15 49.0138 8.38624 1 4000 1 https://nazwaproduction.com 200 true 0
sebuah dongeng

Cerita Malin Kundang l Cerita Rakyat Terpopuler

0 Comments

Mungkin kamu pernah mendengar cerita Malin Kundang yang mengisahkan tentang anak yang durhaka kepada orangtuanya sehingga berubah menjadi batu.

Cerita tersebut merupakan contoh cerita rakyat Indonesia yang hidup di tengah masyarakat serta menjadi salah satu ciri dari keberagaman budaya yang Indonesia miliki.

Cerita Malin Kundang adalah salah satu cerita rakyat Indonesia yang berasal dari Provinsi Sumatera Barat yang telah dikenal hampir di seluruh bagian tanah air.

Sebelum membaca lebih lengkap mengenai cerita Malin Kundang, alangkah baiknya untuk memahami terlebih dahulu apa itu cerita rakyat.

Simak ulasan lengkap mengenai cerita rakyat Indonesia di bawah ini.

Pengertian Cerita Rakyat

cerita malin kundang

Source : moondoggiesmusic.com

Cerita rakyat atau yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan sebutan folktale adalah cerita yang berasal dan berkembang di tengah masyarakat dari jaman dahulu kala.

Cerita rakyat sebenarnya merupakan sebuah sastra yang termasuk ke dalam bagian dari sebuah dongeng yang biasanya disampaikan secara turun menurun.

Pada umumnya cerita rakyat menceritakan asal usul atau legenda yang terjadi di suatu daerah dengan tokoh-tokoh yang dimunculkan biasanya diiwujudkan dalam tokoh manusia, binatang atau dewa.

Cerita Malin Kundang

cerita malin kundang

Source : i.pinimg.com

Cerita rakyat Malin Kundang ini adalah salah satu cerita rakyat paling populer di Indonesia yang berasal dari Padang,  Sumatera Barat.

Saking populernya, cerita Malin Kundang ini bahkan sering diadaptasi menjadi sebuah pementasan drama baik di dalam maupun di luar negeri dengan menggunakan bahasa Inggris.

Cerita Malin Kundang juga telah menjadi salah satu bahasan wajib di hampir seluruh sekolah di Indonesia.

Walaupun hanya sekadar dongeng, namun  isi pokok cerita Malin Kundang ini banyak mengajarkan nilai-nilai kehidupan yang baik bagi anak-anak.

Cerita rakyat yang disampaikan secara turun menurun ini ternyata banyak dipercayai sebagai cerita yang nyata atau benar adanya.

Padahal, keberadaan batu Malin Kundang dan kapalnya yang dapat ditemukan di Pantai Air Manih, Padang, Sumatera Barat ini hanyalah sebuah patung.

Patung ini memang sengaja dibuat oleh para seniman untuk di tempatkan di kawasan pantai ini.

cerita malin kundang

Source : kiblatriau.com

Cerita  Malin Kundang ini berkisah tentang seorang anak yang dikutuk menjadi batu karena durhaka kepada ibunya sendiri.

Kisah serupa juga dapat ditemukan di negara-negara lain di Asia Tenggara seperti di Malaysia.

Malaysia memiliki cerita dengan kisah serupa dengan judul Si Tenggang yang berasas dari kisah lebih awal lagi yaitu pada tahun pada 1900.

Cerita ini dapat ditemukan dalam buku Malay Magic yang ditulis oleh Walter William Skeat sebagai satu cerita rakyat berjudul Charitra Megat Sajobang.

Cerita Si Tenggang juga pernah diterbitkan oleh penerbit Balai Pustaka, Jakarta pada tahun 1975 sebagai judul Nakoda Tenggang: sebuah legenda dari Malaysia.

Agar tidak penasaran, berikut kisah lengkap mengenai Malin Kundang.

Ringkasan Cerita Malin Kundang

cerita malin kundang

Source : i.ytimg.com

· Hiduplah seorang janda bersama anaknya yang bernama Malin Kundang

Pada zaman dahulu kala, terdapat seorang janda bernama Mande Rubayah di sebuah perkampungan nelayan Pantai Air Manis di Padang, Sumatera Barat. Janda tersebut hidup bersama anak laki-lakinya yang bernama Malin Kundang.

cerita malin kundang

Source : cdn.popmama.com

Mande Rubayah sangat menyayangi dan memanjakan Malin Kundang hingga ia tumbuh menjadi seorang anak yang rajin dan penurut.

Mande Rubayah semakin hari semakin tua sehingga ia hanya mampu bekerja menjadi seorang penjual kue untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. Hingga pada suatu hari, Malin sakit keras, dan nyawanya hampir melayang namun ia dapat diselamatkan berkat usaha keras ibunya.

Setelah mengalami kejadian tersebut Mande Rubayah semakin menyayangi anak tunggalnya tersebut.

cerita malin kundang

Source : cdn.popmama.com

Ketika Malin sudah tumbuh dewasa, ia meminta izin kepada ibunya untuk pergi merantau ke kota, karena saat itu sedang ada kapal besar merapat di pinggir pantai dekat rumahnya.

“Jangan Malin, ibu takut sesuatu akan terjadi padamu di tanah rantau sana. Tetaplah disini untuk menemani ibu” ucap ibunya yang sedih mendengar keinginan Malin tersebut.

Malin menggenggam tangan ibunya sambil berkata “Ibu tenanglah, tidak akan terjadi apa-apa denganku,” .

“Ini kesempatan, Bu. Belum tentu juga  ada kapal besar merapat di pantai ini setahun sekalipun. Aku ingin mengubah nasib kita, izinkanlah aku, Bu.” ujar Malin sambil memohon.

Meski dengan berat hati akhirnya Mande Rubayah mengizinkan Malin untuk pergi.

cerita malin kundang

Source : cdn.popmama.com

“Baiklah, akan ibu izinkan. Cepatlah kembali, ibu akan selalu menunggumu Nak,”

Setelah mendapat izin, Malin kemudian dibekali dengan tujuh bungkus nasi berbungkus daun pisang,

“Untuk makanmu selama di perjalanan agar kamu tidak kelaparan” katanya sambil menyerahkannya pada Malin. Setelah itu Malinpun berangkat ke tanah rantau meninggalkan ibunya sendirian.

cerita malin kundang

Source : cdn.popmama.com

· Malin merantau untuk mengubah nasibnya

Hari demi hari terus berlalu, bahkan setiap pagi dan sore Mande Rubayah memandang ke laut.

“Sudah sampai manakah kamu berlayar, nak?” tanyanya dalam hati sambil berfikir hari terasa begitu lambat.

la tak pernah lupa untuk selalu mendoakan agar anaknya selalu selamat dan agar segera kembali. Beberapa waktu kemudian ada sebuah kapal yang merapat dan ia tak pernah sekalipun melewatkan untuk bertanya mengenai kabar anaknya.

“Apakah kalian melihat anakku, Malin? Apakah dia baik-baik saja? Kapan ia pulang?” tanyanya.

Namun setiap ia bertanya pada awak kapal atau nahkoda, ia tak pernah mendapatkan jawaban karena Malin tak pernah menitipkan barang atau pesan apapun kepada ibunya.

Ia melakukan hal tersebut selama bertahun-tahun namun tak pernah mendapatkan jawaban hingga tubuhnya semakin tua, dan tubuhnya mulai bungkuk. Hingga pada suatu hari ia mendapat kabar bahagia dari nahkoda yang dahulu membawa Malin ke tanah rantau.

cerita malin kundang

Source : cdn.popmama.com

“Mande, tahukah kamu bahwa Malin kini telah menikah dengan putri seorang bangsawan kaya yang cantik?” ucap nahkoda itu.

Namun sampai berbulan-bulan sejak ia menerima kabar tersebut, Malin tetap tak kunjung kembali untuk menjenguknya.

“Malin cepatlah kemari, ibu sudah semakin tua, kapan kau akan pulang, nak ?” rintihnya pilu setiap malam.

· Setelah bertahun-tahun tak ada kabar, Malin kembali sebagai orang kaya

Ia selalu meyakini bahwa anaknya pasti akan datang. Dan benar saja tak berapa lama kemudian tampak sebuah kapal yang megah nan indah berlayar menuju pantai.

cerita malin kundang

Source : cdn.popmama.com

Penduduk desa mulai berkumpul dan menyambutnya dengan gembira karena mereka mengira kapal itu milik seorang sultan atau seorang pangeran. Mendengar hal itu Mande Rubayah amat gembira. Ia selalu berharap dan berdoa agar anaknya selamat dan segera kembali menjenguknya.

Ketika kapal itu mulai merapat, terlihat sepasang anak muda berdiri di anjungan dengan pakaian yang berkilauan ketika terkena sinar matahari. Wajah mereka dihiasi senyum bahagia karena telah disambut dengan meriah oleh para penduduk.

cerita malin kundang

Source : ridwansoleh.com

Mande Rubayah juga ikut berdesakan mendekati kapal. Jantungnya berdebar keras saat melihat lelaki muda yang berada di kapal itu karena ia yakin bahwa lelaki muda itu adalah anaknya, Malin Kundang.

Belum sempat para sesepuh kampung menyambut, Mande Rubayah sudah  terlebih dahulu menghampiri Malin dan langsung memeluknya dengan erat karena ia sangat merindukannya.

“Malin, kau benar anakku kan?” katanya sambil menahan isak tangis karena gembira, “Mengapa begitu lama tidak memberi kabar pada ibumu ini?”

Malin terkejut ketika dipeluk oleh perempuan tua renta dengan pakaian compang-camping yang mengaku sebagai ibunya itu. Sebelum ia sempat berbicara, istrinya meludah dan berkata,

“Perempuan jelek inikah ibumu? Mengapa kau berbohong padaku?! Bukankah dulu kau mengatakan bahwa kamu adalah putra seorang bangsawan yang sederajat denganku?!” ucapnya sinis.

cerita malin kundang

Source : cdn.popmama.com

· Malin tidak mengakui ibunya dan dikutuk menjadi batu

Mendengar kata-kata sinis istrinya tersebut, Malin Kundang langsung mendorong ibunya hingga terjatuh ke pasir, “Dasar perempuan jelek! Aku bukan anakmu!” ucapnya secara kasar.

Mande Rubayah kaget dan tidak percaya pada perilaku anaknya, ia jatuh terduduk sambil berkata,

“Malin, Malin, anakku. Aku ini ibumu, Nak! Mengapa kau jadi seperti ini?”

Malin Kundang tidak memperdulikan perkataan tersebut dan tidak akan mengakuinya sebagai ibunya karena ia malu terhadap istrinya. Ibu tersebut bersujud dan hendak memeluk kaki Malin namun Malin menendangnya sambil berkata,

“Hei, perempuan jelek! lbuku tidak sepertimu yang miskin melarat dan kotor!”

Perempuan tua itu terbaring di pasir, menangis, dan merasa dikhianati. Orang-orang yang melihatnyapun bahkan ikut terpana dan pulang ke rumah masing-masing.

Hingga ketika ia tersadar, pantai tersebut sudah sepi.

Dilihatnya kapal Malin semakin menjauh. Ia tak menyangka mereka yang dulunya saling menyayangi tega berbuat demikian. Hatinya sangat sakit, lalu ia mena=gangkat tangannya dan berdoa dengan hatinya yang pilu,

“Ya Tuhan, kalau memang dia bukan anakku, akan kumaafkan semua yang telah ia lakukan padaku. Namun, jika dia benar Malin anakku, aku memohon keadilan padamu!” ucapnya sambil menangis.

Tak lama setelah wanita tersebut memohon,  cuaca di tengah laut mendadak berubah menjadi gelap diiringi dengan hujan lebat.

cerita malin kundang

Source : 1.bp.blogspot.com

Tiba-tiba datanglah badai besar dan sambaran petir yang menggelegar menghantam kapal Malin Kundang. Saat itu juga kapalnya hancur berkeping- keping dan terbawa ombak hingga ke pantai.

cerita malin kundang

Source : ik.imagekit.io/

Keesokan harinya,  badai telah mereda. Terlihat kepingan kapal yang telah menjadi batu dan bongkahan batu berbentuk tubuh manusia di pinggir pantai tersebut yang diperkiraan adalah tubuh Malin Kundang yang dikutuk oleh ibunya.

Disela-sela batu itu berenang-renang ikan teri, ikan belanak, dan ikan tengiri yang konon berasal dari serpihan tubuh sang istri yang terus mencari Malin Kundang.

Cerita Malin Kundang dalam Bahasa Inggris

cerita malin kundang

Source : image.winudf.com

The Legend of Malin Kundang

Once upon a time, in a small village near the beach in West Sumatera, lived a widow and her son, Malin Kundang. A widow’s name is Mande Rubayah. They didn’t have much money because they only work by fishing and selling them. However, they still lived in poverty. “Mother, what if I sail overseas?” Malin asked his mother. Her mother strongly disagreed but Malin had made up his mind. “Mother, if I stay here, I’ll never succeed. I want to be a rich and successful person,” urged Malin Kundang. His mother wiped her tears, “Fine. If you really want it, I could only pray to God for you to gain success in life,” said his mother wisely as she wiped her tears. “But, promise me, you’ll come home to see me again.”

The next morning, Malin Kundang was ready to go with one of the successful ship’s crews who was offered to join him. “Take good care of yourself, son,” said Mande Rubayah as she gave him some food supplies. “Yes, Mother,” Malin Kundang said. “You too have to take good care of yourself”, he continued before kissing his mother’s hand.

He was cursed by his mother for disobedience

The villagers recognized him. The news spread fast in the village “Malin Kundang has become rich and now he is here”. Mande Rubayah ran to the beach to meet the new rich merchant.

She wanted to hug him to express all her longing. Unfortunately, Malin Kundang who was in front of his well-dressed wife and his ship crews denied meeting that old lonely woman. Her mother begged several times but Malin still denied her. And Malin Kundang said to her “Enough, old woman!”

“I have never had a mother as ugly as you!” After that, he ordered his crews to set sail. He would leave the old mother again. She was full both of sadness and angriness so that in the end, she cursed Malin Kundang that he would turn into a stone if he didn’t apologize. Malin Kundang just laughed and really set sail.

In the quiet sea, suddenly the sky turned dark and a thunderstorm came until his huge ship was wrecked. It was too late for Malin Kundang to apologize to his mother. He was thrown by the wave out of his ship and fell on a small island then suddenly, he turned into a stone.

Pesan Moral Cerita Malin Kundang

cerita malin kundang

Source : encrypted-tbn0.gstatic.com

Meskipun hanya berupa cerita fiksi, cerita Malin Kundang ini memiliki pelajaran dan hikmah berharga yang dapat dipetik.

Setelah selesai membaca ringkasan cerita Malin Kundang di atas, mungkin kamu sudah dapat menebak pesan moral tersebut.

Berikut kami rangkum pesan moral yang terkandung dalam cerita Malin Kundang :

1. Hormati Orangtua Hingga Akhir Hayat

cerita malin kundang

Source : lh3.googleusercontent.com

Pepatah “Surga ada di bawah telapak kaki ibu” memang cocok disematkan untuk pesan moral cerita ini.

Orangtua, terutama ibu yang memiliki tingkatan lebih tinggi daripada ayah, merupakan orang yang wajib kita hormati, kita sayangi, dan kita hargai.

Dia adalah manusia paling berjasa dalam hidupmu.

Dia bahkan rela mengorbankan hidupnya secara sukarela untuk membesarkan kita, mulai dari menyusui, membesarkan, dan merawat kita dengan penuh kasih sayang tanpa pamrih.

2. Jangan Sombong Atau Lupa Diri Karena Kemewahan

cerita malin kundang

Source : cdn.statically.io

Jangan sombong dengan kekayaan karena tidak akan bernilai jika hanya untuk berbangga diri.

Kita harusnya senantiasa menyadari bahwa segala sesuatu yang kita miliki ini hanyalah titipan semata yang bisa lenyap dalam sekejap.

Oleh karena itu, lebih baik menggunakan harta yang kita miliki ini untuk kebaikan dan sebagai cara untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

3. Berbohong Hanya Akan Membuat Dirimu Sengsara

cerita malin kundang

Source : id-static.z-dn.ne

Seperti yang kita tahu, Malin Kundang berbohong kepada istrinya bahwa ia berasal dari golongan bangsawan yang kaya.

Ia juga berbohong dengan mengatakan bahwa wanita tua renta yang menyebut-nyebut dia sebagai anaknya bukanlah ibunya.

Dan ternyata ia mendapatkan hukuman atas segala kebohongannya karena kebohongan tidak akan memberi keselamatan dalam hidup.

Ingatlah bahwa cermin tak akan pernah berbohong dengan pantulannya.

Affiliate Marketing
Previous Post
Definisi Affiliate Marketing : Keuntungan, Strategi, dan Jenis
cerita rakyat
Next Post
Mengenal Cerita Rakyat Indonesia Lebih Dalam

0 Comments

Leave a Reply

error: Content is protected !!