15 49.0138 8.38624 1 4000 1 https://nazwaproduction.com 200 true 0
lingkungan alami

Kemegahan Masjid Raya Bandung dan Sejarahnya

0 Comments

Masjid Raya Bandung merupakan masjid terbesar di kota Bandung yang telah menjadi kebanggaan bagi warga Bandung.

Dengan luas keseluruhan tanahnya yang mencapai 23.488 meter persegi serta bangunan seluas 8.575 meter persegi ini, dapat menampung hingga 13.000 jamaah.

Masjid ini bahkan bisa disebut sebagai ikonnya kota yang dijuluki sebagai kota kembang ini.

Bila berbicara mengenai masjid ini, tak lengkap rasanya jika kita tidak membahas sejarah berdirinya masjid Indonesia yang ada di Bandung ini.

Sejarah Masjid Raya Bandung

Masjid Raya Bandung

Source : masjidraya.com

Masjid Raya Bandung pertama kali didirikan pada tahun 1812 dengan nama awal Masjid Agung Bandung dan telah menjadi salah satu masjid tertua di Bandung.

Masjid ini dibangun bersamaan dengan kepindahan pusat kota Bandung yang sebelumnya berada di Krapyak yang berada di sisi selatan Bandung menjadi ke pusat kota sekarang ini.

Pada masa awal pembangunannya, arsitektur masjid ini kental dengan corak khas Sunda.

Bangunannya sangat sederhana berupa bangunan panggung tradisional  dengan tiang kayu, tiga tingkat atap rumbia dengan bentuk runcing yang dijuluki dengan “Bale Nyungcung”, dan dinding yang terbuat dari anyaman bambu serta dilengkapi dengan kolam sebagai tempat untuk berwudhu.

Konon masyarakat sekitar menggunakan kolam ini sebagai sumber air untuk memadamkan api saat terjadi kebakaran di daerah Alun-Alun Bandung pada sekitar tahun 1825.

Sejak awal didirikannya, masjid ini telah mengalami beberapa kali perombakan.

Perombakan pertama terjadi setahun setelah kebakaran terjadi dengan mengganti dinding anyaman bambu dan atapnya dengan bahan kayu.

Kemudian atas instruksi Bupati Bandung yang menjabat pada periode tahun 1946-1874, R.A Winatakusumah IV masjid ini mengalami perluasan dan perombakan dengan mengganti dindingnya dengan tembok batu bata dan atapnya dengan genteng.

Meskipun dibangun dengan desain sederhana, namun masjid ini memiliki kesan megah yang menarik pelukis asal Inggris bernama W. Spreat untuk mengabadikannya sebagai lukisan yang kemudian dipajang di dalam buku De Zieke Reiziger.

Beberapa perombakan terjadi dalam beberapa tahun ke belakang hingga terlihat beberapa perubahan pada masjidnya , seperti terdapat pendopo sebagai teras masjid, dua buah menara di sisi kiri dan kanan masjid, atap kubah berbentuk joglo dan beberapa perubahan lainnya.

Namun pada tahun 2000-an, perubahan total dilakukan oleh Gubernur saat itu, H.R Nuriana yang kemudian didapatkan atap kubah besar berbentuk setengah bola berdiameter 30 meter dua buah menara yang dapat dinaiki.

Menara Masjid Raya Bandung

Menara Masjid Raya Bandung

Source: https://www.sifathlist.com/

Seperti yang sudah kamu baca sebelumnya, menara ini dibangun pada sekitar tahun 2000-an.

Dua menara ini dibangun dengan desain yang sama sehingga sering disebut dengan menara kembar.

Sebenarnya, desain awal menara ini akan dibangun hingga ketinggian 99 meter.

Namun, setelah diberikan masukan dari pengelola Bandara Husein Sastranegara Bandung, menara ini hanya mencapai ketinggian maksimal hingga 81 meter demi keselamatan dan keamanan lalu lintas udara.

Meskipun begitu, jika dihitung dari tinggi pondasinya yang memiliki ketinggian 18 meter, tinggi menara ini tetap mencapai tinggi awal perencanaanya yaitu 99 meter yang melambangkan Asmaul Husna atau Nama-nama Allah SWT.

Di atasnya terdapat kubah kecil berukuran lima kali lebih kecil dari kubah utamanya.

Dengan membayar infaq, kamu bisa menaiki menara masjid dengan 19 lantai ini.

Untuk mencapai puncak menara, disediakan sebuah lift yang buka dari pagi sampai siang hari.

Di puncak menara ini, kamu bisa menikmati keindahan Kota Bandung dengan sudut pandang 360 derajat.

Menara yang dapat menampung hingga 80 orang ini, dapat kamu jadikan sebagai tempat fotografi karena di atas menara ini kamu akan dapat melihat keindahan Kota Bandung seperti yang dapat kamu lihat di arah timur terdapat Gunung Manglayang dan Bukit Tunggul.

Kemudian arah selatan terdapat Gunung Malabar dan Patuha.

Lalu di arah barat terdapat pegunungan kapur yang sering digunakan sebagai tempat untuk olahraga panjat tebing.

Sedangkan di arah utara terdapat Gunung Burangrang dan Gunung Tangkuban Perahu yang terkenal dengan dongeng yang hidup di dalamnya.

Untuk kamu yang ingin mencoba menaiki menara masjid ini, tidak perlu takut karena menara ini dilengkapi dengan alat-alat yang aman seperti jendela di puncak menaranya yang dibatasi dengan teralis.

Alamat Masjid Raya Bandung

Jika kamu ingin mengunjungi salah satu masjid yang menjadi landmark Kota Bandung ini, kamu akan dengan mudah menemukan alamatnya.

Alamat Masjid Raya Bandung berada di pusat kota yang telah menjadi ibu kota Provinsi Jawa Barat.

Masjid ini terletak di Jl. Dalem Kaum No. 14, Balonggede Kec. Regol, Kota Bandung.

Masjid ini juga terletak di daerah yang strategis di kota metropolitan terbesar di Jawa Barat ini.

Letaknya tidak jauh dengan Jalan Braga dan objek wisata bersejarah yakni Museum Konferensi Asia Afrika.

Masjid ini juga berada di satu tempat dengan Alun-alun Bandung yang menjadi salah satu spot wisata yang ramai dikunjungi.

Alun-alun Bandung terletak di area pelataran Masjid Raya Bandung yang berupa lapangan berlapiskan rumput sintetis.

Hotel Dekat Masjid Raya Bandung

 

Jika kamu akan berkunjung ke Kota Bandung untuk melakukan berbagai kegiatan penting maupun hanya sekedar untuk berlibur dan tidak tahu harus menginap dimana.

Kami akan memberikan beberapa hotel terbaik di dekat Masjid Raya Bandung yang dapat kamu jadikan sebagai referensi.

1. Mypodroom

Mypodroom adalah hotel terdekat dengan Masjid Raya Bandung.

Hotel ini hanya berjarak 0.4 km dari masjid ini.

Jika kamu sedang berlibur sendiri di Bandung, hotel ini sangat cocok untuk kamu.

Mypodroom merupakan hotel kapsul yang terletak di Jl. Dalem Kaum No.102, Cikawao, Kec. Lengkong.

Hotel ini menawarkan kamar dengan fasilitas wifi gratis area parkir untuk para tamu.

Jika kamu tidak membawa kendaraan pribadi dan ingin berkeliling Bandung, hotel ini juga dapat menyediakan sewa mobil untuk kamu kendarai.

2. de Braga by Artotel

Hotel de Braga by Artotel hanya berjarak 0.5 km dari Masjid Raya Bandung.

Letaknya berada di Jl.Braga No. 10, Braga, Kec. Sumur Bandung.

Jika berkunjung bersama keluarga, hotel ini cocok untuk kamu pilih.

Hotel ini menawarkan berbagai fasilitas bagi tamu yang akan menginap, diantaranya adalah menyediakan akomodasi dengan kolam renang luar ruangan, taman, bar dan tempat parkir pribadi gratis.

3. Buton Backpaker Lodge

Buton Backpaker Lodge berada di Jl. H. Akbar No.19, Pasir Kaliki, Kec. Cicendo.

Hotel satu ini hanya berjarak 1.4 km dari Masjid Raya Bandung.

Hotel ini juga menjadi salah satu hotel yang cocok untuk kamu pilih saat berlibur bersama keluarga tercinta.

Di hotel ini, kamu akan diberi fasilitas seperti lounge bersama, taman, tempat parkir pribadi gratis serta sepeda gratis yang dapat kamu coba untuk berolahraga maupun untuk sekedar melihat-lihat Kota Bandung.

Desain Masjid Minimalis
Previous Post
4 Desain Masjid Minimalis Modern
masjid Quba
Next Post
Mengenal Masjid Quba Sejarah dan Kemuliaannya

0 Comments

Leave a Reply

error: Content is protected !!