15 49.0138 8.38624 1 4000 1 https://nazwaproduction.com 200 true 0
Mengenal Makanan Halal

Mengenal Makanan Halal Menurut Panduan Islam

0 Comments

Makanan Halal – Agama Islam memberikan perhatian yang cukup tinggi terhadap pola dan gaya hidup umatnya termasuk dalam hal makanan.

Sebagai umat Islam, makanan yang harus kita konsumsi pun harus yang baik dikonsumsi dan jauh dari kriteria makanan yang dilarang oleh Allah SWT.

Makanan halal adalah makanan yang baik untuk dikonsumsi khususnya oleh umat Islam.

Selain merujuk pada alasan kesehatan dan keamanan, makanan halal akan membuat doa-doa yang kita panjatkan lebih mudah diijabah oleh Allah SWT.

Makanan dalam hukum Islam ada yang halal, haram, dan syubhat (meragukan).

Agar tidak salah dalam menentukan jenis makanan halal, simak penjelasan lengkap mengenai makanan halal menurut panduan Islam yang harus kamu ketahui.

Pengertian Makanan Halal

Mengenal Makanan Halal

Source : radiounisia.com

Secara harfiah, kata halal yang diambil dari Bahasa Arab ini memiliki arti diizinkan.

Kata ini sebenarnya merujuk kepada banyak hal, termasuk makanan.

Makanan halal berarti makanan yang diizinkan atau diperbolehkan untuk dikonsumsi karena memiliki kandungan yang baik serta diproses dengan cara yang baik dan sah.

Istilah halal juga merujuk pada makanan yang diperbolehkan untuk dilakukan, dipergunakan, atau dijadikan usaha karena tidak memiliki kandungan yang mudharat (bahaya) jika dikonsumsi.

Hukum Makanan Halal

Dalam agama Islam, perintah untuk mengkonsumsi makanan halal telah dibahas dalam beberapa firman Allah di dalam Al – Quran.

“Dan makanlah makanan yang halal serta baik dari apa yang telah Allah beri kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu percayai kepada-Nya.”

  • S Al Baqarah ayat 168 yang artinya :

“Wahai manusia, makanlah makanan yang halal dan baik dari apa yang telah terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti jalan setan; karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang ada bagimu.”

  • Ketetapan Pemerintah Indonesia

Selain hukum dalam Al-Quran, pemerintah Indonesia sendiri juga telah membahas tentang makanan halal dalam UU No. 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.

Undang-undang ini berdasar kepada Undang – Undang Dasar Tahun 1945 yang mengamanatkan untuk menjamin setiap pemeluk agama beribadah menurut agama dan kepercayaannya.

Termasuk dengan agama Islam yang dijamin oleh negara untuk dilindungi kehalalan produk yang dikonsumsi dan digunakan oleh masyarakat.

Menurut  undang-undang ini, produk halal hendaknya dilakukan sesuai dengan asas perlindungan, keadilan, kepastian hukum, dan lain lain.

Kriteria Makanan Halal Menurut Islam

Meskipun terbuat dari bahan yang memiliki banyak kandungan baik, namun jika diproses atau cara pengolahanya tidak benar, makanan tersebut juga bisa termasuk ke dalam jenis makanan haram.

Oleh karena itu, kita harus mengetahui kriteria apa saja yang perlu dimiliki oleh makanan yang termasuk ke dalam makanan halal.

Berikut beberapa kriteria makanan halal menurut hukum Islam yang harus kamu perhatikan.

1. Halal zat yang dikandungnya

Makanan Halal

Source : cdn.popmama.com

Makanan halal harus memiliki zat halal yang terkandung di dalamnya atau dalam bahan pembuatannya.

Makanan harus terbuat dari hewan atau tumbuhan yang halal untuk dimakan, seperti daging sapi, telur, kol, dan lain lain.

2. Diperoleh dengan cara halal

Makanan atau minuman halal harus diperoleh dengan cara yang halal juga.

Makanan yang sudah terbukti halal sekalipun dapat menjadi makanan haram jika diperoleh dengan cara yang salah.

Misalnya memperoleh makanan dari hasil mencuri, zina, korupsi, dan lain sebagainya akan dianggap sebagai makanan yang haram karena diperoleh dengan cara yang tidak baik.

3. Diproses dengan cara halal

Makanan Halal

Source : duniahalal.com

Makanan harus diproses juga dengan cara yang halal.

Misalnya sapi, kambing, domba dan ayam harus disembelih dengan cara yang sesuai dengan ajaran Islam.

Alat dan bahan yang digunakan sebagai campuran makanan halal pun harus terbuat dari yang halal pula.

4. Disajikan dan disimpan dengan cara yang halal

Makanan Halal

Source : riaudaily.com

Kriteria yang terakhir adalah makanan halal harus disajikan dan disimpan dengan cara yang halal.

Makanan halal yang disajikan tidak boleh dicampur dengan makanan tidak halal di dalam tempat yang sama.

Selain itu alat makan yang digunakan pun harus diperhatikan dan tidak boleh dianggap sepele, misalnya jangan menggunakan alat makan yang terbuat dari bahan emas.

Baca juga artikel terkait seperti : Makanan Khas Banten

Contoh Makanan Halal

Makanan Halal bukan berarti makanan tidak enak, Makanan Enak bukan berarti makanan halal.

Berikut beberapa contoh makanan halal menurut hukum Islam.

1. Makanan yang tidak diharamkan oleh Allah dan Rasulnya

Maksudnya adalah makanan atau minuman boleh dikonsumsi sampai ada larangan dari dalil yang menyatakannya haram.

Seperti yang telah tercantum dari HR Ibnu Madjah dan At Tirmidzi berikut ini :

“Apa yang diperbolehkan oleh Allah dalam Al-Quran adalah halal dan apa yang dilarang oleh-Nya juga haram, dan apa yang tidak Ia terangkan maka makanan tersebut termasuk yang dimaafkan.”

2. Makanan yang tidak memberikan mudharat

Makanan yang tidak memberikan mudaharat maksudnya adalah makanan yang tidak  merugikan atau membahayakan bagi kesehatan tubuh serta tidak merusak akal pikiran, moral dan aqidah.

Seperti misalnya daging babi karena banyak mengandung kandungan berbahaya seperti nitrat dan nitrit yang memicu kanker dan penyakit darah.

Sebagaimana firman Allah dalam QS Al Baqarah ayat 173, yang artinya :

“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bangkai, darah, daging babi, dan binatang disembelih dengan nama selain Allah. Tetapi barangsiapa yang terpaksa memakannya bukan karena keinginannya dan sedikit, maka dia tak berdosa. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang”.

3. Hewan ternak

Seperti yang tercantum dalam QS Al Maidah ayat 1 yang artinya :

“Telah dihalalkan bagi kamu memakan hewan ternak”

Hewan ternak tersebut antara lain adalah sapi, unta, kambing, kerbau, ayam, domba, dan lain sebagainya yang termasuk ke dalam jenis makanan halal.

4. Binatang yang hidup di laut / air

Semua binatang yang hidup di laut atau di air yang tidak membahayakan, termasuk ke dalam jenis makanan halal yang boleh dimakan walau dalam keadaan mati sekalipun.

Sebagaimana yang tercantum dalam QS Al Maidah ayat 96 dan yang terkutip dalam hadist berikut yang artinya :

“Rasulullah SAW bersabda : Laut itu suci airnya serta bangkainya pun diperbolehkan” (HR Imam Empat)

5. Belalang

Belalang yang sering kamu jumpaipun boleh dimakan meskipun sudah mati dan tidak disembelih.

Hal ini tercantum dalam HR Ibnu Madjah berikut ini :

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa “dihalalkan untuk kita dua jenis bangkai, yaitu bangkai ikan dan bangkai belalang”

6. Hasil buruan hutan

Binatang hasil buruan hutan seperti kijang, kancil, dan sebagainya dapat dimakan dagingnya.

Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam QS Al Maidah ayat 4, yang artinya :

“Katakanlah : diperbolehkan bagimu sesuatu yang baik dan binatang buas yang telah kamu ajar dengan dilatih untuk berburu, diajarinya olehmu menurut apa yang Allah ajarkan juga kepadamu”

Makanan Khas Banten
Previous Post
Makanan Khas Banten yang Bikin Nagih
Makanan Untuk Diet
Next Post
Cara Tepat Memilih Makanan Untuk Diet Yang Sehat

0 Comments

Leave a Reply

error: Content is protected !!