Meskipun tidak ada sanksi hukum secara jelas, tidak mematuhi orangtua ini merupakan sikap yang tidak terpuji.

  • Memfitnah

    norma agama

    Source : 2.bp.blogspot.com

Memfitnah artinya menyebarkan keburukan orang lain yang tidak benar adanya yang biasanya dilakukan karena seseorang merasa iri dan dengki.

Memfitnah ini merupakan perilaku yang tidak terpuji yang dilarang oleh agama karena dapat merusak nama baik seseorang dan merusak hubungan sosial yang terjadi dalam mayarakat.

Di beberapa negara, memfitnah jugaa termasuk pelanggaran norma hukum yang perlakunya akan dikenakan hukuman fisik berupa pidana kurungan atau denda.

Di Indonesia sendiri, orang yang memfitnah orang lain dianggap telah melakukan pencemaran nama baik yang akan dikenakan sanksi berupa denda atau kurungan penjara.

  • Membunuh

    norma agama

    Source : minews.id

Tidak ada seorang pun di dunia ini yang berhak atas nyawa seseorang selain Tuhan.

Maka dari itu, membunuh termasuk pelanggaran norma agama karena artinya seseorang telah melanggar kehendak Tuhan.

Membunuh juga adalah suatu kegiatan melannggar norma hukum diman pelakunya akan dikenakan sanksi berat berupa hukuman kurungan serta denda. 

  • Berbuat Jahat Terhadap Sesama Manusia

    norma agama

    Source : cdn.idntimes.com

Berbuat jahat disini adalah melakukan perbuatan buruk secara fisik, verbal, dan psikologis yang akan merugikan pihak lain.

Berbbuat jahat ini contohnya adalah melakukan pembully-an terhadap teman, melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan lain sebagainya.

Meskipun tidak semua tindakan jahat diatur dalam norma hukum, namun secara norma agama tindakan tersebut merupakan sutu pelanggran yang dapat menghasilkan dosa.

Sanksi Norma Agama

norma agama

Source : fajar.co.id

Sama dengan norma-norma yang lainya, dalam norma agama juga terdapat sanksi untuk orang yang melanggaranya.

Sanksi dalam norma agama ini, selain dapat secara langsung didapatkan di dunia, juga akan diapatkan di akhirat nanti.

Sanksi bagi pelanggar norma agama ketika di dunia ini contohnya seperti :

  1. Perasaan akan menjadi was-was
  2. Akan dihantui rasa bersalah
  3. Hidup menjadi tidak tenang
  4. Dijauhi atau dikucilkan oleh masyarakat
  5. Tidak akan dipercaya lagi oleh orang lan

Untuk hukuman yang akan diterima di akhirat nanti adalah hukuman yang setimpal dengan apa yang telah dilakukan di dunia atau malah bahkan bisa lebih menyakitkan dibandingkan dengan di dunia.

Agama ini memberi keringanan kepada pelanggarnya jika ia melakukan kesalahan ia harus bertobat kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi.

Solusi Pelanggaran Norma Agama

norma agama

Source : saran.id

Aturan norma agama dibuat untuk ketertiban hubungan manusia dengan Tuhannya serta dengan manusia lain.

Meskipun begitu, pada kenyataannya norma agama ini masih banyak dilanggar.

Untuk mengatasinya serta untuk mengurangi pelanggaran atas norma ini diperlukan pendidikan agama untuk membangun karakter seseorang yang sesuai dengan aturan agama.

Selain itu, kita juga harus senantiasa membiasakan hidup sesuai dengan norma agama dengan menciptakan lingkungan dan pribadi yang patuh terhadap segala perintah-Nya.

Hal ini tentunya harus dilakukan sejak dini agar kebiasaan baik ini akan selalu terbawa hingga dewasa.

Antar sesame pemeluk agama juga haruslah saling mengingatkan jika salah seorang dari mereka melakukan kesalahan.

Oleh karena itu, sebagai makhluk sosial, manusia akan saling membutuhkan satu sama lain dan harus selalu saling mengingatkan akan kebaikan.

sebuah dongeng
Previous Post
Mengenal Sebuah Dongeng dan Contohnya
kitab suci
Next Post
Kitab Suci dari Setiap Agama Yang Ada di Indonesia

0 Comments

Leave a Reply

error: Content is protected !!