15 49.0138 8.38624 1 4000 1 https://nazwaproduction.com 200 true 0
ekosistem adalah

Ekosistem Adalah : Jenis-Jenis dan Cara Menjaga Keseimbangannya

0 Comments

Ekosistem adalah sistem ekologi yang terbentuk dari interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya.

Untuk mengetahui ekosistem secara lebih jauh, simak penjelasan lengkap mengenai ekosistem dan cara menjaga keseimbangan ekosistem di bawah ini.

Pengertian Ekosistem

ekosistem adalah

Source ; nformazone.com

Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh sistem timbal balik yang tidak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.

Berdasarkan Hipotesisi Gaia, dalam ekosistem makhluk hidup berkembang bersama-sama lingkungan fisik untuk menghasilkan suatu sistem.

Ekosistem ini dapat terbentuk oleh dua komponen, yaitu komponen biotik dan komponen abiotik.

Lalu apa itu komponen biotik dan komponen abiotik?

  • Komponen biotik merupakan komponen lingkungan yang terdiri atas organism (makhluk) hidup.

Komponen ini terbagi menjadi dua macam berdasarkan fungsinya, yaitu konsumen atau yang biasa disebut dengan heterotrof dan pengurai atau yang biasa disebut dengan dekomposer.

  • Heterotrof terdiri dari organism yang memanfaatkan bahan-bahan organik lain sebagai bahan makanannya, seperti manusia, hewan, tumbuhan, jamur, dan mikroba.
  • Dekomposer adalah organism yang berperan untuk menguraikan bahan-bahan organik dari organisme yang telah mati, seperti bakteri dan kutu kayu.
  • Komponen abiotik merupakan komponen lingkungan yang terdiri atas makhluk tak hidup atau makhluk mati yang sebagian besar komponenya bervariasi dalam ruang dan waktu.

Komponen abiotik dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut :

  • Tanah dan batu,
  • Iklim
  • Suhu
  • Air
  • Intensitas cahaya matahari
  • Konsentrasi garam

Jenis-Jenis Ekosistem Adalah?

ekosistem adalah

Source : ilmugeografi.com

Secara umum, ekosistem terbagi menjadi tiga, yaitu ekosistem air, ekosistem darat, dan ekosistem buatan.

Berikut penjelasan ketiga ekosistem tersebut :

1. Ekosistem Air

ekosistem adalah

Source : 3.bp.blogspot.com

Ekosistem air atau perairan atau yang disebut pula dengan ekosistem akuatik merupakan ekosistem yang lingkungannya di dominasi oleh air.

Ekosistem ini dipengaruhi oleh intensitas cahaya matahari yang masuk.

Ekosistem air terbagi menjadi dua, yaitu :

  • Ekosistem Air Tawar

Ekosistem air tawar memiliki ciri-ciri mengandung sedikit  kadar garam, variasi suhu yang tidak menyolok, penetrasi cahaya kurang, dan mendapat pengaruh oleh iklim dan cuaca.

Macam-macam tumbuhan yang paling mudah ditemukan dalam ekosistem air ini adalah ganggang dan tumbuhan berbiji.

  • Ekosistem Air Laut

Ciri-ciri ekosistem air laut (oseanik) antara lain memiliki pergerakan air yang dipengaruhi oleh arah angin, memiliki kadar garam yang tinggi dengan ion CI mencapai 55%.

Terutama di daerah laut tropis yang memiliki suhu laut tinggi mencapai 25o C dan dengan penguapan besar.

Ciri lainnya adalah memiliki perbedaan suhu antara bagian atas dan bawah yang tinggi.

Oleh karena itu, terdapat batas antara lapisan air yang panas di bagian atas dengan air yang dingin di bagian bawah yang disebut dengan daerah termoklin.

Baca juga Mengenal Lingkungan Alami dan Buatan

2. Ekosistem Darat

ekosistem adalah

Source : i2.wp.com

Ekosistem darat sering disebut dengan ekosistem terestrial merupakan ekosistem yang ditentukan oleh suhu dan curah hujan.

Ekosistem ini dapat dikontrol oleh iklim dan gangguan seperti petir, kebakaran, dan aktivitas manusia.

Misalnya ekosistem hutan yang menjadi rumah bagi berbagai jenis hewan dan tumbuhan, serta bermanfaat bagi bumi dan manusia..

Selain itu, ekosistem darat meliputi hutan hujan tropis, sabana, padang rumput, gurun, taiga, tundra, dan karst (batu gamping / goa).

3. Ekosistem Buatan

ekosistem adalah

Source : 3.bp.blogspot.com

Jenis ekosistem yang terakhir adalah ekosistem buatan yang merupakan ekosistem yang diciptakan oleh manusia yang biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan.

Ciri-ciri ekosistem buatan antara lain mendapatkan subsidi energi dari luar, tanaman atau hewan peliharaan didominasi oleh pengaruh manusia, dan memiliki keanekaragaman yang rendah.

Ekosistem buatan contohnya adalah bendungan, hutan tanaman produksi, sawah irigasi, perkebunan sawit, dan pemukiman penduduk.

Keseimbangan Ekosistem

ekosistem adalah

Source : academia.co.id

Pada dasarnya, ancaman keseimbangan ekosistem ini disebabkan karena adanya kelangkaan hewan dan tumbuhan.

Kelangkaan hewan dan tumbuhan ini dapat diakibatkan oleh beberapa faktor seperti tingkat reproduksi yang rendah, bencana alam, dan aktivitas manusia yang merugikan lingkungan.

Contoh kasus kelangkaan hewan yang disebabkan oleh tingkat reproduksi yang rendah misalnya badak bercula satu.

Badak bercula satu hanya mampu melahirkan 1 anak dalam kurun waktu 5 tahun karenanya hewan ini memiliki jumlah yang tidak banyak sehingga rentan menghadapi kelangkaan.

Lalu, faktor bencana alam, seperti gunung meletus, dan kebakaran hutan adalah salah satu contoh yang  dapat menghasilkan efek jangka panjang untuk lingkungan .

Sebab, bencana alam seperti ini dapat membuat pohon atau tumbuhan mati yang membuat populasi hewan menurun akibat tempat tinggalnya terganggu.

Faktor terakhir yang mengancam keseimbangan ekosistem adalah aktifitas manusia yang dapat merugikan lingkungan.

Misalnya, perburuan hewan langka, atau penebangan pohon secara  liar.

Baca juga Gotong Royong : Budaya Yang Harus Dilestarikan

Cara Menjaga Keseimbangan Ekosistem

ekosistem adalah

Source : lh3.googleusercontent.com

Atas ancaman-ancaman yang terjadi seperti yang telah disebutkan sebelumnya, diperlukan cara-cara untuk menjaga keseimbangan ekosistem agar tidak menimbulkan kerugian di masa  yang akan datang.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem diantaranya :

1. Menjadi konsumen yang bijak

Maksud dari menjadi konsumen yang bijak adalah mengambil sumber daya yang ada di alam sesuai dengan kebutuhan dan tidak ‘rakus’.

Misalnya, mengurangi penggunaan minyak kelapa yang akan berpengaruh terhapa ekosistem hutan, atau mengambil ikan di laut secukupnya untuk menjaga kelestarian ekosistem laut.

2. Melakukan tebang pilih

ekosistem adalah

Source : vivatimur.com

Adanya kegiatan penggundulan hutan untuk berbagai kebutuhan seperti untuk memanfaatkan sumber daya yang terdapat di hutan juga dapat merusak kesimbangan ekosistem.

Terlebih dengan banyaknya kasus pembakaran hutan untuk pembukaan lahan yang akan sangat merugikan.

Seperti yang kita tahu, hutan ini memiliki banyak manfaat, sehingga untuk mensiasatinya diperlukan adanya tebang pilih agar tidak berimbas pada ketidakseimbangan ekosistem.

3. Kurangi bahan bakar fosil

Saat ini masih banyak bahan bakar yang besumber dari fosil hewan ataupun tumbuhan seperti batu bara dan minyak bumi yang jika dipakai secara terus menerus dapat berakibat pada rusaknya ekosistem.

Untuk itu, kita harus mengurangi penggunaan bahan bakar fosil agar ekosistem tetap terjaga.

Misalnya dengan memilih berjalan kaki atau menggunakan sepeda alih-alih kendaraan bermotor saat akan pergi ke tempat yang tidak terlalu jauh.

Atau kita dapat mensiasatinya dengan mengganti berbagai sumber energi alternatif seperti dengan memanfaatkan sinar matahari dan angin.

4. Berhenti membuang sampah sembarangan

ekosistem adalah

Surce : siedoo.com

Dari kecil kita sudah dibiasakan untuk membuang sampah pada tempatnya.

Hal tersebut bukan tanpa alasan, melainkan untuk kebaikan kita bersama.

Dengan membuang sampah sembarangan dapat merusak keseimbangan ekosistem adalah membuang sampah ke laut atau ke tempat yang tidak seharusnya.

Selain itu, buanglah sampah pada tempat yang benar sesuai dengan jenisnya agar memudahkan proses pemilahan sampah untuk kemudian diolah kembali.

5. Memberikan sanksi tegas terhadap oknum-oknum terkait

Selanjutnya, cara untuk menjaga keseimbangan ekosistem adalah memberikan sanksi tegas bagi oknum-oknum terkait yang mengganggu keseimbangan ekosistem.

Oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab seperti penangkap ikan yang dilakukan dengan menggunakan racun atau bom.

Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan langkah kongkrit dari pemerintah atau juga instansi terkait seperti dengan memberikan sanksi agar oknum-oknum tersebut jera.

gotong royong
Previous Post
Gotong Royong : Budaya Yang Harus Dilestarikan
minyak bumi
Next Post
Manfaat Minyak Bumi & Proses Pengolahannya

0 Comments

Leave a Reply

error: Content is protected !!