15 49.0138 8.38624 1 4000 1 https://nazwaproduction.com 200 true 0

Beragam Makna Lagu Daerah Jawa Tengah

0 Comments

Lagu Daerah Jawa Tengah – Lagu daerah telah menjadi bagian dari keberagaman suku budaya yang ada di Indonesia.

Di Indonesia sendiri, setiap daerahnya memilliki banyak lagu daerah dengan kekhasan bahasa daerah yang dimilikinya.

Bagitu juga dengan Jawa Tengah, provinsi dengan jumlah 26 kabupaten ini memiliki ragam budaya yang Khas dan juga banyak lagu daerah yang memiliki lirik dan irama yang khas.

Lalu apa saja lagu daerah Jawa Tengah ?

Simak ulasannya di bawah ini.

Seputar Lagu Daerah Jawa Tengah

Seputar Lagu Daerah Jawa Tengah

Source : 1.bp.blogspot.com

Lagu daerah Jawa tengah berasal dari budaya nyanyian rakyat yang diturunkan dari generasi ke generasi yang sampai saat ini menjadi bagian dari keragaman budaya Indonesia.

Lagu daerah ini berfungsi sebagai sarana atau media hiburan dan media komunikasi masyarakat pada zaman dahulu.

Lagu daerah khususnya lagu daerah Jawa tengah, memiliki beberapa ciri, antara lain sebagai berikut :

  1. Liriknya merupakan cerita tentang keadaan lingkungan ataupun budaya masyarakat setempat yang juga dipengaruhi oleh adat istiadat.
  2. Liriknya sangat serdehana sehingga mudah untuk dipelajari dan tidak membutuhkan pengetahuan mengenai musik.
  3. Jarang diketahui pencipta atau pengarangnya (noname) karena biasanya lagu daerah disampaikan dari mulut ke mulut secara turun temurun.
  4. Dalam liriknya biasanya terkandung nilai-nilai kehidupan yang dapat dijadikan pelajaran, unsur-unsur sosial, serta keserasian dengan lingkungan hidup sekitar.
  5. Biasanya sulit dinyanyikan oleh orang yang berasal dari daerah lain karena kurangnya penguasaan dialek/bahasa setempat.
  6. Mengandung nilai-nilai kehidupan yang unik dan khas.
  7. Lagu daerahnya diiringi dengan music yang berasal dari alat music tradisional daerah tersebut.

Lagu daerah ini biasa dinyanyikan atau diperdengarkan pada tradisi-tradisi tertentu atau untuk keperluan hiburan seperti tarian atau permainan.

Misalnya lagu Cublak Cublak Suweng yang dimainkan untuk permainan Cublak Cublak Suweng.

Judul – Judul Lagu Daerah Jawa Tengah

Menurut informasi yang kami kutip dari beberapa sumber, berikut beberapa judul lagu daerah Jawa Tengah :

  1. Bapak Pucung
  2. Cublak Cublak Suweng
  3. Rumah Kita
  4. Gek Kepriye
  5. Gundul Gundul Pacul
  6. Lir Ilir
  7. Suwe Ora Jamu
  8. Jamuran
  9. Jaranan
  10. Padhang Wulan
  11. Gambang Suling
  12. Ande – Ande Lumut
  13. Dondong Apa Salak
  14. Sekolah
  15. Yen Ing Tawang Ono Lintang
  16. Stasiun Balapan
  17. Warung Pojok
  18. Jangkrik Genggong
  19. Turi Turi Putih
  20. Dak Petik Kembang Melati
  21. Sluku Sluku Bathok
  22. Sinom
  23. Pitik Tukung
  24. Te Kate Dipanah
  25. Gending Ketawang Ibu Pertiwi

Adapun artikel lainnya seperti : Pakaian Adat Jawa Tengah

Lirik dan Makna Lagu Daerah Jawa Tengah

Lagu Daerah Jawa Tengah

Source : blorakab.go.id

1. Lir Ilir

Lir-ilir, lir-ilir
Tandure wus sumilir
Tak ijo royo-royo
Tak sengguh penganten anyar
Cah angon, cah angon
Penekno blimbing kuwi
Lunyu-lunyu penekno
Kanggo mbasuh dodotiro
Dodotiro, dodotiro
Kumitir bedah ing pinggir
Dondomono lumatono
Konggo sebo mengko sore
Mumpung padang rembulane
Mumpung padang kalangane
Yo surako, surak hiyo

Lir Ilir adalah lagu yang diciptakan oleh salah satu anggota Walisongo yaitu Sunan Kalijaga yang datang ke tanah Jawa untuk menyebarkan agama Islam.

Oleh karena itu, lagu ini menggunakan lirik dengan kata-kata perumpamaan yang mengandung makna kehidupan yang cenderung mengarah kepada ajaran-ajaran agama Islam.

Seperti pada bagian awalnya yang menggambarkan adanya tumbuhan yang mulai bersemi memiliki makna bahwa iman harus dibangun agar iman tersebut tetap tumbuh dalam diri kita.

Serta terdapat lirik yang menyatakan bahwa anak gembala yang disuruh untuk memanjat pohon belimbing juga mengandung makna yang dalam.

Dimana anak  gembala ini memiliki arti pemimpin yang harus mengajak pengikutnya ke jalan yang benar, serta belimbing yang mempunyai 5 sisi melambangkan 5 rukun iman.

2. Gundul Gundul Pacul

Gundul-gundul pacul-cul gembelengan
Nyunggi-nyunggi wakul-kul gembelengan
Wakul ngglimpang segane dadi dak ratan
Wakul ngglimpang segane dadi sak ratta

Menurut beberapa pihak, lagu gundul gundul pacul diciptakan oleh Sunan Kalijaga, namun banyak pula yang beranggapan bahwa lagu ini diciptakan oleh R.C Hardjoosubroto.

Meskipun lagunya sederhana, namun lirik dalam lagu ini mengandung makna yang dalam.

Gundul berarti kepala plontos melambangkan kehormatan tanpa mahkota dan pacul melambangkan rakyat kecil.

Lagu ini memiliki makna bahwa kehormatan seorang pemimpin terlihat dari bagaimana dirinya memperlakukan rakyatnya.

Lal, jika seorang pemimpin menyelewengkan kewajibannya, maka akan merugikan semua orang tanpa pandang bulu.

3. Gambang Suling

Gambang suling, ngumandhang swarané
thulat-thulit, kepénak uniné
uuuuniné mung
nreyuhaké ba-
reng lan kentrung ke-
tipung suling, sigrak kendhangané

Lagu Gamblang Suling adalah lagu daerah yang liriknya sederhana yang diciptakan oleh Ki Narto Sabdo.

Lagu ini berisi tentang sang pencipta lagu yang kagum akan unik dan indahnya alat musik suling.

Suling atau seruling merupakan alat musik tradisional yang terbuat dari bahan bambu yang diberi lubang serta akan mengeluarkan suara saat ditiup.

Suara yang unik dan merdu inilah yang membuat sang penulis kagum.

4. Cublak Cublak Suweng

cublak-cublak suweng
suwenge ting gelenter
Mambu ketudhung gudhel
Pak Gempong lera-lere
Sapa ngguyu ndelikake
Sir sir pong dele gosong
Sir sir pong dele gosong

Seperti yang telahdisebutkan di atas, lagu Cublak Cublak Suweng biasa dinyanyikan saat melakukan sebuah permainan yang disebut juga sebagai permainan cublak cublak suweng.

Permainan ini biasa dimainkan oleh 4 hingga 12 anak-anak.

Pertama-tama, para pemain melakukan hompimpah untuk menentukan siapa yang berperan menjadi Pak Empo yang akan telungkup di tengah.

Lalu, anak-anak lain meletakkan tangan mereka di atas punggung Pak Empo untuk memindah-mindahkan batu kerikil sambil menyanyikan lagu ini.

Ketika lagu selesai dinyanyikan, para pemain harus mengepalkan tangan mereka dan menyembunyikan batu kerikil tersebut untuk ditebak oleh Pak Empo.

5. Padhang Bulan

Yo ‘pra kanca dolanan ing jaba
padhang wulan padhange kaya rina
Rembulane sing awe-awe
ngelingake aja padha turu sore

Yo ‘pra kanca dolanan ing jaba
rame-rame kene akeh kancane
Langite pancen sumebyar rina
yo padha dolanan sinambi guyonan

 

Lagu Padhang Bulan berisi tentang ajakan untuk tidak tidur pada sore hari.

Waktu tersebut lebih baik digunakan untuk membangun lingkungan sosial yang baik dengan bermain bersama teman-teman.

Secara filosofis, lagu ini mengandung arti mengajak untuk selalu bersyukur kepada Tuhan YME atas ikmat yang telah diberikan melalui malam yang indah.

6. Jamuran

Jamuran, jamuran, yo ge ge thok
Jamur apa, jamur apa, yo ge ge thok
Jamur payung ngrembuyung kaya lembayung
Sira badhe jamur apa?

Sama seperti Culak Cublak Suweng, lagu Jamuran juga biasa dipergunakan dalam sebuah permainan.

Permainan ini biasa dimainkan oleh anak laki-laki atau anak perempuan berusia 6 sampai 13 tahun.

Pemainnya berjumlah 4 sampai 12 orang dan tak memerlukan alat bantu lain kecuali sebuah tempat yang luas.

Pakaian Adat Jawa Tengah
Previous Post
Uniknya Pakaian Adat Jawa Tengah
Alat Musik Tradisional Jawa Tengah
Next Post
Belum Banyak Diketahui Orang,  Inilah Alat Musik Tradisional Jawa Tengah

0 Comments

Leave a Reply

error: Content is protected !!