15 49.0138 8.38624 1 4000 1 https://nazwaproduction.com 200 true 0
cara budidaya jamur merang

Cara Budidaya Jamur Merang untuk Raih Omzet Besar

0 Comments

Cara budidaya jamur merang – Kamu pecinta sayuran? Kamu mungkin sudah tidak asing lagi dengan jenis sayuran satu ini.

Jamur merang merupakan salah satu sayuran yang tak hanya lezat namun juga tinggi kandungan nutrisi yang baik bagi kesehatan.

Budidaya jamur merang sendiri di rumah bukanlah hal yang tak mungkin untuk dilakukan.

Kamu bisa melakukannya untuk diolah menjadi berbagai jenis masakan yang lezat.

Tak hanya itu, kabar baik lainnya dari budidaya jamur merang ini adalah mereka memiliki potensi untuk dijadikan sebagai sumber pendapatan tambahan untukmu.

Tertarik untuk mencoba budidaya jamur merang? Simak panduan cara budidaya jamur merang dalam artikel ini.

Mengenal Jamur Merang

cara budidaya jamur merang

Source: cdn-cms.pgimgs.com

Jamur merang atau straw mushroom yang memiliki nama ilmiah Volvariella volvacea merupakan salah satu jenis jamur yang banyak dibudidayakan di beberapa wilayah di Asia, tak terkecuali Indonesia.

Di Indonesia sendiri, pemberian nama pada jamur merang ini adalah karena umumnya mereka dibudidayakan di media merang atau jerami.

Jamur berbentuk bulat dengan diameter 5-14 cm ini termasuk ke dalam keluarga Pluteacea dan berkembang dengan cara memproduksi spora berukuran micron.

Tak hanya memiliki rasa yang nikmat, jamur merang ini kaya akan kandungan gizi.

Jamur merang ini tinggi protein, vitamin, serat, zat besi, fosfor, dan masih banyak lagi.

Kandungan-kandungan baik ini baik untuk menyehatkan sel tubuh, menjaga kesehatan gigi, mencegah osteoporosis, mendukung kesehatan mata, otak, dan darah, dan masih banyak lagi.

Dengan kebaikan yang terkandungnya ini, banyak orang menjadikan jamur mnerang ini sebagai penggati daging, terutama bagi para vegetarian.

Cara Budidaya Jamur Merang

cara budidaya jamur merang

Source: paktanidigital.com

Cara budidaya jamur merang sebenarnya susah susah gampang.

Kamu dapat mengikuti cara budidaya jamur merang berikut ini untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal.

1. Siapkan Tempat untuk Budidaya

cara budidaya jamur merang

Source: d3p0bla3numw14.cloudfront.net

Langkah pertama dalam rangkaian cara budidaya jamur merang adalah mempersiapkan tempat untuk budidayanya.

Tempat untuk budidaya jamur merang ini biasa disebut dengan kumbung.

Kumbung inilah yang nantinya berfungsi sebagai pengatur suhu dan kelembaban pada jamur merang.

Umumnya, kumbung dibuat dari rangka besi, kayu, atau bambu dengan ukuran tinggi sekitar 2,5 meter dan luas 4×6 meter.

Rangka tersebut kemudian dilapisi dengan plastic yang dibuat layaknya dinding.

Penggunaan plastic ini berfungsi untuk menjaga suhu di dalam ruangan pada batas optimal.

Suhu yang ideal untuk budidaya jamur merang ini adalah sekitar 32-34 derajat celcius dengan tingkat kelembaban yang seimbang.

Selain itu, di dalam kumbung ini diberi pula lampu penghangat serta electric blower untuk membantu menjaga pertumbuhan jamur.

Selanjutnya, kamu dapat menempatkan 2 rak susun dari bahan bamboo setinggi 4-5 tingkat untuk meletakkan bibit jamurnya.

2. Proses Pembibitan Jamur Merang

Setelah menyiapkan kumbung sebagai tempat budidayanya, langkah selanjutnya adalah menyiapkan bibit untuk ditanam.

Kamu dapat membeli bibit yang tersedia di toko-toko pertanian.

Sebelum mulai menanamnya, bersihkan bagian payung jamur dengan menggunakan air panas agar steril.

Selanjutnya, campurkan ¾ kg abu sekam mentah dengan air bersih di dalam baskom, dan masukkan bibit jamur yang telah steril tadi.

Biarkan bibit jamur tersebut hingga 2-4 hari hingga spora (bakal benih) mulai berkembang hingga muncul serabut putih.

3. Siapkan Media Tanam

cara budidaya jamur merang

Source: d3p0bla3numw14.cloudfront.net

Sesuai dengan namanya, jamur merang akan tumbuh baik pada media tanam merang atau jerami, ataupun bekatul, onggok, kapas, dan dolomite.

Sebelum mulai menanamnya, siapkan tempat tidur yang nyaman untuk jamur merang.

Buat tumpukan jerami setinggi 15 cm dan siram dengan air.

Kemudian, tambahkan onggok ke tumpukan tersebut lalu siram kembali dengan air.

Setelah itu, tumpukkan kembali jerami setinggi 1,5 meter, dengan lebar 2,5 meter, dan panjang 4 meter lalu tutup dengan plastic agar proses pengomposan dapat cepat dimulai.

Biarkan selama dua hari hingga media tanam matang.

Baca juga Manfaat Tanaman Porang 

4. Taburkan Dolomit di Media Tanam

Setelah media tanam matang, taburkan dolomite di sekitar media tanam.

Cukup campurkan sekitar 40 kg bekatul dengan 24 kg dolomite dan aduk hingga merata.

Kemudian, buatlah lapisan jerami dan onggok dengan ketinggian 15-20 cm, lalu siram dengan air secukupnya.

Taburkan campuran bekatul dan dolomite tadi ke atas lapisan tersebut secara merata dan tutup rapat-rapat.

5. Lakukan Proses Pembalikan Media Tanam

Langkah selanjutnya dalam cara budidaya jamur merang adalah proses pembalikan media tanam.

Proses ini dilakukan 2 hari setelah penaburan dolomit agar pengomposan media tanam pada jamur merang berlangsung dengan lebih baik.

Lakukan pembalikkan media tanam sebanyak tiga kali secara bertahap.

Jika proses ini dilakukan dengan benar, media tanam akan berubah menjadi warna cokelat tua kehitaman, dengan tekstur yang lunak, serta mengandung sekitar 65-75 persen kadar air.

6. Penyusunan Media Tanam

cara budidaya jamur merang

Source: sumberplastik.co.id

Setelah media tanam siap, susun mereka di atas rak secara berurutan.

Mulailah dengan menaruh media tanam yang bertekstur paling kasar pada bagian paling bawah, kemudian yang bertekstur lunak di bagian atas.

Terakhir, beri taburan kapas pada bagian paling atas media tanam secara merata.

7. Tebarkan Bibit Jamur Merang

Jika media tanamnya telah siap, lakukan proses penebaran atau penanaman bibit jamur merang.

Caranya, ambil bibit jamur merang secukupnya dan tebarkan secara merata di permukaan media tanam, kemudian siram dengan air secukupnya.

Untuk penyiraman, pastikan hanya menyiram bagian lantainya saja, usahakan agar badan jamur tidak ikut tersiram.

Penyiraman ini dilakukan sebanyak dua kali pada pagi dan siang menjelang sore hari untuk menjaga kelembaban kumbung sehingga pertumbuhan jamur merang dapat berjalan dengan lancar.

Selama penanaman, usahakan untuk selalu mengecek suhu kumbung agar tetap berada pada kisaran 32-34 derajat celcius.

Usahakan pula untuk  tidak terlalu sering membuka penutup kumbung terutama pada 4 hari pertama sejak penanaman agar bibit jamur tumbuh subur.

8. Proses Panen Jamur Merang

Setelah semua proses penanaman dari mulai menyiapkan media tanam hingga penaburan bibit selesai, selanjutnya adalah proses pemanenan.

Umumnya, proses pemanenan dilakukan setelah 10 hingga 11 hari setelah penanaman yaitu ketika kuncup jamur belum terbuka.

Jamur merang yang telah siap untuk dipanen adalah jamur yang telah mencapai tinggi 3-6 cm atau yang masih berbentuk kancing.

Untuk memanennya, petik jamur dengan cara memutarnya secara perlahan hingga terlepas.

Alteratif Lain

Itulah cara budidaya jamur merang.

Cara ini dapat dilakukan jika kamu memiliki lahan untuk membuat kumbung.

Namun, tak perlu khawatir karena kamu masih bisa budidaya jamur merang di lahan terbatas tanpa kumbung.

Pertama, rendam jerami dengan air selama 24 jam kemudian letakkan pada sebuah kotak berukuran 1,5 m x 1,5 m x 1,5 m yang terbuat dari papan atau semen dan telah dilapisi dengan plastic.

Rendam jerami selama 4-6 hari sambil terus dibolak-balik tiap 2-3 hari sekali.

Setelah itu, campurkan bekatul, kapur, dan superprospat hingga rata dan masukkan ke dalam ember.

Kini saatnya memasukkan benih jamur dan tutup dengan plastic hingga mereka tumbuh.

macam-macam tanaman sri rejeki
Previous Post
Macam-macam Tanaman Sri Rejeki yang Populer
cara bikin manisan kolang kaling
Next Post
Cara Bikin Manisan Kolang Kaling yang Empuk

0 Comments

Leave a Reply

error: Content is protected !!