15 49.0138 8.38624 1 4000 1 https://nazwaproduction.com 200 true 0
cerpen

Cerpen : Pengertian, Ciri, Contoh, dan Resensi Cerpen

0 Comments

Cerpen adalah salah satu karya sastra yang cukup digemari.

Selain karena ceritanya yang menarik, cerpen juga disajikan dalam bentuk singkat yang dapat dibaca dalam sekali duduk.

Sebelum membaca contoh cerpen, agar dapat lebih memahami  apa itu cerpen, berikut kami jelaskan pengertian cerpen, ciri-ciri cerpen, dan resensi cerpen.

Pengertian Cerpen

cerpen

Source : pelajaran.co.id

Cerpen (cerita pendek) atau yang dalam Bahasa Inggris disebut dengan short story adalah jenis karya sastra berbentuk prosa fiksi yang menggunakan gaya bahasa naratif dan padat.

Cerpen memiliki kurang dari 10.000 kata dengan cerita yang singkat dan lebih memfokuskan pada satu tokoh dalam satu situasi dengan klimaks (puncak masalah) dan penyelesaian.

Ciri-Ciri Cerpen

cerpen

Source : ayoksinau.com

  • Memiliki kurang dari 10.000 kata
  • Memiliki alur tunggal (satu alur)
  • Bersifat fiktif
  • Dapat dibaca dalam sekali duduk
  • Isi cerita berasal dari kehidupan sehari-hari
  • Menggunakan kata-kata yang mudah dipahami pembaca
  • Bentuk tulisannya lebih singkat
  • Penokohannya sangat sederhana

Di dalam cerpen, terdapat beberapa unsur penyusun yang dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu unsur instrinsik dan unsur ekstrinsik.

Baca juga Dongeng Sebelum Tidur eserta Pesan Moralnya

Resensi Cerpen

cerpen

Source : 2.bp.blogspot.com

Sama seperti karya sastra lainnya, cerpen juga sering dibuatkan sebuah resensi.

Namun, apa itu resensi?

Resensi adalah suatu penilaian, pertimbangan atau pembicaraan terhadap suatu karya misalnya cerpen.

Pertimbangan yang dimaksud adalah mengungkap kembali isi suatu karya, membahasnya, ataupun mengkritik suatu karya.

Resensi ini bertujuan untuk menyampaikan kepada para pembaca apakah hasil karya tersebut patut mendapat apresiasi dari masyarakat atau tidak.

Sama seperti resensi karya seni lainnya, resensi cerpen juga memiliki struktur berikut :

  • Judul resensi : Dibuat untuk menggambarkan isi resensi secara singkat.
  • Data buku : Berisi informasi mendetail mengenai buku yang akan diulas.
  • Pendahuluan : Memperkenalkan penggarang dan proses mengarangnya, serta tema buku.
  • Tubuh dan pernyataan : Berisi sinopsis, kutipan yang paling berkesan, kelemahan dan kelebihan buku, rumusan kerangka buku, tinjauan bahasa, dan kesalahan cetak.
  • Penutup : Kesimpulan layak tidaknya buku itu dibaca.

Baca juga Cerita Malin Kundang l Cerita Rakyat Terpopuler

Contoh Cerpen

· Matahari Pun Tak Bosan Karya Danil Gusrianto

cerpen

Source : anakbertanya.com

Ku berdiri setelah lama jongkok menyaksikan kejadian yang menimpa embun. Mentari mulai meninggi dan membasahi seluruh ragaku dengan cahaya kuningnya. Kugerakan seluruh ototku dan kuajak tubuhku beraktivitas. Ya… kuolah ragaku.

Putar kanan… putar kiri… hadap kanan… hadap kiri… kubuat tubuhku meliuk-liuk. Aliran darah segar segera membanjiri pembuluh darahku. Terdengar samar-samar orang bercakap-cakap. Kuajak kakiku melangkah mencari asal suara itu. Ku dapati dua orang tengah terlibat perbincangan serius di ruang tamu. Ku intip dibalik pintu belakang seorang bapak angkat dan temannya. Bahasa sunda adalah penghalangnya . Aku tak mengerti apa yang sedang mereka bicarakan.

Diam-diam kuberanikan duduk disamping bapak angkatku setelah mendapat perizinan dan mulai terlibat dalam pembicaraan yang telah mereka lakukan. Dengan menggunakan bahasa Indonesia, aku bertanya dan menanggapi apa yang ada dalam diskusi pagi itu.

Masalah pekerjaan dan tektek bengeknyalah ternyata yang jadi perdebatan. Bapak angkatku yang menekuni pekerjaan pedagang. Bersama temannya seorang guru dan setengah-setengah menjalani profesi yang dimilikinya.

“Saya heran kenapa kamu tak pernah capek setiap hari harus bolak-balik dari rumah ke pasar?” Pertanyaan konyol  temannya buat bapak.

“Kata siapa tidak capek?” Bapak menanggapinya singkat.

“Hmm… tidak, maksud saya apakah kamu tidak bosan?” pertanyaan lanjutan. Gila, sepertinya orang ini sedang didera kebosanan dengan kerjanya. Kalau tidak kenapa dia bertanya pertanyan konyol seperti itu? Hatiku berdialog sendiri.

Matahari Pun Tak Bosan

Suasana ruangan kini membisu. Kulirik bapak angkatku yang diam dengan diam tak biasa. Ada wibawa dan kebijaksanaan tercipta diwajahnya yang baru aku tahu. Perkenalanku dengan bapak angkatku memang belum lama, baru sepekan lebih dua hari. Sejauh ini aku lihat bapak orangnya jarang serius, humoris, dan suka bercanda. Tapi pagi ini terlihat beda sekali.

Bapak menghela napas. Perlahan lisannya mulai mengalirkan wejangan sebagai jawaban buat pertanyaan temannya.

“Kamu tahu matahari bukan?” Bapak bertanya dengan retoris. Aku dan temannya mengangguk.

“Matahari bersinar pada siang hari. Muncul di timur dan tenggelam di barat. Dia menerangi bumi, memberi kehidupan untuk makhluk yang ada di dunia ini.”

Kulihat teman bapak diam menyimak sabda bapak. Aku ikut menunggu apa yang akan bapak sampaikan selanjutnya.

“Kalau matahari berhenti sejenak saja dari rutinitasnya, apa yang akan terjadi?”

“Akan kacau…” Jawab teman bapak yang aku iyakan. Kami tertawa. Suasana mulai hangat.

“Bagaimana jadinya jika matahari ikut bosan dan meninggalkan tugasnya?”
Kembali muncul pertanyaan retoris bapak.

“Begitulah, bagaimana pula saya bosan bolak-balik ke pasar. Jika saya bosan dan berhenti bekerja, artinya anak istri saya tak akan makan. Benarkan, Jang?”

Dengan anggukkannya, ia tersenyum. Tampak semangat baru terpancar di mukanya, seolah berkata “Semangat bekerja Jang! Didik dan ajarkan siswa-siswamu”

Aku salut dan terharu mendengar petuah bapak barusan. Tak kusangka sedikitpun kalau dari lisan lelaki yang bahkan tidak sempat menyelesaikan sekolah dasar ini mampu memberikan motivasi pada temannya. Padahal ia hanyalah sebagai seorang pedagang. Dua jempol untuk bapak angkatku… Hidup Pak Rohim, Bapak yang ikhlas menerimaku selama melaksanakan KKN di pinggiran Kota Banten ini.

· Ballerina

cerpen

Source : miro.medium.com

Gadis cantik dengan rambut yang dicepol itu segera memasuki panggung. Penonton yang hadir segera memberikan sorakan yang membuat semangatnya semakin membara. Ia pun mulai menari sesuai irama dengan kaki yang dijinjitkan serta badan yang mulai meliuk dan berputar.

Terlihat di kursi penonton, ada sosok yang terkagum-kagum hingga membelalakan matanya. Inilah kali pertama ia menonton pertunjukan balet remaja di gedung kesenian. Kalau bukan karena paksaan dari Anis, ia tidak akan berada di tempat itu.

“Bang.. bang.. Temenku hebat kan?” tanya Anis sepupunya yang berusia 15 tahun yang hanya berjarak usia dua tahun denganya.

“Oh itu, iya” Jawab Abang dingin.

“Halah Bang Gifar, kamu takjub juga kan liat penampilannya” Goda Anis sambil menyenggol sikutnya. Namun Gifar tak bergeming.

Setelah pementasan tunggal itu selesai, Anis menyeret Gifar untuk megajaknya ke belakang panggung. Saat itulah Gifar secara langsung melihat penari balet tadi yang ternyata bernama Kalia dari jarak dekat. Gadis kecil itu seumuran dengan Anis, tak ada yang aneh, hanya saja mata Kalia memancarkan semangat bahagia terhadap hal yang ia sukai, yaitu balet.

Saat di perjalanan pulang, Anis tak henti-hentinya mengoceh tentang Kalia. Sayup-sayup yang terdengar  Gifar karena beradu dengan suara motor lainnya. Anis bercerita bahwa Kalia sudah lama diperkenalkan dengan balet sejak ia berusia 5 tahun. Tak heran ia sudah memenangkan banyak penghargaan balet.

Sejujurnya Gifar sangat tersanjung dengan penampilan Kalia. Ia melihat ada momen menarik ketika Kalia tersenyum, terlebih saat berada di atas panggung. Penampilan Kalia tado membuatnya sadar, bahwa ia belum bisa memancarkan senyum yang tulus terhadap apapun yang ia sukai. Sampai saat ini ia belum mengetahui dan menekuni kegiatan yang akan menjadi hobinya.

“Bang, kamu suka Kalia, kan?” celetuk Anis.

“Hah! Ngarang aja kamu! Gak mungkinlah!” Sangkal Gifar lalu mengegas laju motornya. Celetukkan Anis membuatnya tertawa dan membantu melupakan pikiran tentang hobinya dan juga gadis balet itu.

dongeng sebelum tidur
Previous Post
Dongeng Sebelum Tidur Beserta Pesan Moralnya
cerita fiksi
Next Post
Cerita Fiksi : Ciri, Struktur, Unsur, dan Contohnya

0 Comments

Leave a Reply

error: Content is protected !!