15 49.0138 8.38624 1 4000 1 https://nazwaproduction.com 200 true 0
manusia purba

Mengenal Kehidupan Manusia Purba Beserta Peralatan Yang Digunakannya

0 Comments

Jika berlibur ke museum, kita sering menemukan fosil manusia purba yang sering dipamerkan sebagai sarana pembelajaran.

Seperti yang dapat kita lihat, penampilan fisik dari manusia ini cenderung memiliki perbedaan dengan manusia seperti kita yang hidup di zaman modern ini.

Agar dapat lebih memahaminya, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

PENGERTIAN MANUSIA PURBA

manusia purba

Source : traverse.id

Manusia purba atau yang dapat disebut juga dengan  Prehistoric People (manusia prasejarah) adalah jenis manusia yang hidup pada zaman praaksara.

Zaman praaksara atau zaman nirleka ini merupakan zaman dimana manusia belum memiliki sistem bahasa tertulis.

Atau secara sederhananya, zaman praaksara ini merupakan zaman dimana manusia belum mengenal tulisan.

Adanya jenis manusia ini dikemukakan oleh para ilmuwan yang mempercayai adanya teori evolusi dimana manusia purba ini merupakan nenek moyang umat manusia.

Tentunya teori ini bukan tanpa alasan, para ilmuwan mampu mengemukakan pendapat mereka berdasarkan penelitian yang telah mereka lakukan.

Mereka menemukan fosil tulang belulang yang menunjukan cirri-ciri dan bentuk menyerupai manusia, namun bungkuk.

SEJARAH MANUSIA PURBA

manusia purba

Source : biology4isc.weebly.com

Menurut penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan, manusia purba ini diperkirakan hidup di era Pleistosen, yaitu era yang berlangsung antara 2.588.000 hingga 11.500 tahun lalu.

Era pleistosen ini dibagi menjadi tiga, yaitu Pleistosen awal, Pleistosen tengah, dan Pleistosen akhir yang masing-masing ditemukan berbagai fosil manusia purba yang hidup di bagian tersebut.

Lalu sekitar tahun 60 ribu sampai 50 ribu SM, manusia purba ini melakukan pergerakan dari Afrika Tengah ke Afrika Selatan.

Dan mulai menyebar kembali ke Arab, India, Indonesia, pada tahun 50 rb hingga 45 ribu SM, hingga akhirnya mencapai Australia, Jepang, China, Alaska, hingga ke Amerika Utara.

Proses penyebarannya terus berlanjut hingga ke beberapa daerah di dunia.

MANUSIA PURBA DI INDONESIA

manusia purba

Source : 2.bp.blogspot.com

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki banyak peninggalan fosil dan artefak-artefak dari masa lalu.

Banyaknya penemuan-penemuan tersebut, membuat Indonesia dipilih sebagai negara penting bagi para arkeolog atau peneliti zaman praaksara.

Beberapa peneliti yang melakukan penelitiannya mengenai manusia purba di Indonesia diantaranya adalah Eugena Dobois, G.H.R Von Koeningswald, dan DR. T. Jacob.

Menurut para peneliti, letak astronomis Indonesia yang berada di garis khatulistiwa ini membuat Indonesia memiliki iklim tropis yang menjadi tempat ternyaman bagi jenis manusia ini.

Di Indonesia sendiri, penelitian mengenai manusia purba ini telah dimulai sejak abad ke-18 Masehi yang dipelopori oleh Eugene Dubois, seorang dokter dari Belanda.

Penelitian yang dilakukan untuk mengetahui jenis-jenis yang di Indonesia ini mendapatkan beberapa fosil yang ditemukan di daerah Solo, Mojokerto, Sangiran, dan masih banyak lagi.

Dari penelitian tersebut, peneliti mengelompokan manusia purba yang ditemukan di Indonesia ini ke dalam tiga kelompok.

Ketiga kelompok tersebut diantaranya adalah Megantrhopus (manusia besar), pithecanthropus (manusia kera yang berjalan tegak), dan Homo (manusia yang berpikir).

JENIS-JENIS MANUSIA PURBA DI INDONESIA

manusia purba

Source :1.bp.blogspot.com

Adapun beberapa jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia, diantaranya adalah sebagai berikut:

1.  Meganthropus palaeojavanicus

manusia purba

Source : 3.bp.blogspot.com

Jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia yang pertama adalah Meganthropus paleojavanicus.

Fosil manusia purba ini ditemukan pada sekitar tahun 1936 dan 1941di kawasan Sangiran oleh Von Koenigswald.

Von Koenigswald sendiri menamai Megantrhopus paleojavanicus yang berarti manusia besar dari Jawa.

Jenis manusia yang diperkirakan hidup sekitar satu hingga dua juta tahun yang lalu ini merupakan jenis manusia prasejarah yang paling primitif.

Manusia purba jenis ini memiliki ciri-ciri tulang pipi yang tebal, otot rahang yang kuat, tulang kening yang menonjol, dan tak memiliki dagu.

Selain itu, menthropus paleojavanicus juga memiliki bentuk tubuh yang tegap serta memiliki bentuk kepala dengan tonjolan di belakang yang tajam.

2. Pithecanthropus erectus

manusia purba

Source : blue.kumparan.com

Jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia selanjutnya adalah Pithecanthropus erectus yang diperkirakan hidup di Indonesia pada satu hingga dua juta tahun yang lalu.

Jenis yang satu ini merupakan jenis manusia purba pertama yang ditemukan di Indonesia serta menjadi jenis yang paling banyak ditemukan di Indonesia.

Eugene Dubois, seorang tenaga kesehatan pada zaman Hindia-Belanda menemukan fosil pertama Pithecnthropus erectus berupa geraham di daerah Lembah Bengawan Solo, daerah Trinil.

Ciri-ciri yang dimiliki manusia purba yang ditemukan pada tahun 1890 silam ini yaitu memiliki tengkuk dan geraham (gigi) yang kuat, hidung tebal, serta dahi lebar dan lebih menonjol.

Bentuk tubuhnya sendiri belum tegap sempurna dengan rata-rata tingginya 165 cm sampai 180 cm  serta diperkirakan memiliki volume otak sekitar 750 cc hingga 1350 cc.

3. Pithecanthropus soloensis

manusia purba

Source :asset.kompas.com

Sesuai dengan namanya, fosil Pithecanthropus soloensis pertama kali ditemukan di daerah Ngandong, Solo.

Penemunya adalah Openorth dan Van Koenigswald sekitar tahun 1931 hingga 1933.

Para peneliti memperkirakan jenis manusia purba ini hidup di zaman Pleistosen awal dan tengah, yaitu sekitar 1 sampai 1,5 juta tahun yang lalu.

Jenis yang satu ini memiliki ciri-ciri tulang belakang yang menonjol, rahang bawah yang kuat, hidung lebar, dan tulang pipi yang kuat dan menonjol.

Pithecanthropus soloensis juga diperkirakan memiliki tinggi sekitar 168 hingga 180 cm dengan volume otak 775 cc sampai 975 cc.

Fosil Pithecannthropus soloensis yang pertama ditemukan adalah bagian tengkorak dan bagian tulang keringnya.

4. Pithecanthropus mojokertensis

manusia purba

Source : www.ayokbelajar.com

Bergeser sedikit ke arah Jawa Timur, tepatnya di daerah Mojokerto, Van Koenigswald kembali menemukan fosil manusia purba pada tahun 1939.

Daerah Mojokerto ini memang menjadi tempat dimana sering ditemukannya fosil manusia purba yang kemudian disebut dengan Pithecanthropus mojokertensis.

Van Koenigswald pertama kali menemukan jenis manusia purba ini yang diperkirakan masih berusia 6 tahun.

Lalu, Widenreich menemukan fosil  serupa di kota yang sama.

Pithecanthropus mojokertensis diperkirakan hidup pada zaman Pleistosen awal, tengah, hingga akhir.

Ciri-cirinya yaitu memiliki tulang tengkorak yang tebal, hidung kebar, tidak memiliki dagu, dan bagian kening yang menonjol.

Pithecanthropus mojokertensis ini memiliki bentuk tubuh yang hampir tegak dengan tinggi sekitar 165 sampai 180 cm.

5. Homo floresiensis

manusia purba

Source : cl-static-v3.padangkita.com

Berbeda dengan jenis Meganthropus dan Pithecanthropus, jenis manusia purba Homo diperkirakan telah memiliki kebiasaan yang hampir mirip dengan manusia modern saat ini.

Jenis manusia purba dengan nama Homo ini telah mengerti berbagai kegiatan yang juga disebut sebagai makhluk ekonomi.

Homo floresiensis merupakan jenis manusia purba yang ditemukan di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.

Jenis manusia purba ini diperkirakan hidup sekitar 12 ribu tahun yang lalu dan telah mampu hidup berdampingan dengan jenis-jenis yang lainnya.

Ciri-ciri manusia purba ini memiliki tubuh dan tengkorak kepala yang kecil dengan volume otak 380 cc, bentuk dahi yang sempit dan tak menonjol, serta tulang rahangnya menonjol.

6. Homo wajakensis

manusia purba

Source : 4.bp.blogspot.com

Manusia purba jenis Homo wajakensis telah hidup di zaman yang lebih modern dari jenis-jenis manusia purba yang ada sebelumnya.

Hal ini dibuktikan dari penemuan berbagai jenis peralatan bersamaan dengan fosil jenis manusia purba ini oleh Van Riestchoten di daerah Campur Darat Tulungagung, Jawa Timur.

Lalu, Eugene Dubois menemukan kembali fosil jenis manusia purba ini di tempat yang sama pada tahun 1890.

Homo wajakensis memiliki cirri-ciri bentuk wajah lebar, hidung datar dan lebar, tulang pipi menonjol ke samping, letak hidung ke mulut sedikit jauh.

Selain itu, jenis manusia purba ini telah mampu berjalan tegap dengan tinggi diperkirakan sekitar 130 cm sampai 210 cm.

7. Homo soloensis

manusia purba

Source : www.sejarahindonesia.web.id

Selain Pitecanthropus (manusia kera), di Solo juga ditemukan fosil manusia purba berjenis Homo yang kemudian diberi nama Homo soloensis.

Penemu fosil manusia purba ini adalah Weidenrich dan Koenigswald pada tahun 1931 hingga 1933 di daerah Sungai Bengawan Solo.

Mereka diperkirakan hidup sekitar 300.000 sampai 900.000 tahun yang lalu, yaitu pada zaman Paleolitikum atau zaman batu.

Van Koenigswald berpendapat bahwa manudia purba jenis ini berada pada tingkatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis Pithecanthropus erectus.

Hal ini karena jenis manusia purba ini telah berkembang secara akal atau telah lebih cerdas, karena itulah disebut dengan ‘Homo’.

Homo soloensis memiliki cirri-ciri tinggi badan mencapai 130 cm sampai 210 cm, struktur tulang wajahnya tidak mirip dengan manusia kera.

Selain itu, bentuk tubuhnya juga tegap dengan volume otak sekitar 1.000 cc sampai 1.300 cc.

8. Homo sapiens

manusia purba

Source : cerdika.com

Homo sapiens merupakan jenis manusia purba yang usia penemuannya merupakan yang paling muda dan paling mendekati manusia modern seperti saat ini.

Jenis ini merupakan jenis yang telah mengenal kehidupan sosial dan mampu berpikir cerdas.

Bentuk tubuhnya juga mirip dengan manusia modern dimana ia memiliki bentuk tengkuk yang sudah berukuran kecil, tulang wajah yang tidak menonjol, memiliki dagu dan tulang rahang yang tidak terlalu kuat.

Homo sapiens juga memiliki volume otak antara 1000 sampai 1200 cc.

PENINGGALAN PERALATAN MANUSIA PURBA

Manusia purba juga telah mengenal berbagai jenis peralatan yang digunakan untuk membantu kelangsunan hiduonya.

Berikut beberapa peralatan yang digunakan oleh manusia purba:

1. Kapak Genggam

manusia purba

Source : upload.wikimedia.org

Peralatan yang digunakan oleh manusia purba yang pertama adalah kapak genggam atau kapak perimbas.

Kapak genggam ini banyak digunakan oleh manusia purba jenis Pithecanthropus untuk berburu yang umumnya terbuat dari batu gamping.

Struktur dan bentuknya masih sangat sederhana dimana bentunya memanjang dengan salah satu bagiannya tajam dan salah satunya tumpul.

Kapak genggam ini pernah ditemukan di beberapa tempat di Indonesia seperti Trunyan (Bali), Awangbangkal (Kalimantan Selatan), dan Kalianda (Lampung).

2. Alat Serpih

manusia purba

Source : 1.bp.blogspot.com

Alat serpih merupakan peralatan yang digunakan oleh manusia yang fungsinya sama seperti pisau yaitu untuk menusuk, memotong atau melubangi kulit binatang.

Para peneliti memperkirakan alat serpih ini merupakan serpihan-serpihan batu pada saat pembuatan kapak genggam.

Alat serpih ini memiliki satu sisi yang tajam dan bergerigi mirip seperti pisau.

Peninggalan ini pernah ditemukan di Indonesia, yaitu di Sangiran dan Gombong (Jawa Tengah), dan Cabbenge (Flores).

3. Kapak Persegi

manusia purba

Source : 1.bp.blogspot.com

Sesuai dengan namanya, kapak persegi merupakan kapak yang berbentuk persegi yang terbuat dari batu.

Alat ini digunakan manusia purba untuk melakukan berbagai kegiatan berburu, memahat, dan bercocok tanam seperti mencangkul.

Salah satu sisi kapak persegi ini dibuat tajam serta pada salah satu sisinya dibuat lubang untuk tangkai.

Jenis peralatan ini juga banyak di temukan di Indonesia, seperti di Jawa, Sumatera, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi.

4. Kapak Lonjong

manusia purba

Source : museumnusantara.com

Kapak lonjong memiliki bentuk yang lebar dan panjang dengan pangkal yang runcing dan tajam yang diikat pada gagang.

Alat ini terbuat dari batu yang telah diasah sehingga teksturnya halus dan pernah ditemukan di Nusa Teng=ggara, Papua, dan Maluku.

5. Menhir

manusia purba

Source : insanpelajar.com

Menhir merupakan tugu batu yang tinggi yang menurut para peneliti digunakan sebagai tempat pemujaan.

6. Dolmen

manusia purba

Source : 1.bp.blogspot.com

Dolmen merupakan batu yang disusun menyerupai meja yang diperkirakan digunakan sebagai tempat untuk menyimpan sesaji untuk sesembahan.

7. Sarkofagus

manusia purba

Source : bilisitungkir.files.wordpress.com

Sarkofagus merupakan peti mati yang terbuat dari batu yang digunakan manusia praaksara untuk menyimpan mayat orang yang telah meninggal.

8. Arca

manusia purba

Source : nusadaily.com

Arca merupakan patung batu yang dibentuk menyerupai bentuk tertentu yang digunakan sebagai media keagamaan, sepetri memuja Tuhan atau dewa-dewa.

9. Bejana Perunggu

manusia purba

Source : slideplayer.info

Bejana perunggu merupakan benda yang terbuat dari perunggu berbentuk seperti gitar Spanyol namun dibuat tanpa gagang.

Alat yang digunakan sebagai tempat minum ini hanya ditemukan di Madura dan Sumatera saja.

10. Kapak Corong

manusia purba

Source : haloedukasi.com

Peralatan peninggalan manusia purba yang terakhir adalah kapak corong.

Kapak corong ini terbuat dari perunggu dengan bentuk bagian atasnya mirip seperti corong.

Alat ini pernah ditemukan di beberapa daerah di Indonesia seperti Jawa, Bali, Sulawesi, dan Papua.

KEHIDUPAN MANUSIA PURBA

manusia purba

Source :www.selasar.com

Kehidupan manusia purba menciptakan pola hunian memeneuhi kebutuhan hidupnya dan bertahan dari keganasan kondisi alam.

Mereka memiliki cara hidup yang sangat sederhana dan masih bergantung pada alam sehingga hidup dengan pola hunian yang berpindah-pindah (nomaden) ke tempat yang memiliki sumber daya  makanan.

1. Masa Kehidupan Berburu

manusia purba

Source : www.yuksinau.id

Manusia purba dalam mengumpulkan makanan (food gathering) dibagi menjadi dua bagian, yaitu masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana dan tingkat lanjut.

Pada saat itu, mereka masih belum memiliki tempat tinggal, hanya belindung di dalam goa dan hidup sendiri atau dalam kelompok kecil.

Mereka menggunakan kapak genggam untuk berburu hewan dan mengumpulkan makanan seperti umbi-umbian.

2. Masa Bercocok Tanam

manusia purba

Source : darunnajah.com

Para peneliti berpendapat bahwa pada masa ini anggota kelompok dalam kehidupan manusia purba telah meningkat sehingga kondisi makanan mulai berkurang.

Mereka mulai mengenal bercocok tanam ini saat populasi hewan semakin menipis.

Tanaman yang pertama kali mereka gunakan dalam bercocok tanam adalah Jawawut, dorgum, wijen, kurma, serta kacang-kacangan.

Pada masa ini, mereka telah mulai hidup menetap pada suatu tempat dan telah mampu membangun tempat tingal dari kayu serta  telah memakai pakaian yang terbuat dari kulit hewan, dan kulit kayu.

3. Masa Mengenal Kepercayaan

manusia purba

Source : samuelchristianl.files.wordpress.com

Seiring dengan perkembangan kemampuan berikir manusia purba, mereka mulai mengenal suatu sistem kepercayaan terhadap kekuatan-kekuatan lain di luar dirinya.

Sistem kepercayaan yang mereka percaya ini seperti animisme, dinamisme, dan totemisme serta  telah melakukan berbagai upacara atau ritual-ritual khusus.

  • Animisme, kepercayaan terhadap nenek moyang dan roh-roh lain dan telah memberikan sesaji.
  • Dinamisme, kepercayaan terhadap kekuatan alam atau benda-benda alam yang bersifat ghaib, seperti menyembah patung, pohon besar, dan lain sebagainya.
  • Totenisme, kepercayaan terhadap binatang yang dianggap suci dan memiliki kekuatan.
sambal
Previous Post
Aneka Jenis Sambal Unik Yang ada di Nusantara
peradaban
Next Post
Peradaban Kuno Yang Paling Dikenal Luas

0 Comments

Leave a Reply

error: Content is protected !!