15 49.0138 8.38624 1 4000 1 https://nazwaproduction.com 200 true 0
Gunung Prau

Gunung Prau, Dari Panduan Mendaki Hingga Mitos Yang Berkembang

0 Comments

Gunung Prau – Jawa Tengah memang memiliki banyak destinasi tempat wisata alam yang menarik untuk dikunjungi.

Dari mulai tempat wisata alami maupun buatan dapat kamu temukan di provinsi yang ibu kotanya terletak di Kota Semarang ini.

Untuk kamu yang menyukai suasana alam, tempat satu ini patut kamu masukan ke dalam daftar tempat wisata alam yang wajib untuk kamu kunjungi.

Tempat tersebut adalah Gunung Prau, gunung yang paling populer di kalangan para pecinta alam Jawa Tengah.

Gunung Prau Dieng

Gunung Prau

Source : 1.bp.blogspot.com

Gunung Prau berada di daerah Dataran Tinggi Dieng, Kota Wonosobo, Jawa Tengah.

Gunung ini merupakan tanda batas antara 3 kabupaten, ,yaitu Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Wonosoho.

Gunung yang sering disebut juga sebagai Gunung Prahu ini memiliki ketinggian 2.565 mpdl sehingga ramah untuk didaki oleh para pendaki pemula.

Gunung ini memang memiliki pemandangan yang dapat membuat siapa saja menginginkan untuk mencoba menakluki gunung ini.

Gunung ini digadang-gadang memiliki lanskap matahari terbit terbaik se-Asia Tenggara, itulah mengapa banyak pendaki yang bahkan telah mendaki gunung ini lebih dari satu kali.

Gunung Prau termasuk ke dalam jenis gunung yang memiliki puncak landai dan dipenuhi oleh bukit-bukit dengan gamparan ilalang.

Saat mencapai puncaknya, kamu juga akan disuguhkan dengan pemandangan yang menawan dari Kota Wonosobo ini.

Gunung Prau juga merupakan gunung dengan puncak tertinggi di Kawasan Dataran Tinggi Dieng.

Sehingga kamu dapat melihat beberapa puncak gunung lainnya seperti Gunung Sipandu, Gunung Merapi, Gunung Merbabu, dan lain lain.

Misteri dan Mitos Gunung Prau

Di balik segala keindahan yang dimiliki Gunung Prau, terdapat kisah-kisah misteri dan mitos yang banyak dipercaya oleh masyarakatnya.

Berikut beberapa misteri dan mitos yang ada di Gunung Prau :

1. Pintu Gaib : Oyot Rimpang

Jika melalui jalur pendakian arah Dieng Kulon, kamu akan dapat menemukan berbagai jenis tumbuh-tumbuhan dan pepohonan yang lebat dan asri.

Setelah melewati pepohonan tersebut, kamu akan menemukan pohon yang tumbuh membentuk formasi kotak yang biasa disbeut sebagai Oyot rimapng.

Oyot Rimpang ini dipercaya merupakan sebuah pintu masuk gaib menuju ke alam lain.

Konon, barangsiapa yang mencoba masuk ke dalam kotak tersebut seakan-akan berputar-putar, terjebak dan tidak menemukan jalan untuk kembali ke dunia nyata.

2. Persemayaman Para Dewa

Konon, nama Dieng berasal dari bahasa Kwi yang terdiri dari dua kata yaitu ‘Di’ yang berarti gunung, dan ‘Hyang’ yang berarti dewa.

Hal ini dperkuat dengan adanya sebuah candi bernama Candi Arjuno sehingga gunung ini dipercaya sebagai tempat persemayaman para dewa .

Jika beruntung, saat mendaki ke gunung ini kamu akan menemukan masyarakat yang sedang melaksanakan ritual Potong Rambut Gimbal.

Ritual ini dilakukan sekali dalam setahun yaitu pada tanggal satu suro menurut kalender Jawa di dataran tinggi Dieng.

3. Suara Rintihan Merayu

Menurut beberapa pendaki yang pernah mendaki di Gunung Parau, mereka kerap kali mendengar suara rintihan merayu.

Konon, suara rintihan ini dapat didengar oleh para pendaki yang tidak menjaga sopan santun seperti berbicara kasar/kotor, berteriak, dan lainnya.

Tak banyak juga yang sering mengaitkannya dengan bentuk Gunung Prau ini sendiri.

Gunung ini pada awalnya memiliki nama Gunung Mayit karena jika dilihat dari jauh, gunung ini mirip dengan pocong atau mayat.

Terlepas dari benar atau tidaknya misteri dan mitos-mitos tersebut, masih banyak pendaki yang sering mengunjungi gunung ini.

Kita hanya perlu menghormatinya saja dan jangan melanggar aturan yang terkait dengan misteri dan mitos tersebut.

Panduan Mendaki Gunung Prau

Untuk kamu yang ingin mencoba mendaki Gunung Prau, perhatikan beberapa panduan mendakinya agar pengalaman mendakimu di gunung ini menjadi lebih sempurna.

1. Jumlah Basecamp

Gunung Prau memiliki enam titik basecamp resmi untuk memulai pendakian gunung ini.

Titik-titik basecamp tersebut berada di basecamp Dieng, basecamp Patakbanteng, basecamp Wates, basecamp Kalilembu, basecamp Dwarawati, dan basecamp Igirmranak.

Basecamp Dieng dan basecamp Patakbanteng adalah titik basecamp yang paling banyak dipilih para pendaki karena dekat dengan Jalan Raya utama.

Sehingga mereka akan lebih mudah menggunakan kendaraan umum saat menuju ke dua titik mula pendakian tersebut.

2. Waktu Terbaik

Saat mendaki gunung, tentu kamu harus menentukan waktu yang pas agar perjalanan mendakimu menjadi pengalaman terbaik.

Waktu terbaik untuk mendaki Gunung Prau adalah pada sekitar bulan Juli hingga Agustus.

Karena pada bulan-bulan tersebut, langit di puncak gunung ini akan sangat cerah dan bersih serta tidak tertutup awan.

Hal ini akan membantumu untuk menyaksikan matahari terbit (sunrise) dan terbenam (sunset) dengan lebih jelas, serta bunga-bunga di Tman Bunga Daisy mulai bermekaran.

Namun, perlu diperhatikan bahwa pada bulan-bulan tersebut suhu di puncak gunung ini sangat dingin bahkan bisa mencapai suhu udara di bawah 0o C.

Oleh karena itu, jangan lupa membawa peralatan yang aman untuk membantu kenyamanan mendakimu.

3. Jalur Pendakian

Bagi kamu yang ingin mendaki gunung ini, kamu dapat melakukan pendakian melalui tiga jalur pendakian berikut ini yang sering digunakan oleh para pendaki lainnya.

Jalur pendakian tersebut diantaranya adalah melalui rute Pranten dari Kab. Batang, rute Patakbanteng dari Dieng, Wonosobo, serta rute Kenjuran Kendal.

Baca juga artikel Curug Indonesia Yang Paling Banyak Dicari

4. Harga Tiket Masuk dan Fasilitas

Untuk tiket registrasi pendakian, kamu akan dikenakan biaya sekitar Rp. 25.000 per orang.

Harga tersebut sudah termasuk tiket masuk sebesar Rp. 15.000, dan untuk biaya fasilitas umum sebesar Rp. 10.000.

Setelah membayar tiket masuk, kamu akan diberi selembar kantung sampah serta salembar kertas peta yang akan membantumu memandu jalur pendakian.

Fasilitas di sekitar gunung ini juga terbilang lengkap.

Pengelola telah menyediakan toilet dan kamar mandi, tempat parkir, warung makan, tepat sewa peralatan berkemah, toko souvenir, hingga supermarket.

Hal-Hal yang Dapat Ditemui saat Mendaki Gunung Prau

Saat kamu mendaki ke Gunung Prau khususnya melalui jalur pendakian Dworowati, kamu akan dapat menemuai beberapa hal berikut ini :

1. Pemandangan Alam Dieng

Gunung Prau

Source : orbitmetro.com

Saat mendaki Gunung Prau, kamu dapat melihat indahnya pemandangan alam Dieng yang dipenuhi oleh pesawahan di lereng-lereng gunungnya serta barisan gunung-gunung.

2. Bertemu berbagai burung

Gunung Prau

Source : google.com

Di sekitar jalurnya, kamu dapat menemui berbagai burung yang tengah berkicau atau bahkan sedang mencari makan di sekitar tanah atau pohon-pohon.

3. Jalan berundak dan akar cinta

Gunung Prau

Source : mengukurbumi.files.wordpress.com

Kamu juga akan menemukan jalanan dengan tanah berundak yang tergolong aman.

Kamu juga akan bertmeu jalur yang dipenuhi dengan akar pepohonan yang saling bertaut yang disebut dengan akar cinta.

Jika menemukan jalanan seperti ini, kamu harus lebih berhati-hati.

4. Area kemah Telaga Wurung

Gunung Prau

Source : sgp1.digitaloceanspaces.com

Setelah mencapai puncak, kamu dapat menikmati awan berserak serta dapat menemukan area berkemah di Telaga Wurung.

Disini kamu juga dapat naik ke atas bukit untuk melihat pemandangan Gunung Sindoro dan Sumbing.

 

Mendaki Gunung
Previous Post
Ulasan Lengkap Mengenai Mendaki Gunung
lingkungan alami
Next Post
Sungai Terpanjang di Indonesia dan di Dunia

0 Comments

Leave a Reply

error: Content is protected !!