15 49.0138 8.38624 1 4000 1 https://nazwaproduction.com 200 true 0
ketuhanan yang maha esa

Ketahui Makna Ketuhanan Yang Maha Esa

0 Comments

Ketuhanan Yang Maha Esa – Berdasarkan pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pancasila merupakan dasar negara Indonesia.

Untuk itu, sebagai warga negara Indonesia, kita harus mampu mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam sila-sila Pancasila, salah satunya sila pertama yang berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa.

Sebagai dasar negara, setiap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila harus dijadikan sebagai landasan hidup bernegara.

Untuk dapat menerapkan setiap sila dalam Pancasila tersebut, tentunya kita perlu mengetahui maknanya.

Agar dapat lebih memahami sila-sila tersebut terutama sila Ketuhanan Yang Maha Esa, simak penjelasannya di bawah ini.

Makna Lambang Sila Ketuhanan Yang Maha Esa

ketuhanan yang maha esa

Source ; lh3.googleusercontent.com

Dalam lambang Pancasila, sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa” ini dilambangkan dengan bintang emas.

Lambang tersebut menjadi symbol sebuah cahaya yang dipancarkan oleh Tuhan Yang Maha Esa kepada seluruh umat manusia.

Sedangkan warna hitam pada latar belakang pada lambing bintang emas ini menggambarkan warna alam asli dari Tuhan sebagai berkah bagi segala yang ada di muka bumi ini.

Nilai Ketuhanan yang dijadikan sebagai sila pertama ini menunjukan bahwa Tuhan menjadi pedoman paling utama bagi setiap masyarakat Indonesia dalam menjalankan kehidupannya.

Makna Ketuhanan Yang Maha Esa

ketuhanan yang maha esa

Source : blue.kumparan.com

Adapun makna sila Ketuhanan yang Maha Esa adalah sebagai berikut:

1. Pengakuan, kepercayaan, dan keyakinan

Makna yang terkandung dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa yang pertama adalah pengakuan mengenai adanya Tuhan Yang Maha Esa.

Seluruh Bangsa Indonesia mengakui adanya Tuhan Yang Maha Esa sebagai pencipta alam semesta beserta dengan segala sesuatu yang ada di dalamnya.

2. Taat dalam beragama

Makna sila pertama Pancasila yang berikutnya adalah menciptakan sikap individual agar senantiasa taat dalam menjalankan agama sesuai dengan yang telah diperintahkan dalam ajaran-ajaran agama yang dianutnya..

Aturan yang telah dibuat ini dilakukan agar manusia mampu mengendalikan diri dari sikapnya yang tidak terbatas adanya.

3. Kebebasan dalam beragama

Makna sila pertama selanjutnya adalah memberikan pengakuan serta kebebasan dalam beragama.

Sesuai dengan ketetapan dalam hukum agama dan UUD Negara Republik Indonesia, setiap warga negara secara individu maupun masyarakat berhak untuk memeluk agama yang dikehendakinya.

4. Tak ada paksaan dalam beragama

Sila pertama Pancasila ini tidak memberikan paksaan kepada seluruh Bangsa Indonesia dalam menentukan agama yang akan mereka anut.

Seluruh Bangsa Indonesia berhak memilih keyakinan atau kepercayaan yang mereka anut tanpa adanya paksaan dari siapa pun serta dilegalitaskan dalam segi hukum negara.

5. Saling menghormati dan menghargai

Makna yang terkandung dalam sila pertama Pancasila yang terakhir adalah menciptakan atau membangun pola hidup saling menghormati dan menghargai antarumat beragama.

Sila Ketuhanan Yang Maha Esa ini juga memiliki makna untuk menjauhi sikap ketidakadilan atau mendeskriminasi pada ajaran agama lain, meskipun bertentangan dengan keyakinannya.

Nilai-Nilai Sila Ketuhanan Yang Maha Esa

ketuhanan yang maha esa

Source : buddhazine.com

Dari makna yang terkandung dalam sila pertama Pancasila tersebut, dapat disimpulkan bahwa sila Ketuhanan Yang Maha Esa ini mengandung beberapa nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Lalu, apa saja nilai-nilai dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa tersebut?

  1. Memiliki kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa serta taat dalam melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
  2. Menjalankan ibadah sesuai dengan ajaran dari agama atau kepercayaan yang dianut masing-masing.
  3. Memiliki toleransi yang tinggi terhadap agama yang dipeluk oleh orang lain.
  4. Menyebarkan ajaran kebaikan kepada sesame.
  5. Tidak memaksakan sebuah keyakinan kepada seseorang.

Baca juga Pengertian Norma Agama Lengkap Tujuan, Ciri. Fungsi, dan Sanksinya

Penerapan Sila Ketuhanan Yang Maha Esa

ketuhanan yang maha esa

Source : islamidia.com

Adapun beberapa contoh penerapan sila pertama Pancasila dalam kehidupan sehari-hari antara lain sebagai berikut:

  1. Memiliki satu agama dan memiliki ketakwaan kepada Tuhan berdasarkan agama yang dipercayanya serta menjalankan peribadatan sesuai dengan ajaran agama tersebut.
  2. Menjalankan segala perintah agama dengan tetap memperhatikan kondisi di sekitar dan tidak mengganggu ketertiban dan keamanan di dalam masyarakat.
  3. Selalu memelihara sikap toleransi atau saling menghormati antarumat beragama agar tercapai kedamaian dan kenyamanan bersama.
  4. Saling bekerja sama antarumat beragama dalam hal yang bersifat memajukan kepentingan umum, seperti gotong royong dalam melakukan kerja bakti.
  5. Tidak memaksakan kehendak seseorang untuk menganut suatu agama atau kepercayaan tertentu.

Hal ini sesuai dengan UUD 1945, bahwa setiap orang berhak untuk memilih dan memeluk agama sesuai dengan apa yang dikehendakinya.

Filsafat Ketuhanan

ketuhanan yang maha esa

Source : media.suara.com

Berbicara mengenai Ketuhanan, terdapat sebuah pemikiran tentang Tuhan melalui pendekatan filosofis atau dengan pendekatan akal budi yang disebut dengan filsafat Ketuhanan.

Bagi pemeluk suatu agama (terutama agama Islam, Kristen, dan Yahudi), mereka akan menambahkan pendekatan wahyu di dalam usaha memikirkannya.

Usaha ini dilakukan untuk mencari pertimbangan mengenai kemungkinan-kemungkinan bagi manusia untuk sampai pada kebenaran tentang Tuhan.

Dalam ilmu filsafat, terdapat penelaahan tentang Allah yang lazimnya disebut sebagai teologi filosofi.

Penelaahan ini bukan untuk menyelidiki Allah sebagai objek, tetapi mengenai eksistensi alam semesta beserta dengan makhluk yang diciptakan-Nya.

Istilah teologi sendiri berasal dari bahasa Yunani “theologia” yang merupakan gabungan dari dua kata “theos” yang berarti Allah, dan “logos” yang berarti logika.

Ini berarti, teologi filosofi ini merupakan pengerahuan metodis, sistematis, dan koheren tentang seluruh kenyataan yang berdasarkan pada iman.

Teologi ini merefleksikan hubungan Allah dengan manusia sesuai dengan hakikat ilmu.

Seperti yang disebutkan pada bagian atas, manusia berteologi karena ingin memahami imannya dengan cara yang lebih baik serta untuk mempertanggungjawabkannya.

Konsep Ketuhanan dalam Islam

ketuhanan yang maha esa

Source : hidayatullah.com

Islam menitik beratkan pada konseptulisasi Tuhan sebagai Yang Maha Tunggal atau Maha Esa (satu), dan Maha Kuasa (tauhid).

Menurut Al-Quran sebagai kitab suci agama Islam, terdapat 99 nama Allah atau yang disebut dengan asma’ul husna yang artinya nama-nama yang baik.

Lalu, siapa Tuhan itu?

Lafal Allah atau ilahi yang artinya Tuhan, menyatakan objek yang dibesarkan dan paling dipentingkan oleh manusia.

Seperti yang telah disebutkan pada bagian atas, Tuhan di konseptualisasikan sebagai Yang Maha Esa (satu).

Hal ini sesuai dengan yang telah tertuang dalam QS Al-Baqarah ayat 163 yang menegaskan bahwa Tuhan adalah Yang Maha Esa, tiak ada Tuhan selain Dia.

ketuhanan yang maha esa

Source : id-static.z-dn.net

Lafal Al-Ilah sebagaimana yang terdapat pada kalimat Tauhid menurut Ibnu Taimiyah memiliki srti sebagai yang dipuja dengan cinta sepenuh hati.

Selain itu, Al-Illah juga memiliki arti tunduk kepada-Nya, merendah diri dihadapan-Nya, takut kepada-Nya, mengharap kepada-Nya, meminta kepada-Nya, dan terpaut cinta dengan-Nya.

Inilah yang kemudian disebut dengan istilah Tauhid Rubudiyah dimana kita mengesakan diri-Nya.

Kebalikan dari tauhid adalah syirik.

Syirik sendiri artinya adalah menyekutukan Allah SWT dengan sesuatu yang lain, baik itu mengenai dzat-Nya, sifat-Nya, atau af’al-Nya.

Perilaku syirik ini merupakan dosa yang paling besar yang tidak akan dapat diampuni karena bertentangan dengan perintah Allah SWT.

Hal ini telah tercantum dalam QS An-Nisa ayat 48 yang berbunyi:

ketuhanan yang maha esa

Source : wortelu.files.wordpress.com

perusahaan dagang
Previous Post
Hukum Adalah : Pengertian, Tujuan, Penggolongan dan Hukum Islam
kaidah hukum
Next Post
Mengenal Kaidah Hukum, Etika, dan Kaidah Fiqih

0 Comments

Leave a Reply

error: Content is protected !!