15 49.0138 8.38624 1 4000 1 https://nazwaproduction.com 200 true 0
kaidah hukum

Mengenal Kaidah Hukum, Etika, dan Kaidah Fiqih

0 Comments

Kaidah hukum – Sebagai makhluk sosial, manusia tentunya harus menaati peraturan agar dalam berperilaku tidak bertentangan dengan masyarakat.

Aturan tersebut umumnya disebut sebagai kaidah.

Lalu, apa kaidah itu?

Dalam artikel ini, kami akan membahas mengenai kaidah, termasuk kaidah hukum, kaidah etika, dan kaidah fiqih.

Pengertian Kaidah

kaidah hukum

Source : bumiqu.org

Kaidah atau norma merupakan sebuah aturan yang mengatur perilaku manusia dalam kehidupan bermasyarakat.

Kaidah ini terbagi menjadi dua, yaitu kaidah etika dan kaidah hukum.

Kaidah etika merupakan kaidah yang datangnya dari diri manusia itu sendiri, yang meliputi kaidah kesusilaan, kaidah keagamaan, dan kaidah kesopanan.

Sementara kaidah hukum merupakan peraturan yang dibuat untuk mengatur hubungan atau interaksi antarpribadi, baik itu secara langsung maupun tidak langsung.

Umumnya, kaidah hukum ini dibuat secara resmi oleh pemegang kekuasaan dan bersifat mengikat dan memaksa sehinggga harus ditaati serta apabila telah terjadi pelanggaran, maka akan dikenakan sanksi.

Kaidah hukum ini telah hidup di dalam lingkungan manusia sejak manusia itu dilahirkan, karenanya kaidah hukum ini sering disebut pula sebagai sikap lahir seseorang.

Pembagian Kaidah Hukum

kaidah hukum

Source : jabar.nu.or.id

Menurut sifatnya, kaidah hukum ini terbagi menjadi dua, diantaranya:

  1. Kaidah hukum yang imperatif

Kaidah hukum yang imperatif maksudnya adalah kaidah hukum yang bersifat apriori atau harus ditaati, memiliki sifat yang mengikat dan memaksa.

  1. Kaidah hukum yang fakultatif

Kaidah hukum  yang fakultif merupakan kebalikan dari hukum yang imperatif, dimana hukum yang fakultif ini maksudnya adalah kaidah hukum yang tidak secara apriori mengikat.

Jadi, kaidah hukum yang fakultif ini hanya sebagai pelengkap saja.

Jenis-Jenis Kaidah Etika

kaidah hukum

Source : dictio.id

Kaidah etika ini meliputi beberapa jenis kaidah, diantaranya:

1. Kaidah Agama

kaidah hukum

Source : al-waie.id

Kaidah atau norma agama adalah aturan tingkah laku berupa perintah dan larangan yang berasal dari Tuhan dan merupakan tuntunan untuk hidup ke jalan yang benar.

Sumber kaidah keagamaan ini tergantung pada agama yang dianutnya, umumnya sumbernya ini berasal dari kitab suci agama masing-masing.

Kaidah agama dibedakan menjadi kaidah yang khusus mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dan kaidah  yang mengatur hubungan manusia dengan sesama manusia.

Adakalanya kaidah agama ini dikeristalkan menjadi kaidah hukum.

Sebagai contoh, hukum perkawinan dan hukum waris dijadikan sebagai kaidah hukum oleh pemerintah Indonesia.

Bahkan jika terjadi sengketa, penyelesaiannya memiliki tempat khusus yaitu peradilan agama.

Baca juga Ketahui Makna Ketuhanan Yang Maha Esa

2. Kaidah Kesusilaan

kaidah hukum

Source : cerdika.com

Kaidah kesusilaan disebut juga sebagai kaidah moral adalah peraturan hidup yang berhubungan dengan manusia sebagai individu karena menyangkut kehidupan pribadi manusia.

Norma kesusilaan disebut juga sebagai peraturan hidup yang dianggap sebagai suara hati manusia karena kaidah ini bersifat otonom.

Ini berarti bahwa diikuti atau tidaknya suatu aturan kesusilaan ini tergantung pada sikap batin pribadi manusia itu sendiri.

Kaidah kesusilaan ini berwujud akhlak, sehingga seseorang dapat langsung membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

Misalnya kita tahu bahwa mencuri adalah perbuatan yang tercela.

Hal tersebut bukan semata-mata karena kita takut kepada Tuhan karena telah berbuat dosa, melainkan karena batin kita tahu bahwa mencuri itu merupakan perbuatan yang tidak patut dilakukan.

3. Kaidah Kesopanan

kaidah hukum

Source : seputarilmu.com

Kaidah kesopanan adalah peraturan yang didasarkan pada kebiasaan, kepatutan, dan kepantasan yang berlaku dan berasal dari pergaulan suatu masyarakat.

Norma kesopanan ini lebih berkaitan dengan sopan santun, tata krama, atau adat istiadat, dimana tiap golongan masyarakat dapat menentukan peraturan tertentu mengenai kesopanan.

Kaidah kesopanan ini memiliki sanksi berupa teguran, celaan, cemoohan, bahkan pengucilan yang dilakukan oleh masyarakat secara terorganisasi.

Pada dasarnya, kaidah kesopanan ini lahir dari kebiasaan yang timbul di tengah masyarakat, sehingga untuk menjalani kaidah ini, perlu memahami adat yang ada di daerah tersebut.

Misalnya ketika berjalan dihadapan orang yang lebih tua, kita harus merendahkan tubuh (permisi) yang umumnya pada daerah pedesaan jika tidak melakukan ini akan mendapat teguran.

Manfaat Kaidah

kaidah hukum

Source : cdns.klimg.com

Dengan adanya kaidah yang berlaku dan diterapkan baik dalam lingkungan masyarakat maupun untuk diri sendiri, tentunya akan memberikan banyak manfaat.

Beberapa manfaat dari kaidah adalah sebagai berikut:

  1. Dapat menjadikan kita sebagai manusia yang bertaqwa dan beriman
  2. Dapat mengendalikan antara sikap,ucapan, serta perilaku melalui teguran hati
  3. Terwujudnya ketertiban dan keadilan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
  4. Dapat melindungi kepentingan dan hak orang lain
  5. Dapat menciptakan kenyamanan, kemakmuran, serta kebahagiaan bagi masyarakat
  6. Mampu menciptakan ketentraman dan keharmonisan bagi masyarakat
  7. Mampu mengatur perilaku masyarakat agar selaras dengan nilai-nilai yang berlaku

Kaidah Hukum Fiqih

kaidah hukum

Source : static.muslim.or.id

Berbicara mengenai kaidah, terdapat kaidah yang secara khusus membahas tentang persoalan hukum yang mengatur berbagai aspek kehidupan manusia.

Kaidah tersebut adalah kaidah fiqih yang mengatur aspek kehidupan manusia baik itu kehidupan pribadi, bermasyarakat, maupun kehidupan manusia dengan Allah sebagai Tuhannya.

Menurut para ulama, kaidah fiqih ini merupakan kaidah umum (aghlabiy) yang dapat diterapkan dalam mayoritas masalah parsial yang dapat diketahui hukumnya.

Kaidah fiqih ini berasal dari Al-Quran, As-Sunnah, Ijma’, qiyas, atau dibangun dari ushul syari dan maqashidnya.

Contohnya kaidah yang berbunyi المشَقَّةُ تَجْلِبُ التَّيْسِيْرُ yang berarti kesulitan itu mendatangkan kebaikan.

Kaidah ini berasal dari QS Al-Baqarah ayat 185 yang berbunyi:

kaidah hukum

Source : alquranmulia.files.wordpress.com

Lima Kaidah Fiqih Utama

kaidah hukum

Source : 3.bp.blogspot.com

Terdapat lima kaidah fiqih yang utama yang dihasilkan oleh para ulama yang kemudian disebut dengan Al-qawaid Al-fiqiyyah Al-kubra.

Kelima kaidah tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Perkara tergantung niatnya

Kaidah fiqih ini berasal dari hadist Nabi Muhammad SAW yaitu “Sesungguhnya amalan itu tergantung pada niatnya.

  1. Keyakinan tidak bias dihilangkan dengan keraguan

Kaidah fiqih ini berasal dari Nabi Muhammad SAW yaitu “Sepatutnya ia tidak meninggalkan shalatnya sampai ia mendengar suara atau menyium bau (kentutnya).

  1. Kesulitan mendatangkan kemudahan

Kaidah ini berasal dari firman Allah SWT, yaitu “Allah menginginkan kemudahan dan tidak menginginkan kesulitan untuk kalian”.

  1. Kemudharatan hendaknya dihilangkan

Kaidah fiqih ini berasal dari observasi para ulama berdasarkan hadist Nabi Muhammad SAW, yaitu “ Janganlah member mudharat kepada orang lain dan jaga diri kalian”.

  1. Adat dapat menjadi landasan hukum

Kaidah fiqih yang terakhir ini berasal dari hadist Nabi Muhammad SAW, yaitu “Apa yang kaum muslimin anggap baik, maka di sisi Allah pun baik”.

Manfaat Mempelajari Kaidah Fiqih

kaidah hukum

Source : santricendekia.com

Adapun manfaat mempelajari kaidah fiqih adalah sebagai berikut.

  1. Mempelajarinya termasuk ke dalam beribadah kepada Allah sehingga akan mendapatkan pahala.
  2. Dapat menolong para penuntut ilmu untuk menyelesaikan masalah fiqih yang masih rancu.
  3. Dapat menyelesaikan berbagai masalah baru.
  4. Dapat dijadikan sebagai dalil karena diambil dari dalil syar’i.
  5. Dapat mempermudah dalam memahami berbagai juz masalah fiqih.
  6. Dapat membantu para qadhi atau hakim untuk menyelesaikan masalah terkini.
  7. Dapat membantu mengaitkan masalah-masalah antar mahzab.
ketuhanan yang maha esa
Previous Post
Ketahui Makna Ketuhanan Yang Maha Esa
toleransi beragama
Next Post
Pengertian Toleransi Beragama dan Contohnya

0 Comments

Leave a Reply

error: Content is protected !!